Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pengalaman Naik Bus ALS Medan-Bukittinggi dan Toilet yang Tak Terlupakan

Dessy Liestiyani oleh Dessy Liestiyani
12 November 2021
A A
Pengalaman Naik Bus ALS Medan-Bukittinggi dan Toilet yang Tak Terlupakan terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Ini memang cerita lama yang “dibuang sayang”. Kejadiannya sekitar lima tahun yang lalu, namun masih membekas, berkerak parah di memori saya.

Alkisah, saya dan suami harus menyelesaikan sebuah urusan di kota Medan. Saat itu, kondisi saldo rekening kami memang ndak cucok buat dipamerin di medsos atau gaya-gayaan salah transfer 2M. Jadilah kami memutuskan untuk sedikit melakukan penghematan. Pergi naik pesawat, pulang naik bus saja.

Tersiar kabar cukup banyak pilihan bus dari Medan menuju Bukittinggi, kota tempat tinggal saya. Dan dibandingkan dengan pesawat, selisih harga moda transportasi ini memungkinkan saya untuk menabung beberapa ratus ribu saat itu. Lumayan juga.

Setelah browsing sana sini, pilihan pun jatuh pada bus legenda, ALS. Ah, siapa tak kenal bus ALS? Saya memang sengaja memilih PO bus ini ya karena sudah ngetop namanya. Dari referensi, PO bus ALS sudah beroperasi sejak tahun 1966. Saya harus meyakini bahwa bus yang saya pilih cukup nyaman untuk kondisi saya saat itu. Sebagai penganut jargon “sadar sudah tua”, saya merasa nggak bisa selonong boy lagi perkara ini. Nggak perlu sok-sok-an adventurir deh kalau akhirnya saya juga yang ngerasain pegal linu sakit pinggang tiga hari tiga malam. Repot!

Satu hal yang paling bikin senewen buat saya yaitu masalah perhajatan. Paling nggak, saya kudu memilih armada yang punya toilet di dalam. Penting banget, je! Walaupun perjalanan dijanjikan cuma 1×24 jam dengan beberapa kali pemberhentian, tetap saja buat saya kebelet pipis itu seperti jailangkung, datang nggak diundang.

Dan ketika armada bus datang, yang saya tengok pertama kali adalah toiletnya. Paling nggak, saya bisa mengatur strategi, apa yang harus dipersiapkan seandainya saya kudu menjajal wahana ini.

Secara kasatmata, ukurannya jelas slim fit banget, ya. Maksud saya, ruangannya sempit, rapat, ngepas badan gitu. Maklum sih namanya juga fasilitas darurat. Saya sudah pikirkan baik-baik, ketika nanti kebelet, sebaiknya saya nggak bawa gembolan yang nggak perlu. Cukup bawa tisu basah di kantong kanan, tisu kering di kantong kiri, semprotan wangi-wangi di kantong depan, plus hape di saku atas (eh, kok banyak).

Ketika pintu toilet dibuka, saya melihat ada tiga barang di dalamnya. Kloset duduk, wastafel, dan gayung. Oke, saya perlu menyiapkan tisu kering lebih banyak untuk mengalasi paha saat duduk. Atau kalau saya mau nekat, jongkok saja di kloset duduk tersebut. Saya pun mencari-cari sesuatu yang bisa dijadikan pegangan. Ah, sepertinya sih “aman” saja.

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

Keberadaan wastafel dan gayung sebenarnya cukup melegakan saya. Hal ini menunjukkan SOP percebokan di bus ALS ini cukup higienis. Coba kalau yang disediakan ember berisi air, pikiran saya pasti jadi toxic banget membayangkan air dalam ember tersebut mungkin bekas diobok-obok penumpang lain (huhuhu, maafkan kalau saya terlalu jijikan mind blowing).

Kondisi toilet juga mengugurkan niat untuk mengganti sepatu yang saya pakai dengan sendal jepit. Lah, nanti kalau tanpa sadar jemari saya menginjak hal-hal yang nggak sepatutnya, malesss bangeeet, kaaan?

Awalnya, hasil pandangan mata itu cukup menguatkan mental untuk no worry kalau kebelet di tengah jalan. Tapi ternyata, kenyataan nggak seindah Chef Juna…

Setengah perjalanan, saya pun nyerah menjaga pertahanan kandung kemih saya. “Ku tak sanggup,” kalau kata Krisdayanti. Akhirnya, dengan mengingat-ingat strategi yang telah saya rancang sebelumnya, saya membulatkan tekad menyeret kaki menuju toilet yang aromanya sudah manggil-manggil itu.

Dan saat itu saya menyadari kesalahan terbesar saya. Jangan pernah ke toilet ketika bus sedang napak tilas di jalan berkelok-kelok. Perjuangan membuang hajat nggak kalah berliku dari jalan yang sedang kamu lalui itu. Percayalah!

Seberapapun kuatnya desakan kandung kemihmu, lupakan harapan bisa sprint ketika menelusuri koridor menuju bagian belakang bus. Bisa berjalan tegak tanpa terombang-ambing saja sudah bagus. Pintu toilet di “ujung kulon” itu pun seketika berubah menjadi sosok motivator, “Ayooo, kamu bisaaa!”

Dan ketika akhirnya sampai di TKP, strategi perhajatan yang sudah disusun sedemikian rupa pun luluh lantak hancur berantakan! Boro-boro mikirin gimana jongkok di kloset, nahan keseimbangan berdiri saja susah. Kombinasi jalanan berkelok dan gairah pembalap sang sopir, sukses berat bikin saya kejedot sana sini dan nginjek ini itu. Hmmm…

Juaranya, begitu saya merasa sudah ready-get set-go, eh ternyata pipisnya ngambek. Duh! Mungkin karena kelamaan ditahan-tahan, malah jadi susah keluarnya. Jadi, saya kudu ikhlas menghabiskan waktu lebih lama di ruangan slim fit itu, bertahan menghadapi goncangan dan gempuran bau. Ya Allah, selesaikanlah misi ini, please.

Akhirnya, sampai juga saya pada akhir petualangan perbeseran ini. Saya pun kembali mengalami dejavu ketika menyusuri koridor bus untuk kembali ke seat. Dari sudut pandang toilet, tempat duduk saya itu jadi terlihat sangat “bling-bling”.

Ah, istimewa sekali. Seperti merindukan bakpau, ingin sesegera mungkin saya merasakan kehangatan dan keempukannya. Tapi untuk mencapainya, ya saya kudu rela merasakan kegonjang-ganjingan jalan berliku itu sekali lagi.

Entah mengapa, bila (dipaksa) mengingat kesan-kesan bepergian dengan bus AKAP rute Medan-Bukittinggi, ya hanya pengalaman kencing itulah (iya, hanya itu) yang masih nemplok di benak saya sampai sekarang. Dan kisah memorable itupun diakhiri dengan “jackpot” berjamaah saya dan suami di seat kami.

“Cukup sudah,” kata mendiang Glenn.

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 November 2021 oleh

Tags: BusPO ALSToilet
Dessy Liestiyani

Dessy Liestiyani

Tinggal di Bukittinggi. Wiraswasta, mantan kru televisi, penikmat musik dan film.

ArtikelTerkait

Saya Kapok Naik Bus Ekonomi Madura-Surabaya, Armada Bobrok dan Pelayanan Bintang Satu Mojok.co

Saya Kapok Naik Bus Ekonomi Madura-Surabaya, Armada Bobrok dan Pelayanan Bintang Satu

19 Juni 2024
Percayalah, Pergi Jauh Tanpa Izin Orang Tua Adalah Ide yang Sangat Buruk

Naik Bus Trans Kota Mengajarkan Kita tentang Kesabaran

6 Maret 2020
Bus Ekonomi Mustika, Penguasa Jalanan Semarang-Jogja: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Berkawan Sepi

Bus Ekonomi Mustika, Penguasa Jalanan Semarang-Jogja: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Berkawan Sepi

29 September 2023
Repotnya Mahasiswa Asal Ponorogo yang Kuliah di Malang, Mudik jadi Barang Mahal Mojok.co

Repotnya Mahasiswa Asal Ponorogo yang Kuliah di Malang, Mudik jadi Barang Mahal

10 November 2023
halte bus transjakarta

Jangan Naik Transjakarta Jika Terburu-buru

17 November 2021
12 Kosakata Bahasa Tegal yang Biasa Digunakan dalam Percakapan Sehari-hari

Culture Shock Berkendara di Tegal: Nyala Lampu APILL yang Agak Laen dan Bau Teh di Mana-mana

23 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.