Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

6 Tabiat Buruk Pelanggan Rumah Makan Padang yang Dibenci Penjual

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
21 Agustus 2025
A A
6 Tabiat Buruk Pelanggan Rumah Makan Padang yang Dibenci Penjual Mojok.co

6 Tabiat Buruk Pelanggan Rumah Makan Padang yang Dibenci Penjual (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Rumah makan Padang tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia. Di kota-kota besar hingga pelosok desa bisa dengan mudah ditemui rumah makan Padang. Tidak heran makanan ini jadi comfort food masyarakat Indonesia dari daerah mana pun. 

Mungkin rasanya tidak selalu sama. Ada yang mendekati masakan Padang yang autentik, tidak sedikit juga yang disesuaikan lidah warga suatu daerah. Namun, konsep yang diusung sama. Sebuah tempat makan yang menyediakan berbagai macam lauk yang menggoda dan nasi yang bisa ambil sepuasnya. 

Akan tetapi, di balik segala narasi baik soal rumah makan Padang, ada satu hal yang mulai mengkhawatirkan: kelakuan pelanggan. Memang ada banyak pelanggan tempat makan Padang yang loyal dan menyenangkan. Namun, tidak sedikit juga pelanggan yang bikin penjual dan pelanggan lain resah. 

#1 Pelanggan yang pura-pura lupa makanan yang dipesan

Ini tabiat buruk paling klasik. Banyak pelanggan yang memesan nasi segunung, lauk bermacam-macam, ekstra kuah dan sambal. Namun, begitu tagihan datang, mereka pura-pura lupa yang sudah dimakan dan kaget, “Lho, kok mahal?”

Padahal, kalau melihat kembali porsi makanan yang disantap, harga yang dikenakan sangat masuk akal. Ternyata masih banyak pelanggan yang hanya “lapar mata” dan tidak bisa mengendalikan keinginannya. Ujung-ujungnya menyalahkan penjual rumah makan Padang dan melabeli kuliner ini overprice. 

#2 Pelanggan rumah makan Padang yang membiarkan meja berantakan

Membersihkan meja memang tugas pegawai rumah makan. Namun, tidak ada salahnya pelanggan meringankan pekerjaan mereka dengan menjaga kebersihan meja. Misal, yang paling mudah, menumpuk piring yang sudah nggak terpakai. Apabila ada tisu yang sudah tidak terpakai, jangan biarkan berceceran. Hal lain, menyatukan bungkus plastik yang tidak terpakai juga bisa dilakukan. 

Tindakan-tindakan kecil itu tidak menguras banyak energi dan bisa meringankan pekerjaan petugas rumah makan. Namun, entah kenapa, orang-orang enggan melakukannya. Pelanggan lebih memilih membiarkannya berantakan dan mengganggu pemandangan. 

#3 Suka ngutang

Di beberapa rumah makan Padang, tentu saja bukan rumah makan yang besar, ada pelanggan yang masih suka ngutang. Makan sekarang, eh bayarnya besok. Biasanya pelanggan semacam ini memang sudah akrab dengan pemiliknya. Namun, bukan berarti mereka bisa ngutang terus menerus, sesuka hati. 

Baca Juga:

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

Ingat, walau pemilik rumah makan itu kenalan kalian, mereka tetap perlu cash flow untuk menjalankan usahanya. Utang-utang kalian yang menumpuk itu bisa menghambat cash flow. Bukan tidak mungkin rumah makan Padang gulung tikar kalau utang-utang itu tidak segera dibayar. 

#4 Pelanggan rumah makan Padang yang nggak peka

Sebenarnya pelanggan dengan tabiat semacam ini tidak hanya ditemui di rumah makan Padang. Di tempat makan atau kafe juga sering ditemui. Pelanggan tidak peka yang membiarkan pembeli lain menunggu. 

Pelanggan jenis ini biasanya doyan nongkrong. Makan sudah habis dari sejam lalu, tapi masih duduk. Main HP, ngerumpi, nunggu hujan reda. Padahal di pintu sudah ada pelanggan lain kelaparan berdiri.

Rumah makan berubah jadi warung kopi. Kursi-kursi seolah-olah kursi VIP. Pemilik cuma bisa senyum kecut. Sangat-sangat meresahkan sekali.

#5 Tidak jujur

Di beberapa rumah makan Padang, pembayaran dilakukan di akhir ketika sudah selesai makan. Di saat itulah banyak pelanggan mendadak lupa hingga sering luput satu atau dua lauk yang sudah disantap. Ada yang luput menyebutkan sayur yang dipilih hingga mengurangi jumlah kerupuk yang dimakan. Pelanggan semacam ini yang bikin penjual rugi bandar. 

#6 Pelanggan yang sedikit-sedikit bikin konten

Sebelum saya diserang teman-teman yang gemar membuat konten, saya ingin tekankan, tidak ada salahnya dengan mengabadikan sesuatu. Hanya saja, tolong perhatikan sekitar dan minta izin. Saya yakin para penjual rumah makan padang akan senang-senang saja warungnya menjadi konten. Hanya saja, mungkin mereka tidak siap kalau tiba-tiba disergap kamera dan berbagai pertanyaan. 

Selain itu, setelah makan tolong tetap bayar. Jangan tiba-tiba membayarnya dengan konten yang kalian buat. Kecuali, kalian sudah sepakat atau sudah menjalin kerja sama sebelumnya. 

Itulah 6 tabiat pelanggan yang meresahkan dan diam-diam dibenci penjual. Selain merepotkan, kelakuan-kelakuan di atas bisa merugikan usaha. Semoga kalian bukan salah satunya ya.

Penulis : Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor : Kenia Intan 

BACA JUGA 5 Tabiat Menyebalkan Pengguna Kursi Indomaret yang Meresahkan Pelanggan Lain.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2025 oleh

Tags: makanan minangmasakan padangminangpadangrumah makanrumah makan padangwarung padang
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Perbedaan Rumah Makan Padang Jogja vs Medan yang Bikin Kaget: Rasanya Manis dan Penyajiannya Prasmanan, kek Mana Ini? warung padang murah, warung makan padang

Perbedaan Rumah Makan Padang Jogja vs Medan yang Bikin Kaget: Rasanya Manis dan Penyajiannya Prasmanan, kek Mana Ini?

6 Agustus 2024
Travel AWR, Rekomendasi Transportasi Low Budget Terbaik Rute Padang-Bukittinggi terminal mojok.co

Travel AWR, Rekomendasi Transportasi Low Budget Terbaik Rute Padang-Bukittinggi

1 Juli 2021
8 Tips Aman Menikmati Menu Rumah Makan Padang yang Katanya Red Flag Mojok.co

8 Tips Aman Menikmati Menu Rumah Makan Padang yang Katanya Red Flag

15 Agustus 2025
Jogja Bikin Saya Menyesal dan Ingin Kembali untuk Mencoba Lagi (Pexels)

Jogja Membuat Saya “Menyesal” dan Kelak Ingin Kembali untuk Mencoba Lagi

23 Februari 2025
5 Dosa Pelanggan Rumah Makan yang Bikin Orang Lain Kesal Mojok.co

5 Dosa Pelanggan Rumah Makan yang Bikin Orang Lain Kesal

10 Oktober 2024
8 Menu Tersembunyi di Rumah Makan Padang yang Perlu Dicoba Terminal Mojok.co

8 Menu Tersembunyi di Rumah Makan Padang yang Perlu Dicoba

15 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula Mojok.co

Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula

29 Juli 2026
Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa Mojok.co

Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa

28 Juli 2026
Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu Mojok.co

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

26 Juli 2026
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

In this economy, cuma Point Coffee yang masih masuk akal untuk dibeli karena promonya bejibun

26 Juli 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.