Informasi
ADVERTISEMENT

Sambat Masalah Ekonomi, Solusinya Disuruh Jadi Kaya, Logikanya di Mana?

Sambat Masalah Ekonomi, Solusinya Disuruh Jadi Kaya, Logikanya di Mana?

Saya heran betul sama manusia yang berusaha terlalu keras melawan arus. Seakan-akan, mereka berusaha savage hanya untuk terlihat berbeda. Alih-alih terlihat keren, mereka malah terlihat amat tolol. Kenapa? Ya karena “arus” yang dilawan itu seharusnya tinggal diikuti saja, tak perlu diberi perlawanan.

Kadang, kita ingin menjadi sesuatu yang bukan diri kita. Terpukau oleh orang lain yang (asal) menantang, kita ikutan. Padahal, kita tak harus seperti itu. Manusia dianugerahi common sense, yang kebanyakan, tak perlu dipertanyakan.

Yang namanya common sense, ya harusnya tak perlu dilawan. Andaikan kamu ingin melawan, tak perlulah sampai menyakiti. Terkadang, kita tak perlu memperlihatkan kalau kita bisa melihat celah dalam sebuah ide lalu menyampaikan perlawanan.

Kita lupa bahwa kita ini manusia. Jauh sebelum ide-ide itu dikenal otakmu, dan keinginan-keinginan menjadi sesuatu, kita ini manusia. Tak bisa hidup tanpa orang lain, saling mengasihi satu sama lain. Sambat adalah cara menjadi manusia, dan mendengarkan sambatan juga cara menjadi manusia.

Sepertinya, kita memang harus mengajarkan pada anak-anak kita bahwa menghargai keluh kesah orang itu perlu. Terkadang orang tak lagi kuat menyimpan hingga akhirnya disampaikan ke media sosial. Terlebih, masalah ekonomi, yang tak pernah mudah dicapai solusinya.

Selain menghargai masalah yang dialami, kita perlu mengajarkan ke anak kita bahwa yang terpenting bukanlah terlihat pintar atau terlihat hebat, tapi, menjadi manusia yang waras. Manusia yang waras, tak akan memilih menjadi tolol agar terlihat edgy.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Hemat Pangkal Kaya, Rajin Pangkal Pandai, Masa sih?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2022 oleh .

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.