Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Secara Gramatika, Orang Minang Dituntut Alergi terhadap Huruf ‘R’. Terminal Mulok #10

Fuji Jelang Ramdhan oleh Fuji Jelang Ramdhan
19 Maret 2021
A A
Panduan Pesan Makan di RM Padang Pakai Bahasa Minang. Terminal Mulok #08 terminal mojok.co

Panduan Pesan Makan di RM Padang Pakai Bahasa Minang. Terminal Mulok #08 terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Jika orang Sunda cenderung mengganti penggunaan huruf “f” dan “v” menjadi “p”, orang Minang memiliki kecenderungan meluruhkan huruf “r” dalam kosakatanya. Jika alasan orang Sunda tak bisa melafalkan “f” dan “v” adalah aksara Sunda yang tak memiliki huruf tersebut, alasan orang Minang meluruhkan huruf “r” adalah tuntutan tata bahasa regulernya. Begitu kira-kira prakata untuk memahami tulisan ini.

Pada umumnya, kosakata bahasa Minang tak jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Namun, di dalam kosakata bahasa Minang sangat jarang sekali ditemukan huruf “r”. Kebanyakan kosakata bahasa Minang sengaja menghilangkan huruf “r” saat proses penerjemahan dari bahasa Indonesia. Sebab, di dalam bahasa Minang terdapat aturan tata bahasa/gramatika peluruhan huruf “r”, seperti kata “bersin-bersin” dalam bahasa Indonesia berubah menjadi basin-basin dalam bahasa Minang. Bahkan kebiasaan menghilangkan huruf “r” juga terjadi pada kata bahasa Minang yang tak bersinggungan atau tak memiliki kemiripan dengan bahasa Indonesia, contohnya seperti kebiasaan mengubah pelafalan frase rancak bana yang dalam bahasa Indonesia berarti bagus benar menjadi ancak bana dan pelafalan kata “rumah” menjadi umah.

Lebih ekstrem lagi, terdapat satu daerah di Sumatera Barat (Minangkabau), tepatnya daerah Pariaman, yang mengganti pelafalan huruf “r” menjadi huruf ghoin (غ) milik bahasa Arab. Meski penulisannya tetap menggunakan huruf “r”, tetapi saat dilafalkan berubah menjadi gho (غ). Contohnya, saat melafalkan kata buruak yang berarti buruk berubah menjadi bughuak, pelafalan kata rusak menjadi ghusak, serta pelafalan kata saruang yang artinya sarung berubah menjadi saghuang.

Peluruhan huruf “r” tersebut sangat biasa terjadi di berbagai daerah di Sumatera Barat atau biasa juga disebut ranah Minang. Sebab, tata bahasa Minang memiliki formula khusus untuk melucuti huruf “r” saat menerjemahkan kosakata bahasa Indonesia ke dalam bahasa Minang. Akan tetapi tetap saja, dalam dunia bahasa, akan selalu ada kata irregular, yang tak selamanya mengikuti aturan. Saya di sini hanya sedikit menjelaskan tata bahasa regulernya saja, sekaligus membantu orang awam dalam menerjemahkan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Minang supaya lebih kenal dengan bahasa daerah, khususnya bahasa Minang. Berikut beberapa formula peluruhan atau pelucutan huruf “r” dalam menerjemahkan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Minang.

  1. Imbuhan bahasa Indonesia yang memiliki huruf –r dihilangkan dalam bahasa Minang. Contohnya, seperti kata bersama menjadi basamo, berjalan menjadi bajalan, ‘bersandar’ menjadi basanda, ‘tersinggung’ menjadi tasingguang, serta ‘terjatuh’ menjadi tajatuah.
  2. Akhiran –ar, –er, dan -or dalam bahasa Indonesia menjadi –a, –e, dan -o dalam bahasa Minang. Contohnya, kata ‘pagar’ menjadi paga, ‘kabar’ menjadi kaba, ‘ember’ menjadi embe, dan ‘bocor’ menjadi boco–untuk makna kata boco disesuaikan dengan konteks, bisa juga berarti ‘gila’ atau ‘mencret’.
  3. Akhiran –ur dan –ir dalam bahasa Indonesia menjadi –ua dan –ia dalam bahasa Minang. Contohnya, seperti kata telur menjadi talua, dapur menjadi dapua, kubur menjadi kubua, air menjadi aia, serta ‘pikir’ menjadi pikia.

Melihat hal itu, sebenarnya sangat wajar jika ada orang Minang yang tak bisa melafalkan “r” atau pelat lidah alias cadel. Namun ajaibnya, sampai sekarang saya tidak pernah menemukan orang Minang yang pelat lidah di Sumatera Barat, khususnya di kota Padang—atau mungkin belum bertemu. Walaupun, secara gramatika, penuturnya dituntut untuk alergi terhadap huruf “r”, tetapi mereka tetap bisa fasih melafalkan huruf “r” saat berbicara. Ajaib nggak, tuh?

Ya, sampai saat ini saya masih menganggap itu keajaiban orang Minang. Namun, mungkin nanti ketika saya bertemu orang Minang yang kebetulan cadel, keajaiban itu akan hilang di benak saya atau mungkin akan tergantikan dengan keajaiban baru. Jodoh, misalnya.

*Terminal Mulok adalah segmen khusus yang mengulas tentang bahasa dari berbagai daerah di Indonesia dan dibagikan dalam edisi khusus Bulan Bahasa 2021.

BACA JUGA Panduan Pesan Makan di RM Padang Pakai Bahasa Minang. Terminal Mulok #08

Baca Juga:

6 Tabiat Buruk Pelanggan Rumah Makan Padang yang Dibenci Penjual

8 Tips Aman Menikmati Menu Rumah Makan Padang yang Katanya Red Flag

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2021 oleh

Tags: gramatikakosakataminang
Fuji Jelang Ramdhan

Fuji Jelang Ramdhan

Manusia multilingual, insyaallah, amin.

ArtikelTerkait

20 Kosakata Daerah Plat AG yang Wajib Dipahami Perantau biar Nggak Plonga-plongo Saat Diajak Ngobrol Warlok

20 Kosakata Daerah Plat AG yang Wajib Dipahami Perantau biar Nggak Plonga-plongo Saat Diajak Ngobrol Warlok

16 November 2023
5 Kata yang Sering Diucapkan Orang Cirebon Terminal Mojok

5 Kata yang Sering Diucapkan Orang Cirebon

10 Februari 2022
12 Kosakata Bahasa Tegal yang Biasa Digunakan dalam Percakapan Sehari-hari

12 Kosakata Bahasa Tegal yang Biasa Digunakan dalam Percakapan Sehari-hari

28 Februari 2022
8 Kosakata Bahasa Jawa Orang Grobogan yang Nggak Dimengerti Orang Kudus, padahal Wilayahnya Tetanggaan

8 Kosakata Bahasa Jawa Orang Grobogan yang Nggak Dimengerti Orang Kudus, padahal Wilayahnya Tetanggaan

10 Desember 2023
Nggak Semua Orang Minang Dikit-dikit Bilang Pantek ya, Tolong Banget Nih!

Nggak Semua Orang Minang Dikit-dikit Bilang Pantek ya, Tolong Banget Nih!

26 September 2023
127 Kosakata Bahasa Jepang yang Sering Muncul di Anime Terminal Mojok

127 Kosakata Bahasa Jepang yang Sering Muncul di Anime

18 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.