Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

PT KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual, BUMN Lain Wajib Terinspirasi!

Asawati Nugrahani oleh Asawati Nugrahani
5 Juli 2022
A A
PT KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual. (Unsplash.com)

PT KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual. (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sikap tegas PT KAI kepada pelaku pelecehan seksual harus berani ditiru oleh BUMN dan institusi lain. Blacklist adalah pilihan yang akan bikin jera.

Tahun lalu, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mendapatkan tiga penghargaan di ajang Indonesia BUMN Award 2021 yang diselenggarakan oleh The Iconomics. Penghargaan yang didapat adalah yaitu The Best Brand Popularity in Public Transportation Category, The Best Brand Image in Public Transportation Category, dan Special Mention Corporate Communication in Transportation & Logistics Group Category.

ADVERTISEMENT

Fakta ini menegaskan bahwa PT KAI memang salah satu BUMN terbaik di Indonesia. Perkembangannya begitu pesat dan bikin bangga, terutama kami yang cukup sering menggunakan jasa kereta api.

Saya masih ingat, saat itu masih duduk di bangku SD. Kalau tak salah sekitar tahun 2000, kereta api bahkan belum senyaman sekarang. Suatu kali, karena sistem penjualan tiket yang agak kacau, saya harus duduk di atas pegangan kursi.

Nggak cuma itu, bagi saya pribadi, pedagang asongan yang bebas masuk dan keluar kereta terasa agak mengganggu. Kereta jadi sesak. Saya sampai harus beralih menggunakan bus untuk keperluan bepergian luar kota. Yah, ini preferensi pribadi, ya. Ada banyak pengguna kereta api yang justru menyukai situasi tersebut. Namanya soal preferensi, tidak bisa disalahkan.

Oya, bus zaman dulu pun masih jarang yang eksekutif. Bus yang saya naiki kebetulan adalah bus jalur Jawa Timur yang supirnya menjadikan jalanan sebagai sirkuit. Pusing, supirnya ugal-ugalan. Yah, itu dulu….

Kini, PT KAI telah jauh berbenah. Salah satu sisi positif dari perubahan di dalam diri PT KAI adalah betapa mereka peduli kepada keprihatinan penumpang. Salah satunya adalah soal kasus pelecehan seksual yang sempat viral di media sosial beberapa hari yang lalu.

Gimana, ya. Respons mereka jauh lebih baik dibandingkan instansi penegak hukum, misalnya. 

Baca Juga:

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

Pasar Dupak Magersari: Potret Nyata Saat Kota Surabaya Tidak Menyediakan Ruang, Warga Pinggiran Membuat Ruangnya Sendiri

Respons PT KAI terhadap kasus pelecehan seksual yang dialami penumpang kereta api Argo Lawu sangat baik. Kira-kira kronologinya seperti ini:

Korban pelecehan seksual berani merekam kejadian brengsek yang menimpanya. Apresiasi kepada korban yang berani dan cerdik ketika merekam. Padahal saya tahu, di situasi tersebut, rasanya sangat berat untuk berani bertindak.

ADVERTISEMENT

Setelah itu, korban mengirimkan video bukti pelecehan seksual ke nomor kondektur yang sedang bertugas. Tak butuh waktu lama, kondektur yang bertugas meminta pelaku untuk pindah gerbong.

Setelah kejadian tersebut, PT KAI menegaskan akan memasukkan nama pelaku ke dalam daftar blacklist. Selain itu, PT KAI juga memastikan bahwa pelaku tidak akan bisa menikmati lagi jasa kereta api selamanya. 

Tingginya kasus pelecehan seksual kepada perempuan di ruang publik

L’Oreal Paris melalui IPSOS Indonesia melakukan survei mengenai pelecehan seksual terhadap perempuan di ruang publik. Ternyata, ada 82% perempuan Indonesia yang mengalami pelecehan seksual di ruang publik. 

Begitu mirisnya melihat data ini karena ketika ruang pribadinya diganggu, masih banyak perempuan yang takut untuk melapor. Biasanya, karena tidak ada bukti dan terhalang rasa malu. Padahal saya yakin, apabila besok pelaku pelecehan seksual tersebut memiliki anak perempuan, dia takkan terima anaknya disentuh walau seujung jari oleh lelaki asing.

Sikap PT KAI harus jadi acuan

Melihat kenyataan di atas, saya rasa, sikap tegas PT KAI harus jadi acuan. Sanksi tegas tidak bisa ditawar lagi bagi para pelaku pelecehan seksual. Sekali lagi, ini harus jadi acuan bagi institusi di Indonesia, terutama bagi mereka yang menyediakan jasa.

Ingat, batasan pelecehan seksual itu bukan hanya “buka baju”. Batas pelecehan seksual itu sudah ditentukan dalam UU Nomor 12 tahun 2022 tentang TPKS (Undang- Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual). 

Kini, pelecehan dikategorikan menjadi pelecehan fisik dan nonfisik. Sementara itu, terkait tindakan yang ditetap UU ini ada 19, dikategorikan ada pelecehan seksual, kekerasan seksual, dan perbuatan cabul. 

Yang ditetapkan meliputi: pelecehan seksual nonfisik, pelecehan seksual fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual, dan kekerasan seksual berbasis elektronik.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, yang termasuk ke dalam kekerasan seksual meliputi perkosaan, perbuatan cabul, persetubuhan terhadap anak, perbuatan cabul terhadap Anak dan/atau eksploitasi seksual terhadap anak, perbuatan melanggar kesusilaan yang bertentangan dengan kehendak korban, pornografi yang melibatkan anak atau pornografi yang secara eksplisit memuat kekerasan dan eksploitasi seksual.

Hal-hal yang termasuk ke dalam pemaksaan pelacuran antara lain, tindak pidana perdagangan orang yang ditujukan untuk eksploitasi seksual, kekerasan seksual dalam lingkup rumah tangga, tindak pidana pencucian uang yang tindak pidana asalnya merupakan Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dan tindak pidana lain yang dinyatakan secara tegas sebagai Tindak Pidana Kekerasan Seksual sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebenarnya, UU ini juga mengatur soal pidana pelecehan nonfisik. Dalam tiap pasalnya tidak ada yang menyebutkan bahwa harus dibuka baju dulu. Masalahnya, korban yang mau lapor juga pasti bingung karena pasti akan digertak “Mana buktinya!” oleh masyarakat. 

Sedihnya lagi, pelecehan itu terjadi secara tiba-tiba dan seringnya tidak ada saksi maupun bukti. Coba misal ada pelecehan seksual terjadi di kolam renang, apakah sempat pegang hape buat dokumentasi bukti? 

Maka dari itu, saya sangat kagum bagi korban yang mampu melawan pelecehan seperti kasus di atas tadi untuk berani melawan. Dan untungnya, PT KAI merespons kasus tersebut dengan cepat dan tepat.

Ingat, berdasarkan penelitian, tubuh kita mengalami tonic immobility yang menjadikan tubuh kita mengalami sensasi kelumpuhan. Hal ini bahkan terjadi kepada 70% korban pemerkosaan. Makanya, jangan menjadi seseorang yang judgemental kepada korban.

Dunia terkadang memang terlalu kejam bagi perempuan. Perempuan yang ditakdirkan untuk hamil, mengandung selama sembilan bulan, menyusui, dan menstruasi. Perempuan juga bertugas mencari nafkah untuk dirinya sendiri dan keluarga kecilnya. 

Begitu besar tanggung jawab perempuan tapi masih saja harus mendapatkan perlakuan pelecehan seksual, bahkan dari orang terdekat. Kasus yang diselesaikan secara tegas oleh PT KAI harus jadi pelajaran bagi semua. Jangan remehkan kasus ini karena masih banyak yang memandang tabu kasus yang dialami korban.

Terima kasih, PT KAI.

Penulis: Asawati Nugrahani

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Matarmaja, Kereta Kebanggaan Warga Jawa Timur.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2022 oleh

Tags: Kekerasan Seksualkereta Argo WilisPelecehan Seksualpt kai
Asawati Nugrahani

Asawati Nugrahani

Mahasiswa Magister Hukum di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Menyelesaikan gelar Sarjana Hukum pada 2018 di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Hobi menulis dan pernah berpengalaman sebagai asisten peneliti. kini menjadi seorang ibu anak satu yang suka nulis dan baca.

ArtikelTerkait

Mystic Pop-up Bar pelecehan seksual drakor MOJOK

Pesan dari Serial Drakor “Mystic Pop-up Bar” untuk Pelaku dan Korban Pelecehan Seksual

2 Juli 2020
feminisme

4 Hal yang Diberikan Feminisme untuk Laki-laki

14 Mei 2019
Ada Bus Pink untuk Perempuan, tapi Kenapa Nggak Ada Transjakarta Khusus Laki-laki Terminal Mojok

Ada Bus Pink untuk Perempuan, tapi Kenapa Nggak Ada Transjakarta Khusus Laki-laki?

27 Januari 2023
Kekerasan di Pondok Pesantren Ditutupi Lagi, Sudah Saatnya Feodalisme di Pesantren Dibasmi, Sudah Saatnya Santri Kritis! penganiayaan di pondok pesantrenPondok Pesantren Tahfidz Al-Hanifiyah

Kekerasan di Pondok Pesantren Ditutupi Lagi, Sudah Saatnya Feodalisme di Pesantren Dibasmi, Sudah Saatnya Santri Kritis!

29 Februari 2024
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Stop Bilang Tapi kepada Penyintas Kasus Pelecehan dan Kekerasan Seksual, Biarkan Mereka Bersuara! MOJOK.CO

Coba Kalau Dibalik Pala Kau, Fokus pada Kasus Kekerasan Seksual, Bukan yang Lain!

10 Februari 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa Mojok.co

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

24 Agustus 2026
Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

23 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.