Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Sampai Kapan Jalanan di Kota Semarang akan Ditinggikan untuk Mengatasi Banjir? Apakah Sampai Kiamat?

Erkam Pramana oleh Erkam Pramana
20 Mei 2024
A A
Semarang Naikin Jalanan Sampai Langit buat Atasi Banjir (Unsplash)

Semarang Naikin Jalanan Sampai Langit buat Atasi Banjir (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada sebuah kebijakan yang cukup menggelitik bagi saya. Sebuah kebijakan yang terdengar konyol dan sebetulnya nggak bakal mengatasi apa-apa. Jadi, Semarang ini punya ide yang konyol untuk mengatasi banjir. Sebuah “bencana” yang sudah begitu lama akrab dengan ibu kota Jawa Tengah ini.

Jadi, Pemerintah Kota Semarang, seperti yang telah kita saksikan, lebih memilih untuk meninggikan jalan sebagai solusi utama mengatasi banjir. Terbaru, jalanan di sekitar Tol Kaligawe sudah mulai ditinggikan. Lalu, muncul 2 pertanyaan yang masuk akal dan nggak bisa disalahkan. Bunyinya: “Apakah ini memang solusi yang tepat? Sampai kapan jalan-jalan di Semarang akan ditinggikan?”

Untuk itu, saya mencoba memberi perkiraan, semacam dugaan, terkait sampai kapan Semarang mewujudkan kebijakan ini.

Jalanan di Semarang dinaikkan sampai One Piece tamat

Pertanyaan menggelitik tentang sampai kapan jalan-jalan di Semarang akan selesai ditinggikan menyiratkan sebuah ironi besar. Namun, munculnya spekulasi yang agak absurd ini menyoroti tingkat ketidakpastian yang mengelilingi proyek peninggian jalan itu sendiri. 

Ketika kabar bahwa serial manga dan anime fenomenal, One Piece, akan mencapai akhirnya pada awal 2025 mulai beredar, beberapa orang bahkan mulai mengaitkannya dengan penyelesaian proyek peninggian jalan. Mungkin, dalam pikiran mereka, peninggian jalan akan berlangsung seiring dengan kelanjutan petualangan Luffy dan kru bajak lautnya. 

Namun, kita semua tahu bahwa bergantung pada akhirnya sebuah cerita fiksi untuk menentukan penyelesaian masalah nyata di dunia nyata adalah harapan yang naif dan tak realistis. Tapi inilah Semarang.

Mungkin selesai di antara 2030 hingga 2045

Namun, jika kita memandang secara lebih realistis, ada kemungkinan bahwa proyek peninggian jalan di Semarang akan berlanjut hingga beberapa dekade mendatang. Salah satu periode yang sering disebut sebagai waktu potensial untuk menyelesaikan proyek ini adalah antara 2030 hingga 2045.

Ini bersamaan dengan periode bonus demografi Indonesia. Pada masa ini, diharapkan akan ada perubahan paradigma dalam penanganan infrastruktur, termasuk masalah banjir di Semarang. Namun, tetap saja, periode waktu ini tidak memberikan jaminan yang pasti bahwa peninggian jalan akan dicukupkan.

Baca Juga:

Jangan Ngaku Pengusaha Hebat kalau Belum Sukses Jualan di Semarang!

Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya walau dengan Berat Hati

Bisa jadi setelah 2045

Selain itu, ada juga kemungkinan bahwa peninggian jalan baru akan selesai setelah tahun 2045. Mungkin bakal selesai ketika Indonesia telah mencapai status negara emas. 

Namun, kita harus memahami bahwa ini hanyalah spekulasi. Tidak ada yang dapat menjamin bahwa masalah infrastruktur akan terselesaikan pada saat itu. Masih banyak faktor yang dapat menghambat kemajuan proyek ini. Termasuk perubahan kebijakan pemerintah, masalah finansial, dan tantangan teknis yang tak terduga.

Peninggian jalan di Semarang selesai saat kiamat nanti

Terakhir, ada kemungkinan paling pesimistis. Bahwa peninggian jalan akan terus berlanjut hingga saat kiamat tiba. Meskipun ini hanyalah sebuah lelucon, namun pada dasarnya mengingatkan kita akan urgensi menangani masalah infrastruktur dengan serius dan tidak mengandalkan solusi sementara. Kita tidak bisa hanya berharap dan bergantung pada waktu yang tidak pasti untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Di balik semua peninggian jalan tersebut, tersembunyi masalah yang lebih mendasar. Misalnya, penanaman bakau yang minim di sekitar pesisir Semarang. Padahal ini dapat menjadi penahan alami banjir rob. Atau masalah sedimentasi di sungai-sungai utama, yang perlu penanganan serius agar aliran air tidak tersumbat. Atau lagi, pemompaan air tanah yang berlebihan, menyebabkan penurunan permukaan tanah dan akhirnya memicu banjir.

Namun, di dalam seluruh bercandaan ini, ada pesan serius yang perlu disampaikan. Pemerintah perlu memperhatikan akar masalah banjir Semarang. Jadi bukan hanya sekadar menyediakan solusi sementara. 

Jangan sampai kita terjebak dalam siklus tanpa akhir memperbaiki akibat tanpa menangani penyebabnya. Mungkin, saatnya bagi kita semua untuk mengajukan pertanyaan yang lebih dalam.

Sampai kapan kita akan terus bermain-main dengan solusi yang hanya menyentuh permukaan? Atau mungkin, saatnya bagi kita untuk berani menghadapi masalah secara langsung, hingga benar-benar menemukan solusi yang tepat dan berkelanjutan.

Penulis: Erkam Pramana

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Jalan Kaligawe Semarang, Pusatnya Jalanan Rusak dan Banjir yang Bikin Rakyat Sengsara

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2024 oleh

Tags: banjir rob semarangJalan Kaligawejawa tengahSemarangsemarang banjirtol kaligawe
Erkam Pramana

Erkam Pramana

PII Wan yang merupakan Calon Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. Seorang nakama One Piece, tapi lebih suka Demon Slayer.

ArtikelTerkait

Taman Kyai Langgeng Magelang yang Pernah Sepi dan Merana (Unsplash)

Taman Kyai Langgeng Magelang: Dulu Menjadi Primadona Tamasya, lalu Sempat Sepi dan Merana

19 November 2023
Jangkrik Genggong, Lagu yang Bikin Semarang Tenar Karena Banjirnya Terminal Mojok

Jangkrik Genggong dan Betapa Lekatnya Semarang dengan Banjir

8 Juli 2022
Purwokerto Bakal Menghadapi Petaka 100 Ribu Mahasiswa (Unsplash)

100 Ribu Mahasiswa Bakal Menjadi Petaka Bagi Purwokerto di Masa Depan, Jika….

15 Oktober 2023
Gemblong Cotot, Makanan Khas Salatiga yang Naik Kelas

Gemblong Cotot, Makanan Khas Salatiga yang Naik Kelas

12 September 2023
Kupat Tahu Bukan Makanan Khas Magelang Paling Enak, Ada Kuliner Lain yang Rasanya Tak Kalah Sedap

Kupat Tahu Bukan Makanan Khas Magelang Paling Enak, Ada Kuliner Lain yang Rasanya Tak Kalah Sedap

22 November 2023
Dosen Penguji Makan Suguhan Sidang, Mahasiswa Meradang (Unsplash)

Kisah Pilu dari Mahasiswa yang Harus Menjual Cincin Ibunya demi Menyiapkan Suguhan untuk Dosen Penguji Sidang Skripsi

2 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

5 Januari 2026
Alasan Booth Nescafe di Kulon Progo Selalu Ramai, padahal Cuma Kecil dan Menunya Itu-Itu Saja Mojok.co

Alasan Booth Nescafe Bisa Jadi Primadona Ngopi Baru di Kulon Progo

6 Januari 2026
Omong Kosong Rumah di Desa dengan Halaman Luas Pasti Enak (Unsplash)

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

8 Januari 2026
Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 Januari 2026
Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Malas dan Tidak Punya Uang Mojok.co

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

8 Januari 2026
Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya dengan Berat Hati Mojok.co

Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya walau dengan Berat Hati

7 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.