Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pick Up Daihatsu Zebra 1991: Meski Bodi Remuk, Mesin Tetap Jos!

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
9 April 2021
A A
Pick Up Daihatsu Zebra 1991: Meski Bodi Remuk, Mesin Tetap Jos! terminal mojok.co

Pick Up Daihatsu Zebra 1991: Meski Bodi Remuk, Mesin Tetap Jos! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah sekian lama sering menyewa mobil pick up, bapak saya memutuskan membeli sebuah mobil. Mungkin lebih tepat jika disebut seonggok mobil. Selain bekas, mobil ini murah meriah. Harganya tak sampai Rp25 juta kala itu. Daihatsu Zebra pick up 1991 yang menjadi alat angkut peralatan dekorasi pengantin kami, sekaligus alat transportasi sehari-hari.

Saya merasa aneh dengan pemilihan nama zebra. Warnanya nggak belang-belang. Selain itu, zebra adalah hewan yang nanggung. Kuat tak terlalu, cepat juga kurang, cuma unggul di keunikan.

Bak mobil yang tak terlalu lebar dan datar, memang yang bapak saya cari. Lantaran datar, kotak-kotak alat bisa disimpan dengan rapi dan muat banyak. Sehingga tak ada yang mengganjal peralatan lain yang ditumpuk di bagian atas. Soal tenaga, pabrikan Daihatsu memang terkenal punya mesin yang “ngebo” meskipun sering aus dan gampang panas. Mau pindah gigi mendadak di tanjakan, mudah saja. Kebetulan, bapak saya adalah pecinta Daihatsu sejak muda. Mobil pertamanya saat lulus sekolah pada 80-an adalah pick up Hijet 1000. Daihatsu memang punya sejarah panjang di keluarga kami. Sejarah yang juga punya banyak cerita menyebalkan.

Selain berbensin irit, harga onderdilnya juga murah. Masalahnya, karena digunakan hampir setiap hari, mesin si Daihatsu Zebra sering ngadat dan sering minta diganti onderdil baru. Menang murah, cuma sering banget habisin duit. Masalah yang lain adalah badan si Daihatsu Zebra yang ringkih banget. Kena hujan dikit, berkarat. Kesenggol dikit, penyok. Bertahun-tahun digunakan, bak belakangnya berlubang-lubang bagai terbuat dari plastik mika. Belum lagi pengapian yang makin lama makin hancur lebur. Tenaga sering kali hilang saat di tanjakan. Padahal, bapak saya adalah orang yang sangat teliti perihal mobil. Semua hal blio perhatikan secara mendetail. Bahkan ada suara yang aneh barang sekecil zarrah saja ia bisa terganggu. Itu dulu, sekitar tiga tahunan ini ia sudah tak peduli. Pasrah tepatnya.

Setir makin berat dan ada jeda lumayan banyak. Saat setir digerakkan, roda nggak langsung ngikut kemudi (orang bengkel bilang speleng) lumayan bahaya memang. Lampu dan kelistrikan juga parah. Goncang dikit, lampu sen mati. Ada hujan, wiper sering macet. Padahal, sudah diganti aki baru yang lumayan bagus. Kabel juga diganti baru semua. Tapi, tak pernah ada perubahan berarti.

Segala hal dilakukan, segala perbaikan diusahakan, tapi Tuhan berkehendak lain. Si Daihatsu Zebra yang bentuknya makin tak karuan itu, sudah hampir remuk redam. Kami memutuskan untuk membiarkan si Zebra bertapa saja. Sehingga ia ditinggalkan di luar ruangan dan dibiarkan terkapar. Di bawah panas matahari, dihantam hujan dan angin, si Zebra tergeletak tak berdaya.

Ia sudah jarang kami gunakan, paling pol dipanasi. Hanya sesekali kami pakai untuk membantu tetangga yang memerlukan jasanya. Kalau kerja, ya kami sewa mobil orang lain.

Tapi, si Daihatsu Zebra seperti menolak padam. Saat kami membutuhkannya, dia tetap bisa digeber dan masih mampu membawa beban berat. Mungkin, karena sering beramal dan membantu sesama, si Zebra terbebas dari sakaratul maut. Padahal doski tak pernah lagi dirawat seperti dulu. Pajak mati, apalagi surat KIR, benar-benar tak dianggap lagi.

Baca Juga:

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

Lantaran bentuknya yang sudah tak karuan dan suara mesin yang kasar, orang-orang memanggilnya si Zebra Zombie. Ya memang hidup, tapi kayak mayat, serupa bangkai. Tapi, entah apa ilmu yang dimiliki pencipta mobil ini. Mesin miliknya tetap hidup, menderu membantu tetangga yang mau kondangan, takziah, bantuin bawa tratak saat ada pengajian, dll.

Laku hidupnya itu yang mungkin membuat dirinya tetap kuat bertahan. Gila sekali, body ambrol, pintu jebol, tapi mesin masih lantang. Memang mirip zombie, badan hancur tapi bisa terus bergerak. Saya kira Daihatsu memang jempolan soal ketahanan mesin, tapi tidak untuk ketahanan body.

Saat ketemu dengan pengguna mobil berjenis Zebra yang lain, mereka mengaku punya masalah yang sama. Memang tubuh Daihatsu tak pernah awet. Seperti Hijet 1000, Charade tahun 1984, Espass tahun 1993, yang pernah meramaikan khazanah otomotif di rumah saya. Soal mesin yang powerfull dan irit, tak perlu ditanya. Namun, tubuh yang ringkih itu, tak ada obatnya. Lantaran tubuh ringkihnya, si Zebra Zombie mengalami komplikasi.

Pada akhirnya, si Zebra Zombie terpaksa dijual sebagai mobil rongsokan. Tepat saat pandemi datang dan lebaran menghadang. Bapak saya mau tak mau menjual mobil yang telah menemaninya selama satu dekade. Secara tak ada hasil dari usaha keluarga ini karena pandemi menghadang.

Saya merasa kehilangan karena mobil itu sangat berjasa buat saya pribadi. Bahkan, ia membersamai saya sejak awal karier sebagai tukang dekor. Saat lebaran tiba, saya menyantap kue di meja ruang tamu orang tua saya. Saya nikmati dengan saksama dan pelan-pelan. Lantaran hidangan yang tersedia di meja adalah hasil dari penjualan si Zebra Zombie kami tercinta.

Sumber Gambar: YouTube Paijo Zelasco

BACA JUGA Jangan Beli Mobil kalau Belum Memiliki 4 Hal Ini atau tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 April 2021 oleh

Tags: DaihatsuDaihatsu ZebramobilPickup
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Perhatikan Hal-hal Berikut Saat Jadi Tutor Belajar Kendaraan terminal mojok

Perhatikan Hal-hal Berikut Saat Jadi Tutor Belajar Kendaraan

18 Juli 2021
Kenapa Mobil Mahal kayak Pajero Fortuner Jarang Menempelkan Stiker Happy Family? Apa Keluarga Mereka Nggak Bahagia?

Kenapa Mobil Mahal kayak Pajero Fortuner Jarang Tempel Stiker Happy Family? Apa Keluarga Mereka Nggak Bahagia?

7 Februari 2025
Betapa Menyebalkannya Orang yang Merokok di dalam Mobil  merokok sambil berkendara

Betapa Menyebalkannya Orang yang Merokok di Dalam Mobil 

26 Juli 2023
Ilustrasi Daihatsu Xenia “Menjiplak” Kegantengan Mitsubishi Xpander (Unsplash)

Kontroversi “yang Terprediksi” ketika Mitsubishi Xpander Dijiplak All New Daihatsu Xenia

3 Januari 2024
Memakai Lampu LED buat Lampu Rem Mobil Itu Contoh Pengendara Biadab

Memakai Lampu LED buat Lampu Rem Mobil Itu Contoh Pengendara Biadab

22 September 2023
3 Mobil yang Nggak Cocok buat Perempuan, Mending Dihindari daripada Makan Ati

3 Mobil yang Nggak Cocok buat Perempuan, Mending Dihindari daripada Makan Ati

7 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

11 Maret 2026
Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat Mojok.co

Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat

10 Maret 2026
4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut Terminal

4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut

10 Maret 2026
Bisnis Mobil Rental: Keuntungannya Selangit, Risikonya Juga Selangit rental mobil

Rental Mobil demi Gengsi Saat Pulang Kampung Lebaran Adalah Keputusan yang Goblok

12 Maret 2026
Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK (Unsplash)

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

9 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.