Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Fenomena Narsisme Pejabat Daerah di Semarang: Spanduk dan Baliho yang Bikin Saya Jengah

Aneke Desiana oleh Aneke Desiana
22 September 2023
A A
Semarang Sesak oleh Spanduk Narsis Pejabat Daerah (Unsplash)

Semarang Sesak oleh Spanduk Narsis Pejabat Daerah (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Emang boleh ya sepede itu?

Yang bikin saya semakin nggak habis pikir, foto-foto pejabat daerah ini betul-betul ada di mana-mana! Di sepanjang jalan, rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, bahkan warung-warung makan. 

Memang sih, memasang foto-foto pejabat daerah di spanduk dan baliho sudah cukup lazim dan menjadi budaya aparatur pemerintahan di negara kita. Namun, setiap melewati baliho-baliho ini, saya toh tetap tidak bisa menahan diri untuk bergumam usil dalam hati, “Emang boleh ya sepede itu?”

ADVERTISEMENT

Bukannya julid, tapi Semarang yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah tentu memiliki beragam objek wisata dan kuliner autentik yang bisa ditawarkan. Daripada mengisinya dengan foto “mesam-mesem” kaku ala pejabat daerah, alangkah baiknya jika spanduk dan baliho-baliho segede gaban itu kita maksimalkan sebagai media untuk mempromosikan objek wisata atau kuliner khas Semarang. Kan pada akhirnya dapat membantu menggenjot sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kota ini.

Ajang promosi pejabat daerah Semarang

Terlepas dari semua itu, saya paham betul bahwa pemasangan bendera-bendera partai, spanduk, dan baliho yang menampilkan foto-foto pejabat daerah ini dimaksudkan sebagai sebuah ajang promosi. Suatu strategi politik yang keliru dan sebetulnya (agak) narsis. Asumsi saya, hal ini dilakukan untuk menumbuhkan simpati dan rasa hormat rakyat terhadap pemimpinnya.  Namun jujur saja, saya (dan masyarakat pada umumnya) tidak peduli.

Jika ingin mendapatkan simpati dari rakyat, jadilah kepala daerah yang berorientasi pada rakyat. Libatkan publik dalam semua tahap kebijakan publik (perencanaan, implementasi, dan evaluasi) supaya kebijakan betul-betul sesuai dengan kebutuhan publik. Setelahnya, buka lebar-lebar transparansi kebijakan tersebut kepada masyarakat. Terutama dalam hal keuangan agar masyarakat tahu bagaimana penggunaan, perhitungan, dan tolak ukur dampak dari alokasi anggaran keuangan tersebut.

Begitu pula jika ingin mendapatkan rasa hormat dari rakyat. Jadilah pemimpin yang memang pantas untuk kita hormati. Jadilah pemimpin yang memiliki adab dan ilmu yang benar, supaya lahir pemerintahan yang baik dan berintegritas. 

Tunjukkan teladan dalam bentuk kesederhanaan kepada rakyat Semarang agar disparitas kesenjangan tidak timpang. Perilaku dan gaya hidup sederhana yang ditunjukkan oleh pemimpin adalah penting, karena hal ini menunjukkan pemimpin tidak hidup enak-enakan diatas penderitaan rakyatnya, melainkan akan senantiasa berjuang dan berkorban demi kepentingan rakyatnya.

Demikianlah hal-hal yang saya uraikan di atas menjadi perihal yang menurut saya pantas direnungkan ulang. Khususnya sebagai bahan overthinking malam hari sebelum tidur bagi yang terhormat para pejabat daerah Semarang yang gemar tebar pesona dengan cara perang baliho. Jika beberapa kualitas tersebut sudah terpenuhi, narsis-narsis dikit boleh lah!

Baca Juga:

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

Penulis: Aneke Desiana

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Jalan Semarang-Demak, Jalan Paling Bikin Emosi di Jawa Tengah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 23 September 2023 oleh

Tags: ibu kota Provinsi Jawa Tengahpejabat daerah semarangSemarangsimpang lima semarang
Aneke Desiana

Aneke Desiana

Mahasiswa Kedokteran. Suka baca, nulis, dan makan.

ArtikelTerkait

Mranggen, Kecamatan di Demak yang Lebih Akrab dengan Semarang Mojok.co

Mranggen, Kecamatan di Demak yang Lebih Akrab dengan Semarang

26 Februari 2024
uin walisongo kampus terbaik di semarang mojok.co

Bukan Undip atau Unnes, Kampus Paling Unggul di Semarang Adalah UIN Walisongo

4 April 2020
5 Kasta Tertinggi Toilet Mall di Semarang, dari yang Rajin Berinovasi sampai yang Cocok untuk Selfie

5 Kasta Tertinggi Toilet Mall di Semarang, dari yang Rajin Berinovasi sampai yang Cocok untuk Selfie

5 Juni 2025
Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Paling Selatan Kabupaten Semarang yang Memiliki Potensi Luar Biasa

Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Paling Selatan Kabupaten Semarang yang Memiliki Potensi Luar Biasa

22 November 2024
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
4 Kebiasaan yang Umum di Semarang, tapi Jadi Aneh di Jogja (Unsplash)

4 Kebiasaan yang Umum Dilakukan di Semarang, tapi Aneh saat Saya Lakukan di Jogja

3 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026
Guru ekstrakurikuler: tulang punggung prestasi sekolah yang sialnya jarang dapat apresiasi

Guru ekstrakurikuler: tulang punggung prestasi sekolah yang sialnya jarang dapat apresiasi

11 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
Gudeg Sagan duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis (Wikimedia Commons)

Gudeg Sagan adalah duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis

11 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.