Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengalaman Tinggal di Semarang Utara, Terjebak Dalam Kos Selama Tiga Hari karena Banjir Setinggi Perut

Muhammad Iqbal Habiburrohim oleh Muhammad Iqbal Habiburrohim
22 Maret 2024
A A
Pengalaman Tinggal di Semarang Utara, Terjebak Dalam Kos Selama Tiga Hari karena Banjir Setinggi Perut

Pengalaman Tinggal di Semarang Utara, Terjebak Dalam Kos Selama Tiga Hari karena Banjir Setinggi Perut (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah melihat berita mengenai banjir yang terjadi di Semarang-Demak, saya jadi ingat pengalaman tinggal di Semarang Utara selama dua bulan. Kebetulan saat itu saya masih berkuliah dan sedang melaksanakan magang untuk salah satu proyek perusahaan di kawasan industri Terboyo. Kawasan industri tersebut benar-benar berbatasan dengan laut, di mana untuk mencapai lokasi tempat saya magang saja harus menyebrang jalur pantura dan menuju daerah pantai utara.

Sebelumnya, saya nggak punya feeling dan pengalaman buruk mengenai Semarang, terlebih saya ke sini diajak teman saya untuk magang. Saya memang pernah tahu bahwa Semarang punya permasalahan penurunan muka tanah ditambah kenaikan muka air laut yang membuat rawan terjadi banjir. Sudah begitu, saya malah magang di tempat terendah di Semarang. Saya baru sadar sekarang kalau itu sama dengan cari masalah. Endingnya dapat diduga, saya pertama kali ini menghadapi permasalahan banjir yang separah ini.

Setiap hujan selalu banjir di Semarang Utara

Selama tinggal di tempat asal saya yaitu Jogja, saya beberapa kali pernah menemui banjir. Bedanya, banjir di Jogja biasanya terjadi jika terjadi hujan deras seharian. Kemudian, biasanya banjir di Jogja juga nggak berlangsung lama. Mungkin satu hari adalah waktu terlama untuk banjir bisa diatasi dan surut.

Beda dengan Jogja, banjir di Semarang ini benar-benar pada level berbeda. Gerimis saja bisa banjir. Selokan langsung penuh dan memenuhi jalan. Belum lagi, saya dan teman-teman yang tinggal di Semarang Utara, yang mana seluruh aliran sungai menuju daerah kami yang paling rendah. Jadi, di saat daerah Semarang Utara sekalipun nggak hujan, tapi daerah lain hujan, banjir rob siap menerjang.

Anehnya lagi, senior-senior kami di perusahaan tempat magang seakan biasa saja saat mengetahui terjadi banjir, “Daerah Kaligawe banjir, ketoke raiso bali iki”. Sek-sek, ada indikasi nggak bisa pulang ke rumah kok santai santai saja? Sumpah aneh banget, terlebih mereka juga biasa saja saat tahu harus tidur di kantor.

Saat saya dan teman-teman mencoba pamit pulang pun, mereka tersenyum seakan meledek dan tahu bahwa banjir yang dilewati akan tinggi. Mereka seakan bisa memperkirakan ketinggian banjir dari curah hujan yang terjadi saat itu. Setelah kami coba untuk lewat, jujur memang tinggi banget. Untuk curah hujan normal selama 2-3 jam saja, ketinggian banjir bisa mencapai betis. Pantas saja, para pekerja di perusahaan sepertinya lebih memilih tidur di kantor daripada nombok motor yang rusak.

Terjebak di kos selama tiga hari

Saking parahnya banjir di Semarang Utara, saya dan teman-teman pernah menemui situasi kantor libur berhari-hari karena jalanan mati nggak bisa dilewati. Bayangkan, kantor libur bukan karena tanggal merah atau acara nasional, tapi karena banjir setinggi perut. Saya masih ingat betul pengalaman sialan tersebut terjadi pada Tahun Baru 2023.

Saya begitu ingat karena pada saat itu kedua teman saya yang seharusnya ngekos bersama malah pergi. Satu teman saya tinggal di Kudus dan satu lagi pulang ke Solo. Saya tentu nggak pulang ke rumah karena lebih memilih hemat ongkos, maklum mahasiswa semester akhir butuh uang. Tersisa saya sendiri ditinggal pergi saat momen tahun baru. Setelah saya pikir-pikir, bajingan juga teman-teman saya ini.

Baca Juga:

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

Jangan Ngaku Pengusaha Hebat kalau Belum Sukses Jualan di Semarang, Kota Ini Super Keras!

Saya ingat betul tanggal 1 Januari 2023 adalah hari Minggu. Nah, Sabtu malamnya kebetulan hujan deras dari pukul 10 malam sampai pagi menjelang. Hujan adalah cuaca paling cocok untuk tidur, maka saya nggak ada feeling apa pun mengenai hujan tersebut. Pagi harinya, begitu kagetnya ketika melihat jalan depan kos sudah dipenuhi air setinggi perut. Juohhh~

Nggak ada warung makan buka

Teman saya saat itu langsung dikabari bahwa kantor libur sampai banjir surut, yang mana memerlukan waktu tiga hari untuk sekadar bisa dilewati motor. Iya benar, tiga hari pun sebenarnya belum surut, tapi sudah bisa dilewati kendaraan. Bangsatnya, kedua teman saya yang tahu kantor diliburkan dalam waktu lama nggak langsung pulang ke Semarang. Jadi, pengalaman ini adalah tahun baru pertama di luar kota, sendirian, nggak ada teman, dan sama sekali nggak bisa ke mana-mana.

Untungnya, ibu kos sangat baik. Beliau mau masak untuk anak kos yang terjebak selama tiga hari tersebut. Ya gimana, kami nggak bisa keluar cari makan karena semua toko dan warung makan tutup. Belum lagi, kami harus berjalan melewati banjir setinggi perut, jelas skippp.

Bagaimanapun, sulit rasanya menyelesaikan permasalahan banjir di Semarang-Demak. Terlalu banyak variabel yang perlu dipikirkan mulai dari turunnya muka tanah, kenaikan air laut, sampai banjir rob yang selalu menghantui. Semoga cepat ada penyelesaiannya agar pengalaman buruk saya nggak menjadi konsumsi sehari-hari warga sekitar.

Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Semarang Banjir Besar, Mematahkan Konsep Lagu “Semarang Kaline Banjir” karena Sekarang Semua Daerah Banjir!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Maret 2024 oleh

Tags: banjirSemarangsemarang utaraterboyo
Muhammad Iqbal Habiburrohim

Muhammad Iqbal Habiburrohim

Seorang lokal Yogyakarta yang menjalani hidup dengan rute yang dinamis. Berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain demi tuntutan profesi, sembari merawat kewarasan dengan menumpahkan segala keluh kesah ke dalam barisan kata.

ArtikelTerkait

Jakarta Selatan, Tempat Paling Ideal bagi para Perantau. Lebih Aman, Nyaman, dan Terjangkau dari Daerah Jakarta Lainnya semarang

Kenapa 30 Menit di Semarang Dibilang Jauh, tapi di Jakarta Dibilang Deket

15 Agustus 2025
Jangan Berkendara di Tembalang kalau Nggak Kuat Mental Mojok.co

Jangan Berkendara di Tembalang kalau Nggak Kuat Mental

27 November 2023
Perempatan Jetis Mojokerto, Jalan Utama Penghubung Antardesa yang Mengenaskan

Perempatan Jetis Mojokerto, Jalan Utama Penghubung Antardesa yang Mengenaskan

26 Januari 2024
Wingko Babat Kok Jadi Makanan Khas Semarang?

Wingko Babat Kok Jadi Makanan Khas Semarang?

27 November 2019
Ironi Jalan Ahmad Yani Banyuwangi: Jalan Depan Kantor Bupati, tapi Langganan Banjir Mojok.co

Ironi Jalan Ahmad Yani Banyuwangi: Jalan Depan Kantor Bupati, tapi Langganan Banjir

4 Februari 2024
7 Culture Shock Orang Sulawesi ketika Merantau ke Semarang Mojok.co

7 Culture Shock Orang Sulawesi ketika Merantau ke Semarang

29 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.