Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Semua Orang Boleh Mengejar Work Life Balance, Kecuali Pekerja Retail, Soalnya Nggak Mungkin Bisa Tercapai

Ali Mustofa oleh Ali Mustofa
1 Juli 2024
A A
Semua Orang Boleh Mengejar Work Life Balance, Kecuali Pekerja Retail, Soalnya Nggak Mungkin Bisa Tercapai

Semua Orang Boleh Mengejar Work Life Balance, Kecuali Pekerja Retail, Soalnya Nggak Mungkin Bisa Tercapai (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pekerja di belahan dunia mana pun, saya yakin mengejar work life balance. Tapi, kalau sampean masih bekerja di retail jangan berharap banyak. Kans untuk mendapat work life balance bagi pekerja retail itu hanya mimpi: bisa terjadi, tapi hampir tidak mungkin.

Secara umum, pekerjaan di bidang retail pekerjaan yang berbasis pelayanan. Yang otomatis, servisnya harus sedia kapan saja. Pekerjaan di bidang retail, biasanya orientasinya pada target. Dan yang namanya target, ya kudu tercapai apa pun caranya. Mau kerja lebih dari 8 jam per hari ya mau bagaimana lagi, kudu mengejar target. Masalahnya adalah, usaha kerja lebih dari 8 jam ini kerap kali tidak diganjar dengan bayaran. Overtime dianggap biasa, bahkan kadang tidak dianggap sebagai usaha lebih.

Sayangnya, usaha mengejar target ini kerap dibalut dengan kata “loyalitas”. Padahal ya, dua hal ini benar-benar jauh. Overtime, mau itu usaha untuk mengejar target, ya kudu dibayar, dan harusnya dibayar.

Paradigma pekerja retail yang perlu diubah

Paradigma loyalitas tanpa batas ini sangat meresahkan para pekerja retail. Mau protes mereka juga belum on target, jika keberatan sudah pasti atasan “mempersilakan” untuk resign. Sedihnya, kadang jika mencapai target, itu bukan dianggap prestasi, alias dianggap kewajaran, dan tidak berhak menuntut insentif. Tentu tidak semua, tapi ya nggak bisa tutup mata kalau ada yang kayak begini.

Selain lembur yang sering kali terabaikan, hari libur pekerja retail pun demikian, hari besar pun tidak menghentikan ”pecutan” pekerja retail. Kalo mau cuti lebih dari 2 hari pun sudah pasti kerjaan menumpuk dan banyak PR. Semua yang saya utarakan ini jelas pengalaman saya dulu ketika bekerja di retail plat A yang itu tuh.

Jika demikian kompleksnya problem yang diurus di dunia kerja para pekerja retail, lantas bagaimana dengan kehidupannya?

Ya jelas kacau lah. Tak mungkin terakomodasi sepenuhnya karena meskipun kerjanya seberat itu, income ya cuma segitu-gitu aja. Jam kerja ora umum, penghasilannya juga ora umum. Ora umum menyedihkan.

Rasanya, pepatah ”No Pain No Gain” tidak berlaku untuk para pekerja retail. Sebab mereka merasakan pain-nya doang, gain-nya nonexistent alias nggak ada. Menerobos batas normal jam kerja, bayaran lembur yang tidak sesuai dengan jam lemburnya, kalau menuntut dianggap nggak loyal. Sulit? Jelas.

Baca Juga:

Kalau Mau Waras, Jangan Kerja di Retail. Beneran, Jangan

Anggota DPR, Profesi yang Paling Cocok dan Sesuai dengan Gaya Hidup Gen Z

Mungkin, pekerja retail perlu memikirkan lagi apa itu work life balance, atau kalau perlu, lupakan sekalian. Soalnya, bisa membebani pikiran kalau tidak tercapai. Pun melihat kerjanya seperti ini, kayaknya sih nggak mungkin tercapai. Kan, demi loyalitas, nggak apa-apa lah.

Penulis: Ali Mustofa
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Derita yang Saya Rasakan Saat Jadi Karyawan Retail

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2024 oleh

Tags: industri retailpekerja retailretailwork life balance
Ali Mustofa

Ali Mustofa

Mahasiswa yang bingung dengan dirinya dan orang sekitarnya.

ArtikelTerkait

7 Rekomendasi Barang KKV yang Bermanfaat dalam Kehidupan, Cuma Rp30 Ribuan!

7 Rekomendasi Barang KKV yang Bermanfaat dalam Kehidupan, Cuma Rp30 Ribuan!

10 Juni 2023
3 Alasan PNS Seharusnya Nggak Usah Lembur terminal mojok

3 Alasan PNS Seharusnya Nggak Usah Lembur

4 Oktober 2021
Work Life Balance Adalah Mitos Belaka Bagi Ibu Pekerja terminal mojok (1)

Work Life Balance Adalah Mitos Belaka Bagi Ibu Pekerja

21 Mei 2021
MR DIY Memang Cocok Buat Dikunjungi Tanpa Membeli

MR DIY Memang Cocok Buat Dikunjungi Tanpa Membeli

6 Mei 2023
Anggota DPR, Profesi yang Paling Cocok dan Sesuai dengan Gaya Hidup Gen Z

Anggota DPR, Profesi yang Paling Cocok dan Sesuai dengan Gaya Hidup Gen Z

6 Desember 2023
5 Orang yang Sebaiknya Nggak Belanja di KKV Terminal Mojok

5 Orang yang Sebaiknya Nggak Belanja di KKV

13 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

8 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026
Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.