Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Seperti Dendam, Utang Harus Dibayar Lunas

Soffya Ranti oleh Soffya Ranti
11 Agustus 2019
A A
dendam

dendam

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang tak tahu judul salah satu karya Eka Kurniawan yang berjudul Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Yap artikel ini bukan bermaksud menganalisis novel beliau, tapi seperti judul di atas bisa dibilang mengutip salah satu kalimat judul Eka Kurniawan yang saya sedikit diedit disini.

Seperti dendam, utang harus dibayar lunas karena nggak hanya rindu aja yang harus tuntas tapi utang-utangmu juga rek. Bicara soal dunia per-utangan ini nggak bisa lepas dari kehidupan manusia. Lah yah toh kebutuhan setiap orang berbeda, Bahkan ada yang bilang saat pendapatan naik tak jarang utang pun juga naik. Bentuknya juga berbeda-beda nggak hanya secara nyata utang uang tapi juga bisa dalam bentuk kredit barang alias cicilan apapun yang pasti disertai dengan bunga yang terkadang cukup indah besar.

Terlebih lagi mahasiswa yang rata-rata penghasilannya masih dibantu orang tua mau minta ini itu kalau udah gede jadinya agak sungkan nggak sih, apalagi kalau ekonomi keluarga lagi kurang stabil. Solusinya satu, eh dua ding antara kerja sambilan atau yah gitu deh utang ke orang-orang terdekat untuk tetap memenuhi kebutuhannya apalagi yang terbiasa hedon tapi dompet mulai kering.

Bahkan kini tersedia pinjaman online mahasiswa atau cicilan dengan syarat yang cukup mudah yang semakin memudahkan para calon utangers. Di sisi lain ada juga sobat-sobat yang baik hati dan tidak sombong dan berkecukupan yang selalu membantumu uhh. Ini dia yang makin mudah syarat hanya bondo wani dan saling percaya aja kalau ke sesama teman.

Nah karena sesama teman otomatis modal saling percayalah yang pasti. Si yang diutangin percaya pasti balik duitnya dan yang berhutang pasti percaya akan diutangi karena sudah sama-sama percaya terlebih lagi teman atau sahabat sendiri. Tapi, sejujurnya tak seindah itu realitasnya bambank kebanyakan justru kasus utang nggak tuntas bayar atau bahkan ga dibayar adalah berawal dari saling percaya.

Kenapa begitu? Kebanyakan rasa sungkan yang lebih besar daripada ego sendiri. Tiba-tiba lagi butuh-butuhnya dana kepikiran nggak ada duit dan baru inget si A pinjam uang sekian mau nagih tapi sungkan karena teman sendiri, nggak ditagih tapi lagi butuh banget. Simalakama deh, yah seringnya kasus perutangan tak tuntas seperti itu.

Kasus sendiri yang terjadi oleh saya pribadi tapi dalam bentuk per-utangan berbeda hehe. Saya yakin beberapa mahasiswa akan menyambi kerja part time, wirausaha kecil-kecil an atau freelance guna memenuhi kebutuhannya salah satunya jualan pulsa juga. Bisa dibilang jualan pulsa paling mudah sekali dan praktis bagi kami mahasiswa yang seringnya bisa disambi dengan kegiatan apapun. Modal handphone dan beberapa ratus ribu saja.

Tapi dibalik praktis dan mudahnya tersimpan kisah-kisah dunia per-utangan dibaliknya. Walaupun jualannya mudah dan praktis tapi laba dari penjualan pun juga nggak banyak itupun masih diutangin pula hehe. Yah walaupun sebenarnya memang bentuk transaksinya lebih sering “bayar nanti, kalau ketemu” tapi hmm percayalah rasa sungkan yang ada untuk menagih itu terselip di hati saya rek.

Baca Juga:

Nasib Dianggap Jadi Warga Kelas Menengah: Dianggap Banyak Uang, Tak Pernah Dapat Bantuan, tapi Hidupnya Justru Paling Sering Nelangsa

Jangan Kasih Utang ke Orang, Traktir Makan Aja: Udah Dapet Pahala, Silaturahmi Tetap Terjaga!

Sebenarnya saya sendiri nggak masalah mereka utang berapapun pulsa, atau dibayar kalau ketemu, syukur-syukur kalau langsung ditransfer atau pakai uang elektronik layaknya jaman now seperti ovo dan teman-temannya. Tapi lebih banyak kalau bertemu, karena kelas pasti bertemu dengan yang bersangkutan.

Terkadang yang jadi nelongso adalah saat si utang lupa kalau dia utang pulsa atau bahkan nunda bayarnya. Huhuhu karena bukan sekolah kami selalu berganti kelas otomatis kadang di kelas selanjutnya si dia udah nggak ada.

Nah ini loh  yang jadi kisah pilunya hehe. Yah pertama sejujurnya nagih ke teman sendiri rasa sungkan lebih besar tapi kalau nggak ditagih alias nggak diingetin lah saya mau beli saldo lagi bagaimana. Otomatis laba pun nggak tentu peritungannya hehe. Selain rasa sungkan nagih utang kadang mereka syukur Alhamdulillah ingat dan langsung bayar.

Ehhh kurang seribu, kurang dua ribu, solusinya “Eh kalau ketemu lagi ya” nah sini ketemu lagi kalau dia nya nggak ingat ya mau nggak mau harus ikhlasin. Balik lagi, mau nagih aja sungkan apalagi nagih yang seribu dua ribu perak. Kesannya materialistis sekali tapi sejujurnya wahai teman-teman budiman laba pulsa itu kadang nggak sampai seribu perak kalau ga dibayar tuntas artinya si penjual yah nggak dapat untung.

Begitu deh, maka dari itu tak hanya dendam atau rindu yang wajib dibayar tuntas, utang pun demikian. Saya sendiri tipe orang sebenarnya menghindari utang piutang jika benar-benar tak urgent. Kalau punya utang pun saya selalu berusaha segera melunasi dan yang pasti nggak akan lupa atau pura-pura lupa.

Saya mengerti rasanya diutangin hehe. Maka dari itu untuk yang berutang dihimbau untuk tetap tak lupa dengan kewajibannya membayar tanpa harus ditagih secara halus hehe. Kayak lagunya Maudy Ayunda lah yang judulnya Tahu Diri. Untuk yang diutangin, terberkatilah kalian dengan rasa sabar. (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: dendameka kurniawanUtang
Soffya Ranti

Soffya Ranti

Yang sedang melawan penyakit malas dengan mencoba produktif dengan menulis.

ArtikelTerkait

Belajar Menjadi Manusia Bersyukur ala Ika Natassa

Belajar Menjadi Manusia Bersyukur ala Ika Natassa

6 November 2019
Investasi Boleh, tapi Lunasi Dulu Utangmu

Investasi Boleh, tapi Lunasi Dulu Utangmu

15 Januari 2022
67 kosakata bahasa madura

Duka di Balik Gemerlap Toko Kelontong Madura

5 Februari 2023
Sistem PayLater dan Normalisasi Budaya Berutang terminal mojok.co

Sistem PayLater dan Normalisasi Budaya Berutang

12 Desember 2021
Kasta Jabatan PNS Dilihat dari Posisinya Saat Foto Bersama Terminal Mojok

4 Alasan PNS Ogah Menggadaikan SK ke Bank

19 Maret 2022
5 Kiat Menolak Teman PNS yang Suka Ngemplang Utang (Pixabay)

5 Kiat Menolak Teman PNS yang Suka Ngemplang Utang

9 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor Mojok.co

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

23 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman
  • Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”
  • User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi
  • Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa
  • Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara
  • Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.