Informasi
ADVERTISEMENT

Pengalaman Setahun Lebih di Kos LV: Tempatnya Kumuh, dan Selalu Denger Suara Desahan di Malam Hari

Geliat Kos LV Malang: Belum Setenar, Seheboh, dan “Tersentralisasi” Kos LV Jogja, tapi Sama-sama Dianggap Meresahkan  

Pelajaran berharga dari kos LV

Saya jadi tahu, memilih tempat tinggal itu nggak bisa cuma lihat harga atau lokasi. Jika tidak ingin privasimu terganggu, ya jangan ngekos di kos LV. Kos jenis LV dikenal sebagai tempat pelampiasan hasrat. Saya tau itu. Namun, saya tidak pernah menduga, fasilitas dan kebersihan kos akan seburuk ini.

Lingkungan tempat kita tinggal itu sangat berpengaruh sama kesehatan mental dan fisik kita. Jadi, cari tempat tinggal yang nyaman dan layak untuk di tinggali. Suka atau tidak dengan kos LV itu urusan masing-masing. Namun, semoga tulisan ini bisa menjadi pertimbangan untuk kalian yang ingin ngekos di jenis kos ini.

Sampai sekarang, saya masih di kos ini. Mungkin karena sudah terlalu betah dengan segala keanehannya. Atau mungkin karena belum nemu kosan lain yang sepadan dengan dompet. Tapi satu hal pasti, pengalaman ini akan selalu jadi cerita unik yang bisa saya bagikan.

Penulis: M. Rafikhansa Dzaky Saputra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Saya sebagai “Anak Baik-baik” Tinggal di Kos LV Jogja yang Penuh Drama

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2025 oleh .

M. Rafikhansa Dzaky Saputra

Nama saya M. Rafikhansa Dzaky Saputra lahir di Salatiga, 12 Maret 2003. Saya adalah seorang conten creator. Berbekal latar belakang tersebut, saya memiliki keahlian dalam pengelolaan konten, dokumentasi visual, desain dan lain-lain. Juga seroang Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta yang pernah berkeliaran di LPM Pabelan dan akrab dengan nasihat bahwa "sukses itu harus jadi PNS"