Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Seller Shopee Mulai Frustrasi dengan Tekanan Biaya Admin yang Mencekik, tapi Tak Bisa Pergi Begitu Saja

Arsyanisa Zelina oleh Arsyanisa Zelina
26 Juni 2025
A A
Shopee dan Kebijakan Absurd-nya: Niatnya Membantu, tapi Malah Bikin Penjual Menggerutu

Shopee dan Kebijakan Absurd-nya: Niatnya Membantu, tapi Malah Bikin Penjual Menggerutu

Share on FacebookShare on Twitter

Sekitar beberapa hari lalu, Shopee, platform belanja paling ngetrend di Indonesia mengumumkan update terbaru untuk para penjual di mana mereka akan mengenakan biaya proses pesanan sebesar Rp1.250 untuk setiap transaksi yang selesai. Seketika, regulasi terbaru itu membuat heboh dunia maya khususnya jadi topik diskusi para seller Shopee.

Perlu diketahui, akhir-akhir ini biaya admin juga kian naik. Rata-rata mencapai 13,5% bahkan ada yang sampai 14%. Jadi, nominal Rp1.250 tentu bukan jadi nilai kecil akhirnya untuk para seller.

Para seller akhirnya menjadi bimbang luar biasa menghadapi kenaikan bertubi-tubi dari pihak Shopee. Bahkan, ketentuan Shopee pun makin hari terasa makin memberatkan seller juga. Ada opsi untuk menaikkan harga, agar tidak terlalu merugi. Tapi, kebanyakan juga takut kalau harga dinaikkan barang jadi susah laku lagi. Kalau tidak naik, mereka juga yang rugi karena dapat keuntungan super tipis.

Menurut saya, dengan kenaikan tarif seperti ini Shopee jadi kurang efektif untuk para seller yang jual barang recehan. Cuma, kita kan tau dari dulu Shopee jadi e-commerce incaran karena banyak jual barang dengan harga murah. Pas dihadapkan situasi seperti ini, alhasil juga kaget semua.

Buat yang sehari-harinya mungkin penjualannya tidak cuma mengandalkan Shopee, mungkin masalah ini bukan jadi hal yang terlalu serius. Tapi, buat pedagang yang mengandalkan penjualannya dari Shopee, ya harus putar otak lagi, ngakalin dagangannya tetap laku dengan admin Shopee yang kian mencekik.

Aneka biaya potongan untuk seller dan kebijakan yang makin merugikan seller

Di artikel yang pernah saya buat untuk Terminal Mojok dulu, tentang red flagnya Shopee yang bikin seller dan buyer merana, kalau dibilang yang paling merana sebetulnya adalah seller sendiri. Biaya admin untuk seller yang hampir mencapai 14% ini saja sudah bikin tercekik.

Bayangin, kamu jualan dengan harga Rp20.000, yang aslinya cuma mau ambil laba Rp5.000 karena nggak bisa ambil laba tinggi. Dari total tadi, kamu bakal cuma dapet sekitar Rp17.200 yang artinya kamu cuma punya laba Rp2.000. Yang jadi dilema, kalau nggak dinaikkan ya keuntungan makin menipis, kalau dinaikkan ya jadi bakal lebih mahal. Kalau dari harga Rp20.000 setidaknya kamu akan naikkan menjadi Rp22.800. Ini belum termasuk biaya terbaru, yaitu potongan Rp1.250, sudah bakal jadi berapa tuh.

Belum lagi kebijakan lain, seperti barang yang bisa dicancel di tengah proses penjualan, barang yang bisa dikembalikan apabila tidak sesuai, ini juga bisa merugikan seller. Apalagi kalau ada oknum-oknum nakal yang memang sengaja isengin seller, bakal jadi lebih mudah jalannya.

Baca Juga:

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

Semacam hubungan toxic yang sudah menyiksa tapi susah dilepas

Sebetulnya, keluh kesah seller yang merasa tersiksa akan kebijakan Shopee ini sudah lama terjadi. Beragam diskursus saya baca di sosial media, mulai dari biaya admin yang perlahan makin naik, sampai beragam kebijakan yang dirasa banyak merugikan seller. Saya selain buyer, juga termasuk seller, tapi Shopee cuma sebagai salah satu opsi, jadi seringnya nggak terlalu ambil pusing.

Cuma, saya paham sih apa yang dirasakan para seller ini. Apalagi kebanyakan seller, ya cuma para pedagang kelas menengah atau bisnis UMKM. Jadi, makin banyak biaya potongan yang diberlakukan Shopee, makin menipis juga keuntungan para seller.

Tapi, saya juga paham kenapa para seller memilih betah bertahan di Shopee. Karena buyer di Shopee sendiri juga lebih banyak daripada platform lain. Masyarakat, jauh lebih familiar dengan Shopee dibanding e-commerce lainnya. Belum lagi, banyak yang pilih Shopee dengan memanfaatkan voucher free ongkir juga beberapa voucher potongan lainnya. Yang padahal aslinya, voucher-voucher di Shopee untuk para buyer sendiri sudah nggak selegit dulu.

Belum lagi, segala jenis barang bisa ditemukan di Shopee. Orang-orang masih terlalu banyak mengandalkan untuk beli di Shopee, alhasil para pedagang pun banyak yang memilih bertahan juga. Pernah juga saya iseng tanya-tanya, lebih suka beli di Shopee atau beli online biasa bertransaksi via chat, deal dan barang dikirim. Rata-rata menjawab, lebih nyaman di Shopee karena menghindari biaya ongkir yang terlalu berat.

Mulai membiasakan untuk tidak terlalu mengandalkan Shopee

Kalau saya pribadi sebagai seller, saya memilih membuat Shopee sebagai opsi kedua. Selain lebih banyak mempromosikan toko offline, masih ada pelanggan yang tidak masalah barang langsung dikirim saja tanpa kudu menggunakan Shopee. Ini case saya yang memang ada toko offline. Buat yang berdagangnya cuma berfokus ke online, sepertinya ini sudah saatnya beradaptasi untuk perlahan meninggalkan platform ini.

Tidak langsung pergi sih, paling tidak ada opsi lain selain harus beli di Shopee. Entah, coba-coba ke dengan e-commerce lain, atau jualan online secara konvensional. Barangkali ada yang tipis-tipis bisa bikin website, bisa tuh mulai menyusun website simple untuk orang bisa beli secara online. Niscaya, nggak selamanya kamu jadi ketergantungan platform ini.

Mulai stop untuk banting harga, pakai harga sewajarnya yang penting masih cuan

Ini sih saksi dari teman saya sendiri yang juga seller Shopee. Dia sendiri ngaku, kalau nggak ambil banyak untung dari jualan di Shopee. Nggak ada yang dia ambil untung per produknya itu bisa sampai Rp10.000, semuanya di bawah itu. Padahal, kalau kirim onlien masih ada biaya packing, belum lagi transport pengiriman. Alhasil, pas di saat begini ya dia bingung bukan main.

Sedangkan saya, yang dari awal memang gunakan Shopee cuma untuk opsi, akan selalu bilang ke customer kalau harga di Shopee akan berbeda nantinya karena ada biaya admin.

Kalau di Shopee, tau sendiri para pedagang suka perang harga murah. Dari awal, saya udah nggak bisa ikuti trik ini, makanya fokus jualan saya bukan di platform ini. Kalau sudah gini, coba perlahan setting harga agak tinggi daripada cuma dapat keuntungan super tipis atau parahnya malah nggak dapat apa-apa. Biarkan buyer sendiri juga lama-lama terbiasa dengan harga yang sudah tertera nantinya.

Basis seller Shopee itu perintis, bukan pewaris

Basis seller di Shopee ini memang kalangan UMKM atau perintis. Wajar sekali kalau banyak yang frustrasi dan ngeluh. Tapi, pattern ini sebetulnya juga sudah saya duga, karena di awal pasti platform ini bakar uang dulu, dan ini gongnya saat semua sudah nggak seenak dulu. Pada akhirnya, mau tidak mau kita yang adaptasi. Sama halnya dengan para pedagang offline yang katanya harus adaptasi untuk penjualan online.

Harapan satu-satunya sih, pemerintah bisa tanggap menghadapi situasi seperti ini. Karena, masalah Shopee ini juga bisa jadi masalah kompleks untuk perekonomian negara. Pedagang UMKM yang tertekan, kalau nggak laku bisa jadi berabe, e-commerce juga jadi nggak berguna, badai PHK lagi, kurir bisa jadi nganggur karena nggak ada paket. Kan jadi panjang. Ini sih semoga aja ya kalau pemerintah masih bisa diharapkan.

Penulis: Arsyanisa Zelina
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Kecurangan di Shopee yang Bikin Saya Geram.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2025 oleh

Tags: biaya adminseller shopeeshopee
Arsyanisa Zelina

Arsyanisa Zelina

Penulis lepas dari Kediri. Kerjanya di toko kpop dan fans berat NCT. Cinta dengan nulis sejak SMA. Selain buat iseng nguneg, juga iseng berkarya sebagai penulis AU di X dan Karyakarsa.

ArtikelTerkait

Rekomendasi toko baju pria di Shopee.

5 Rekomendasi Toko Baju Pria di Shopee

9 April 2022
Shopee Lite: Minim Fitur, Nggak Pakai Lemot di HP

Shopee Lite: Minim Fitur, Nggak Pakai Lemot di HP

16 Mei 2023

Saya Member Platinum Shopee dan Malas untuk Checkout di Marketplace Ini Lagi

15 April 2021
Siapa Raja E-Commerce Indonesia? Hijau, Oren, atau Ungu? Terminal Mojok.co (Unsplash.com)

Siapa Raja E-Commerce Indonesia? Hijau, Oren, atau Ungu?

17 Maret 2023
Tiktok Shop Bisa Taklukkan Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak: Apa Betul? Terminal Mojok.co

Soal Harga Shopee Menang, tapi Kalau Soal Tampilan, Tokopedia Juaranya

17 September 2023
4 Dosa Shopee kepada Buyer, Mending Tobat Sebelum Ditinggalkan

4 Dosa Shopee kepada Buyer, Mending Tobat Sebelum Ditinggalkan

9 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover

Suzuki Nex Crossover: Matic Underrated yang Seharusnya Lebih Laku Dibanding BeAT Street yang Payah Itu

9 Maret 2026
Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Tidak Pernah Mengecewakan Mojok.co

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

11 Maret 2026
Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal Mojok.co

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

8 Maret 2026
Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah Mojok.co

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

11 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.