Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo

Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo Mojok.co

Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo (wikipedia.org)

Bicara soal wisata alam di Madiun Raya, Telaga Sarangan di Magetan menjadi salah satu yang selalu disebut-sebut. Padahal, ada banyak tempat lain yang nggak kalah memesona. Misalnya, Telaga Ngebel Ponorogo yang cocok untuk menikmati alam dalam ketenangan. 

Telaga Ngebel Ponorogo yang berada di lereng Gunung Wilis menawarkan suasana sejuk dan pemandangan asri. Telaga ini cocok untuk wisatawan yang sudah lelah dengan “drama” berwisata di Sarangan Magetan yang cuma bikin emosi. Salah satu tulisan Mojok pernah menyinggungnya di Telaga Sarangan Magetan Perlu Berbenah biar Wisatawan Makin Nyaman dan Nggak Kapok ke Sana.

Itu mengapa, saya yang nggak suka “drama” dan mencari ketenangan lebih memilih plesir ke Telaga Ngebel Ponorogo. 

Suasana Telaga Ngebel Ponorogo lebih tenang dibanding Telaga Sarangan Magetan 

Bagi saya, tujuan berwisata adalah menemukan suasana baru, tempat di mana pikiran bisa beristirahat sejenak, lalu kembali segar saat menghadapi rutinitas yang padat. Namun, hal itu tidak saya temukan di Sarangan. Alih-alih menenangkan, suasananya justru terasa ramai dan riuh, lebih mirip seperti singgah di pasar daripada menikmati keindahan alam. Deru mesin speedboat yang hilir-mudik hampir tanpa henti sering kali mengalahkan suara alami dari sejuknya udara di lereng Gunung Lawu.

Berbeda dengan itu, Telaga Ngebel Ponorogo menawarkan ketenangan sebagai daya tarik utamanya. Kabut yang perlahan turun terasa lebih syahdu. Semuanya mengalir lebih pelan, lebih hening, dan terasa menenangkan.

Kesan damai itu bahkan sudah mulai terasa sejak perjalanan menuju Ngebel. Sepanjang jalan, mata melihat hamparan hutan pinus dan sawah terasering yang masih asri. Hal ini sangat berbeda dengan jalur menuju Sarangan yang kini dipenuhi bangunan beton dan lalu lintas yang padat.

Harga-harga yang lebih masuk akal

Bukan rahasia lagi kalau harga-harga di Sarangan terkadang nggetok kantong. Dari biaya masuk hingga parkir, semua terasa premium. Sebenarnya, sebagai pengunjung, saya tida masalah dengan harga premium, asalkan diikuti dengan fasilitas yang bagus. Persoalannya itu tidak terjadi di Saragan Magetan. 

Berbeda ketika saya ke Telaga Ngebel Ponorogo. Di sana, dompet bisa bernapas lebih lega. Harga tiket masuk dan parkir di sini masih sangat ramah bagi kantong. Menikmati keindahan alam jadi terasa lebih tenang dan nyaman. 

Itulah beberapa alasan yang membuat saya lebih memilih ke Telaga Ngebel Ponorogo daripada Telaga Sarangan. Telaga Ngebel lebih bisa memberi ketenangan daripada Telaga Sarangan Magetan. Baik ketenangan dari segi suasana maupun budget. 

“Senjata utama” Telaga Ngebel lain yang tidak ada di Magetan adalah durian. Sebagai pencinta durian, ini jelas bonus yang sulit ditolak. Menikmati durian lokal Ngebel yang legit sambil memandang riak air telaga adalah kemewahan yang tidak bisa didapat di Sarangan. 

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version