Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Saran untuk Para Penyedia Jasa Laundry

Eko Permadi oleh Eko Permadi
6 Mei 2019
A A
laundry

laundry

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sedang tidak enak hati usai pulang dari salah satu laundry yang tidak perlu disebutkan namanya dan dapat dipercaya. Istilah Pemberi Harapan Palsu atau kerennya PHP cocok disematkan kepada pemilik usaha jasa cuci pakaian ini. Betapa tidak, berulang kali mendatangi untuk mengambil pakaian saya namun tak kunjung selesai.

“Bentar ya,” katanya. Saya tunggu beberapa menit sambil menikmati terpaan matahari ke dekat pintu. Ia beranjak mengambil telepon genggam dan mulai menekan layar menghubungi rekan satu timnya yang berada entah dimana. Sayang, kerjasama koorporasi yang mengeruk keuntungan dari orang malas mencuci ini tak berjalan mulus—tak ada jawaban.

ADVERTISEMENT

“Nanti malam datang lagi ya bang,” sahutnya.

Lepas Magrib dengan mengendarai  Beat biru putih, saya ingin menagih janji Mbak petugas jaga laundry. Sesampainya di sana, bukan pakaian saya yang dapat, hanyalah pepesan kosong ditambah janji-janji manis. Ia hanya meminta maaf dan menyarankan datang besok harinya.

Masalahnya, nota yang saya pegang menyebutkan pakaian bisa diambil esok hari terhitung sejak saya antar. Ini adalah hari keempat saya memutuskan untuk mengambil pakaian. Sebab sudah haqul yakin tak bisa selesai sehari dengan paket cucian biasa.

Saya hanya bisa meratapi kekesalan memakai baju yang kadung sempit—eks perut masih datar—akibat stok baju sudah habis pergi ke kampus.

Pengalaman ini bukan sekali saja. Beberapa usaha sejenis mengikuti contoh kurang baik. Sehingga saya memutuskan menuliskannya dan mengirim ke redaksi Mojok sebagai penjambung lidah rakjat!.

Bagi para pemilik usaha laundry dimana pun berada, saya ingin beri saran agar kekesalan ini tak berlarut-larut dan menyelamatkan pelanggan Anda yang belum kena PHP. Tak menutup kemungkinan ada juga yang sudah menerapkan saran ini, mohon maaf mengingatkan lagi, saya kasih bintang lima saja.

Baca Juga:

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Saya heran melihat telepon genggam super cerdas hanya dipakai untuk menghitung berat timbangan dikali tarif jasa kemudian menuliskannya ke selembar nota. Lalu menanyakan nama dan bayar sekarang atau nanti.

Sederhana saja, mintalah nomor HP pelanggan Anda. Hal ini bertujuan agar komunikasi yang baik dapat terjalin antara jasa dan konsumen. Tapi jangan disalahgunakan untuk aksi modusin Mbak atau Abang penjaga toko. Disclaimer : saya tak tanggung jawab jika berujung ke pelaminan hehehe~.

Pengusaha laundry lekas lah bergerak mengikuti era 4.0 ini. Jangan lagi hanya menanyakan nama itupun kadang bisa tertukar seperti nama saya ‘Eko’ yang bisa saya prediksi nama itu kelewat banyak. Karena teman sepermainan sudah ada tiga nama yang serupa tinggal ditambah nama panjang yang berbeda. Apalagi teman itu satu komplek dengan tempat laundry yang sama.

Kebiasaan lain yang terjadi minta tolong teman yang ambilkan laundry, jika namanya sama bisa dijamin Mbak penjaga toko dan teman saya itu malah main tebak-tebakan.

“Boxer putih yang ada gambar Hello Kitty bukan ya,” memastikan pemiliknya.

Walau bukan sales aplikasi WhatsApp, saya menyarankan menggunakan ini untuk menjalin komunikasi. Sebab, untuk menekan biaya produksi kalau memakai SMS atau telepon langsung dari penyedia jasa telekomunikasi sebut saja Tel***sel yang membutuhkan pulsa tidak sedikit.

Jika sudah mendapatkan nomor HP, beritahulah perkembangan baju dan celana pelanggan Anda sudah memasuki tahap mana. Tak perlu detail sekali seperti kapan mulai pemisahan-rendam-cuci-jemur-packing. Cukup kapan selesai. Atau jika pada waktu tertentu orderan sedang menumpuk kabari jika ada delay dari waktu siap yang sudah ditentukan.

Meski tak selalu real-time seperti Real Count KPU yang lengkap, rinci, lama, kadang kala ada kesalahan input, kami para pelanggan Anda hanya butuh Quick Count sejauh mana pakaian kami diproses. Kami pun bersedia deklarasi ke teman debat bubur diaduk atau tidak, satu kampus, kerjaan bahwa merekomendasi jasa laundry saudara dengan layanan prima.

Saya agak ragu masih ada juga nantinya yang kurang percaya dan meyakini masih ada noda-noda kuning terselip di antara ketiak kemeja putih. Apalagi tuduhan saya punya saham di usaha laundry dan berbuat curang demi menguntungkan pemilik usaha.

Sebagai konsumen tentu merasa puas jika transparansi dibangun. Untungnya, usaha laundry tak dibiayai negara meski sama-sama kategori pelayanan publik. Sehingga, tidak bisa saya lapor ke Ombudsman Republik Indonesia. Om om yang satu ini tentu berkenan menerima laporan jika ada warga yang dirugikan atas  tidak patuhnya terhadap standar pelayanan publik.

Tirulah bisnis ritel yang menyediakan kartu member. Berguna untuk mengamankan pelanggan dari persaingan bisnis serupa. Lagi-lagi menghemat biaya produksi dengan tidak perlu mengeluarkan nota-nota seukuran tissue wajah setiap kali mengantar pakaian kotor. Agaknya lebih panjang untuk kolom biaya, tanggal pengantaran dan selesai. Bisa dipakai berkali-kali.

Jika ada rezeki berlebih boleh lah buat diskonan dengan syarat menunjukkan kartu member. Tapi jangan giveaway baju pelanggan lain, berbahaya.

Jika sudah terjalin komunikasi yang baik, sesekali kirim pesan siaran bagaimana pendapat konsumen terhadap jasa Anda. Apakah kurang rapi, parfumnya ditambah atau diganti jika mengingatkan seseorang yang dulu pernah ada hati. Ini perlu untuk evaluasi usaha Anda ke depan. Jangan mau kalah dengan abang ojol yang kita kasih bintang setelah gunakan jasanya.

Terakhir yang tak kalah penting adalah bertanggung jawab jika ada pakaian yang hilang. Pasti saudara saya yang sudah menjadi korban kemalasan atau tidak punya waktu mencuci  pernah merasakan kehilangan mantan pakaian.

Suatu waktu, celana jeans biru saya tidak ada dalam plastik usai mengambil dari laundry. Hal ini baru diketahui usai sampai di kamar indekos. Karena jarak yang terlalu jauh, esok hari baru saya menanyakan kehilangan barang. Abang jaga hanya kebingungan dan tidak bisa menjawab kemana ia pergi.  Walau 0,00001 dari outfit jutaan rupiah, tentunya mengurangi stok celana yang tinggal tiga buah.

Nah, jika sudah mendapat nomor WA seluruh pelanggan, bisa langsung mengirim pesan siaran apabila menemukan celana dengan ciri-ciri sebagai berikut mohon diberitahu dan membawanya jika mengantar pakaian kotor lagi. Atau dijemput oleh pihak laundry. Ini upaya yang bisa dilakukan daripada hanya geleng-geleng kepala.

Kepada pengusaha laundry, lekas lah berbenah!

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2019 oleh

Tags: BisnisLaundryPemberi Harapan Palsu
Eko Permadi

Eko Permadi

Sedang mengurus tugas akhir di Universitas Riau.

ArtikelTerkait

Dilema Coffee Shop di Kabupaten: Hidup Segan, Mati kok Udah Keluar Modal Banyak, Pusing!

Dilema Coffee Shop di Kabupaten: Hidup Segan, Mati kok Udah Keluar Modal Banyak, Pusing!

10 September 2024
Bisnis Fotokopi di Desa Cocok untuk Penyamaran Intel, Dapat Cuan dan Rahasia Desa Mojok.co

Bisnis Fotokopi di Desa Cocok untuk Penyamaran Intel, Dapat Cuan dan Rahasia Desa

15 Januari 2024
5 Ide Bisnis yang Sangat Cocok Dikembangkan di Temanggung

5 Ide Bisnis yang Sangat Cocok Dikembangkan di Temanggung

11 Agustus 2023
4 Alasan PNS Enggan Mengambil Tugas Belajar Terminal Mojok

PNS Masih Bisa Berbisnis, tapi Pebisnis Belum Tentu Bisa Jadi PNS, Rumus dari Mana?

9 April 2023
Nggak kayak Karyawan SCBD, 5 Alasan PNS Nggak Perlu Bikin Video Flexing Kantor Terminal Mojok.co

PNS Kaya Nggak Melulu karena Korupsi, Ini 5 Alasan PNS Bisa Kaya

26 November 2022
6 Rekomendasi Bisnis Rumahan yang Bisa Jadi Income Utama

6 Rekomendasi Bisnis Rumahan yang Bisa Jadi Income Utama

11 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

23 Juni 2026
Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026
Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau Mojok.co

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

24 Juni 2026
Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

22 Juni 2026
3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

Sebagai Pengendara Motor di Bandung, Saya Capek Ikut Menyumbang Macet Setiap Hari

27 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.