Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Siomay Goreng Semarang Bukan Aliran Sesat Apalagi Penistaan Makanan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
26 Januari 2023
A A
Siomay Goreng Semarang, Bukan Aliran Sesat Apalagi Penistaan Makanan Terminal Mojok

Siomay Goreng Semarang, Bukan Aliran Sesat Apalagi Penistaan Makanan (Sakurai Midori via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Di Semarang ada yang namanya siomay goreng. Ini bukan bentuk penistaan terhadap siomay, lho~

Beberapa waktu lalu, jagat Twitter sempat dihebohkan dengan perdebatan receh di salah satu akun base tentang kuliner. Persoalannya terkait dengan salah satu jajanan paling populer, siomay.

Selama ini, siomay dikenal sebagai jajanan yang dimasak dengan cara dikukus sehingga menjadi alternatif makanan sehat bebas minyak, khususnya bagi mereka yang tengah menjalani diet. Akan tetapi, di beberapa daerah termasuk Semarang, ada kalanya siomay digoreng terlebih dahulu sebelum disajikan kepada pembeli.

Hal inilah yang menyebabkan keributan di Twitter, khususnya bagi para pendatang yang bukan asli Semarang ketika memesan siomay di Kota Lumpia. Bagi mereka yang terbiasa dengan siomay kukus pada umumnya, menggoreng siomay adalah bentuk penistaan terhadap panganan tersebut.

Fess aku sbgai warga semarang kepo juga ges, emg di daerah lain siomay engga digoreng kah? 😭😭😭 pic.twitter.com/vrJRzzmu3j

— FESS (@FOODFESS2) January 14, 2023

Oke, sebelum kita membahas soal siomay goreng ini lebih jauh, saya mau meluruskan satu hal dulu. Di Semarang, siomay nggak merujuk pada satu jenis makanan tertentu yang bentuknya seperti pangsit rebus itu. Kata siomay sendiri berlaku sebagaimana majas metonimia. Artinya, di ibu kota Jawa Tengah tersebut, siomay merefleksikan suatu santapan tertentu yang disajikan dalam satu piring yang sama sekaligus. Dalam hidangan tersebut terdapat beberapa jenis komponen makanan, di antaranya kentang, telur rebus, siomay, kol gulung, pare, tahu yang di dalamnya berisi bakso, serta siomay itu sendiri.

Penjelasan di atas tersebut perlu ditegaskan sebelumnya, sebab dalam debat kusir di Twitter tersebut masih banyak yang mencampuradukkan antara siomay dengan batagor. Sejumlah warganet berpendapat jika batagor itu merupakan nama lain dari siomay yang digoreng dengan minyak panas. Padahal nggak gitu. Batagor dan siomay adalah dua sajian yang berbeda. Wajar saja banyak yang salah mengartikan karena pada umumnya penjual kaki lima yang menjual siomay, turut pula menjual batagor.

Perbedaan utama terletak pada isiannya. Batagor sejatinya adalah akronim dari bakso tahu goreng. Singkatan tersebut dengan jelas mencerminkan isian dari hidangan batagor itu sendiri yang terdiri atas bakso dan tahu goreng. Jelas, nggak ada unsur siomay di dalamnya.

Baca Juga:

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

Tahu yang digunakan dalam sajian batagor merupakan tahu putih, bukan tahu kuning. Tahu tersebut kemudian digunting-gunting dalam ukuran sekali makan setelah sebelumnya digoreng. Sebagai penutupnya, bakso dan tahu goreng tersebut lalu disiram dengan saus atau sambal kacang. Terkadang ada pula yang menambahkan potongan jeruk nipis guna menciptakan rasa segar.

Sementara sajian siomay menampilkan komponen yang lebih bervariasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Ditambah lagi dari bahan baku pembuatannya pun, siomay dan batagor memakai bahan yang berbeda.

Batagor pada umumnya terbuat dari olahan daging ayam. Sedangkan siomay yang banyak dijual di Indonesia biasanya terbuat dari ikan tenggiri. Kesamaan yang sering membuat orang bingung dari dua kuliner tersebut mungkin saja berasal dari siraman saus atau sambal kacang serta irisan jeruk yang disajikan sebagai pelengkap makan.

Jadi, kalau ada orang yang mengaku memesan siomay yang digoreng itu benar adanya terjadi di Semarang, Gaes. Siomay goreng bukan hal baru lagi di kota yang terkenal dengan bangunan kuno Lawang Sewu ini. Fenomena ini juga bukan tindakan penghinaan terhadap makanan bercita rasa gurih tersebut. Siomay goreng bukan pula sekte sesat yang perlu dipertanyakan eksistensinya. Perbedaan ini semata-mata hanya karena kultur dan kebiasaan. Sama halnya dengan orang yang heran menemukan bakso kubis di Kota Pelajar.

Sejujurnya, nggak semua siomay di Semarang dijual dengan cara digoreng. Para pedagang keliling umumnya hanya menyediakan siomay kukus. Sedangkan mereka yang mangkal biasanya baru akan bertanya kepada pembeli, apakah siomay yang dipesan mau digoreng atau nggak. Apabila mengambil opsi digoreng, para penjual akan menggoreng seluruh komponen hidangan siomay yang dipilih kecuali telur rebus. Setelahnya ya sama saja. Tinggal disiram kuah kacang dan diberi irisan jeruk nipis bagi yang menginginkan.

Terus gimana soal rasanya? Wah, kalau belum pernah mencicipi langsung siomay goreng ala Semarang, mendingan langsung cobain kuliner tersebut saat bertandang ke sini. Dijamin kalian nggak akan kecewa dan merasa sia-sia telah mengeluarkan sejumlah rupiah.

Kalau siomay kukus hanya menawarkan rasa gurih, siomay goreng memberikan nilai tambah berupa tekstur krispi yang menggoda lidah. Perpaduan rasa gurih dan asin akan terasa nikmat bercampur dengan manis serta pedasnya saus kacang.

Sepiring siomay goreng di Semarang umumnya dipatok di kisaran harga Rp25 ribu per porsi dengan isi yang sudah ditentukan pedagangnya. Namun, pembeli juga boleh kok mengombinasikan isi hidangan siomay dengan hitungan harga per komponen makanan yang dipilih. Asal ingat saja, jangan sering-sering mengonsumsi makanan yang digoreng agar terhindar dari bahaya kolesterol, ya!

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Memahami Jenis Dimsum yang Populer di Indonesia, dari Wonton sampai Shumai.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2023 oleh

Tags: jajanan Kota SemarangSemarangsiomay goreng
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Warak Ngendog, Mainan “Aneh” di Pasar Malam Semarang yang Ternyata Punya Filosofi Mendalam Mojok.co

Warak Ngendog, Mainan “Aneh” di Pasar Malam Semarang yang Ternyata Punya Filosofi Mendalam

12 Oktober 2025
Stasiun Kudus, Kenangan yang Tertinggal di Rel Waktu (Unsplash)

Stasiun Kudus: Kenangan yang Tertinggal di Rel Waktu

30 Juni 2025
Semarang dan Segala Isinya yang Menyiksa Mahasiswa Cikarang (Unsplash)

Bagi Orang Cikarang, Kuliah di Semarang Bisa Sangat Menyiksa meski Akhirnya Jadi Cinta Mati

29 Februari 2024
Rekomendasi 4 Warung Makan Akhir Bulan buat Mahasiswa Undip Terminal Mojok perantau

Undip, Kampus yang Ramah untuk Perantau Newbie

31 Juli 2022
Salah Kaprah Masyarakat Terkait Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang Bikin Mahasiswa Menderita

Salah Kaprah Masyarakat Terkait Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang Bikin Mahasiswa Menderita

16 Februari 2024
Menghujat Motor Honda ADV 160, apalagi Membandingkannya dengan Honda BeAT, Adalah Blunder yang Harusnya Tak Pernah Terjadi motor honda revo

Motor Honda Revo, Sebenar-benarnya Motor Idaman: Bensin Irit, Perawatan Mudah Nggak Bikin Pailit

17 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co kos kontrak rumah

Kos vs Kontrak Rumah Setelah Menikah: Mana yang Lebih Hemat dan Nyaman untuk Pasangan Muda?

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.