Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Sisi Gelap Kuliah S2 yang Tak Diketahui Banyak Orang

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
1 Mei 2025
A A
Sisi Gelap Kuliah S2 yang Tak Diketahui Banyak Orang

Sisi Gelap Kuliah S2 yang Tak Diketahui Banyak Orang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

#2 Banyak mahasiswa S2 yang kehilangan identitas diri, ujungnya malah depresi

Sialnya, gelar S2 yang diimpikan membawa kemajuan justru berpotensi mengikis esensi diri sebagian empunya. Terlalu lama menyelami tumpukan teori serta studi kasus di kampus bisa membuat kemampuan pemecahan masalah guna menghadapi riuhnya dunia nyata menjadi tumpul. Ditambah pula, bukannya memperluas cakrawala pergaulan, lingkaran pertemanan mahasiswa S2 sering kali hanya berkutat di koridor kampus itu-itu saja. Akibatnya, jaringan profesional yang tadinya diharapkan terbentuk melalui cara berkuliah lagi, malah menjadi semakin terbatas.

Oleh karenanya selesai kuliah S2 tak sedikit orang yang terperangkap dalam labirin pemikiran sendiri. Mereka merasa terlalu akademis untuk pekerjaan praktis di industri. Di lain pihak, mereka sadar bahwa bekal akademis yang diusung kurang ulung untuk bersaing di kerasnya dunia penelitian. Terlebih, jika latar belakang studi kurang relevan dengan jenjang S1 yang ditekuni sebelumnya.

Kebimbangan antara dua dunia ini sering kali berujung pada jurang depresi. Sebuah kenyataan pahit di mana tekanan mental justru menghantui setelah gelar impian berhasil dikantongi, bukan hanya selama proses merampungkan tesis sebagaimana biasanya orang yakini.

#3 Lulusan S2 kampus beken bisa jadi dosen di kampus medioker meski kualitas mengajar nomor sekian

Tak dapat ditampik, menggondol julukan alumni kampus ternama sanggup menjadi mantra ajaib untuk menduduki kursi dosen di institusi yang kualitasnya mungkin jauh di bawah almamaternya. Emblem universitas bergengsi sering kali dianggap sebagai jaminan mutu instan. Faktanya, ilusi tersebut malah mengesampingkan esensi kemampuan mengajar dan mentransfer ilmu yang seharusnya menjadi prioritas utama seorang pendidik.

Tak heran bila kita menjumpai beberapa orang yang sudah selesai kuliah S2 dari universitas “wah” yang justru kebingungan saat harus menjelaskan konsep dasar di depan kelas. Parahnya lagi, ketidakmampuan ini sering kali ditutupi dengan sederet taktik kreatif. Misalnya, melimpahkan tugas presentasi kepada mahasiswa di setiap pertemuan. Atau pura-pura membuka diskusi kelas saat tak mampu menjawab pertanyaan.

Fenomena ini bagaikan membeli barang mewah dengan harga selangit, tetapi isinya tak sepadan. Yang diagungkan hanyalah tampilan luar, bukan kualitas isi kepala itu sendiri. Tragisnya, banyak dosen jalur keberuntungan ini juga menjalankan profesinya tanpa passion. Mereka sekadar bekerja untuk memenuhi tuntutan sosial. Inilah potret suram lain dari produk pendidikan pascasarjana, di mana prestise institusi sering kali mengalahkan kompetensi individu.

Pada gilirannya, kilau gelar S2 tak ubahnya filter Instagram yang berfungsi mempercantik realita. Memang, menorehkan sederet gelar di belakang nama pada undangan pernikahan terdengar penuh kebanggaan. Namun sebelum terhipnotis oleh khayalan indah tentang dunia kuliah S2, ada baiknya berpikir ribuan kali. Siapa tahu, bukannya tersenyum menyambut gerbang kesuksesan, yang menanti justru lorong suram yang menyuguhkan penyesalan.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

BACA JUGA Menimbang Kelebihan dan Kekurangan Lanjut Kuliah S2 Beda Jurusan alias Nggak Linier.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2025 oleh

Tags: Kuliah s-2kuliah s2lanjut s2pilihan redaksiS2
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

5 Hal yang Bikin Tinggal di Surabaya Itu Perlu Disyukuri Terminal Mojok.co

5 Hal yang Bikin Tinggal di Surabaya Itu Perlu Disyukuri

1 Maret 2022
Festival Memet Ikan, Tradisi Penggerak Ekonomi dan Gizi Baik dari Desa Gemblegan Klaten

Festival Memet Ikan, Tradisi Penggerak Ekonomi dan Gizi Baik dari Desa Gemblegan Klaten

30 Juli 2024
Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara oleh Baim Wong

Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara oleh Baim Wong

13 September 2022
Bahagianya Warga Kota Tegal Punya Walikota sang Inspirator Pembangunan terminal mojok.co

Bahagianya Warga Kota Tegal Punya Walikota sang Inspirator Pembangunan

7 Desember 2021
7 Playlist Lagu yang Selalu Ada dalam Mobil Dinas Pelat Merah Terminal Mojok

7 Playlist Lagu yang Selalu Ada dalam Mobil Dinas Pelat Merah

4 Januari 2022
GoTo Jadi Perusahaan Pengubah Dunia versi Fortune Berkat Program Gotong Royong (Gotocompany.com)

GoTo Jadi Perusahaan Pengubah Dunia versi Fortune Berkat Program Gotong Royong

14 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.