Perjalanan Fans K-Pop yang Bertobat dari Sifat Barbar

Jika BTS Tampil di Grammy Awards 2021, Mereka Perlu Belajar dari Via Vallen terminal mojok.co

Jika BTS Tampil di Grammy Awards 2021, Mereka Perlu Belajar dari Via Vallen terminal mojok.co

Sebagai salah satu fans K-Pop, saya selalu berusaha untuk melindungi, membela, dan memuji idol yang saya suka. Bahkan, bisa dibilang selalu siap siaga di garda terdepan kalau ada orang lain yang menghujat idol saya itu. 

Kalau ada yang dengan songongnya bilang mereka nggak suka sama idol saya, bisa-bisa saya jadi sesensitif pantat bayi. Saya bakal ceramah ke mereka sampai mulut berbusa pun nggak apa-apa, biar mereka jadi suka sama apa yang saya suka. Iya, sebarbar itu!

Tapi, tenang, itu terjadi 12 tahun yang lalu saat saya masih barbar jadi fans K-Pop. Sampai rela memikirkan apa yang orang lain suka dan lakukan. Padahal, nggak penting-penting amat buat diri saya sendiri.

Sekarang? 

Ya, tetap jadi fans K-Pop, tapi yang lebih berkelas, elegan, dan yang terpenting nggak barbar. Awalnya sih saya nggak sadar kalau apa yang saya lakukan itu bentuk posesif dan obsesif pada idola. Sampai ada satu berita yang baru-baru ini menyadarkan saya, betapa ngerinya saya dulu saat menjadi fans K-Pop. 

Kira-kira sepekan lalu, cuitan “No, I Haven’t” dari Niall Horan, menjadi trending di Twitter. Langsung dong saya kepoin alasannya. Ternyata si Abang Niall ini cuma jawab pertanyaan dari penggemar yang artinya gini, “Niall, kamu udah dengerin lagu BTS ‘Dynamite’ belom?” 

Nah, yang bikin trending itu gegara ada beberapa fans BTS atau yang disebut dengan Army, yang nggak terima lagu idolanya gak didengerin sama si Abang Niall.

Padahal, nggak ada yang salah dari jawaban Abang Niall menurut saya. Dia cuma jawab jujur bahwa dia belum mendengarkan tanpa ngejelekin BTS sama sekali. Kalau dipikir-pikir secara logis, yang namanya belum mendengarkan, bukan berarti nggak mau mendengarkan, kan? Abang Niall cuma jawab, “No, I haven’tbukan,No, I won’t”.

Lagi pula mau mendengarkan atau tidak mendengarkan lagu “Dynamite” sama sekali, kita tidak bisa memaksa kehendak bebas seseorang. Musik juga soal selera, nggak bisa dipaksa mau suka atau tidak suka.

Jadi, ngapain juga sih sebagian fans BTS ngamuk-ngamuk? Lagi pula, sepenting itukah eksistensi mantan member One Direction, Niall Horan, mendengarkan lagu “Dynamite”? Emang kalau si Abang Niall belum dengerin, pamor BTS bakal turun? Nggak. BTS bakal tetap jaya dengan atau tanpa Niall. 

Peristiwa macam ini bakal lain saya tanggapi kalau saya masih fans K-Pop barbar kayak dulu. Saya yang dulu sudah pasti bakal ngegas cuitan Niall tadi. Pokoknya balasan saya nggak beda jauh sama cuitan fans K-Pop yang sok-sokan jadi Dilan sambil bilang, “Saya ramal, BTS juga belum pernah dengar lagu-lagumu.” atau beralih jadi sales dengan bilang, “Lagu ‘Dynamite’ berada di nomor satu tangga lagu Billboard selama dua pekan ini, lho!”

Fans K-Pop barbar ini posesifnya melebih istri yang cemburu tatkala suaminya digodain mbak-mbak yang lebih cantik. Padahal, analogi idol K-Pop dan suami sendiri nggak sebanding. Suami adalah pasangan kita, sementara idol adalah sosok yang sangat kita kagumi, kita dukung karya-karyanya, dan jelas punya kehidupan personal yang berbeda.

Kejadian yang menimpa Niall kali ini, benar-benar membuat saya sadar, betapa barbar seorang penggemar terhadap idolanya, hingga rutin mempromosikan lagu idolanya untuk didengar orang-orang. Masalahnya kalau ada yang menolak dengar, bakal dihujat habis-habisan. Ngeri pisan. 

Hokinya, saya yang dulu, bukanlah saya yang sekarang. Saya masih jadi salah satu fans K-Pop yang berkeyakinan untuk mendukung karya-karya mereka tanpa merusak citra fandom dengan kelakuan barbar, tidak menghakimi hak setiap orang, dan yang terpenting, tetap streaming lagu mereka tanpa mikirin orang lain streaming juga atau nggak.

BACA JUGA Bukan Karya yang Berhasil Dibukukan, Justru Ini 5 Hal yang Harus Dimiliki Penulis dan artikel Alya Rekha Anjani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Exit mobile version