Rokok Sehat Tentrem Ternyata Bikin Sehat Beneran

Pengalaman 2 Tahun Mengisap Rokok Herbal: Lho kok Sehat Beneran?

Pengalaman 2 Tahun Mengisap Rokok Herbal: Lho kok Sehat Beneran? (Ari Lucianus via Shutterstock.com)

Bagi kalangan ahli isap (perokok) pasti pernah mendengar namanya rokok herbal. Rokok yang katanya dipercaya mengandung khasiat kesehatan ini sudah menjamur dan banyak ditemui di warung-warung kelontong dekat rumah. Dengan tagline “rokok sehat”, produk ini mampu meraih sebagian pasar perokok pada umumnya. Ini dibuktikan dengan perokok herbal di lingkungan rumah saya semakin banyak. Dan penjualnya juga semakin untung. Salah satu brand yang makin terkenal adalah Sehat Tentrem.

Produk herbal ini sendiri berbeda dengan rokok pada umumnya. Menurut National Cancer Institute, jenis  herbal tidak menggunakan tembakau, melainkan campuran dari berbagai tumbuhan dan daun rempah-rempah seperti daun kayu manis, secang, dan lain sebagainya. Meskipun begitu, tidak semua produk tersebut komposisinya 100 persen berisi rempah-rempah. Komposisi tersebut hanya untuk campuran, sedangkan bahan utamanya tetap pakai tembakau dan cengkeh.

Jadi jangan heran jika ketika Anda merokok herbal, salah satunya Sehat Tentrem, akan merasakan rasa pahit di mulut. Rasa tersebut dihasilkan dari campuran rempah-rempah yang komposisinya hampir mirip dengan jamu tradisional. Beberapa perokok mempunyai cara untuk mengurangi rasa pahit tersebut dengan memakai once (pipa) dari kayu atau tulang sapi yang sudah dimodif.

Produk isap herbal ini juga dipercaya mempercepat kesembuhan obat flu. Banyak orang yang sudah membuktikan cara tersebut dan sembuh dari flu. Ya, meskipun belum ada uji lab untuk menguji kebenaran tersebut, tapi saya sudah merasakan pengalaman tersebut. Silakan dicoba, hehehe.

Selain membantu mempercepat kesembuhan flu, mereka juga percaya bahwa produk tersebut memberikan dampak kesehatan badan. Seperti kebugaran, jarang batuk-batuk, dan bisa mengurangi kambuhnya penyakit asma. Ini seperti yang dialami Slamet teman saya. Dia mempunyai penyakit asma puluhan tahun dan sudah berhenti merokok. Setiap hari dia bergantung dengan inhaler yang dia bawa ke mana-mana. Alat tersebut berfungsi untuk mengobati asmanya jika kambuh. Dan kebiasaan tersebut sudah berjalan selama 10 tahun.

Di tahun ke-11, dia mencoba Sehat Tentrem, setelah mendapat rekomendasi dari temanya yang sama-sama mempunyai penyakit asma. Harganya Rp35 ribu untuk isi 12 batang. Awalnya dia agak ragu untuk merokok lagi. Akan tetapi melihat temannya yang asmanya jarang kambuh, membuat teman saya ini merokok lagi setelah 10 tahun tidak merokok. Sudah setahun merokok Sehat Tentrem dan asmanya tidak pernah kambuh lagi, katanya.

Saya sendiri, sebelum mengenal produk herbal, adalah penikmat rokok pada umumnya. Saya mencoba produk tersebut juga baru pada awal 2020 setelah dikasih sama teman saya. Waktu itu memang saya tidak merokok beberapa hari karena batuk dan sesak dada. Rokok herbal yang saya coba pertama kali adalah  Herbal Mawon milik Sehat Tentrem. Rasanya hampir mirip dengan Dji Sam Soe, tapi lebih tebal dan lebih terasa perpaduan tembakau, cengkeh, dan rempahnya. Sangat cocok dinikmati pagi hari ditemani secangkir kopi pahit.

Saat ini, saya sudah istiqomah satu tahun mengkonsumsi Sehat Tentrem. Tentu ada perbedaan yang saya rasakan. Saya tidak pernah sesak nafas, batuk-batuk, dan badan kembali bugar setelah bangun tidur. Tentu setiap orang tidak sama seperti yang saya rasakan.

Tapi, ada yang harus diingat. Rokok herbal atau bukan, tetap menyimpan bahaya. Keduanya mengandung nikotin. Kalau kalian berminat mencoba Sehat Tentrem, saran saya tetap patuhi batas. Batasnya ya hanya kalian yang tahu. Pokoknya, jangan berlebihan.

Itulah pengalaman saya mengonsumsi rempah campur tembakau yang nikmat tersebut. Kalau kalian punya rekomendasi produk, boleh lho dibagi di kolom komentar.

Penulis: Miftakhul Huda
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Rekomendasi 5 Rokok Murah dengan Rasa Mewah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Exit mobile version