Informasi
ADVERTISEMENT

Pati dan Gunungpati, dua daerah yang terdengar mirip, tapi nasibnya berbeda

Pati dan Gunungpati, dua daerah yang terdengar mirip, tapi nasibnya berbeda Mojok.co

Saya warga lokal (warlok) Pati yang sudah lelah disalahpahami sebagai orang Gunungpati. Awalnya saya biasa saja disalahpahami seperti itu, tapi lama-lama lelah juga kalau harus menjelaskan berulang kali. Itu mengapa, saya menuliskan artikel ini. 

Pati dan Gunungpati memang dua daerah yang terdengar mirip, tapi aslinya, jauh berbeda. Mulai dari lokasi hingga statusnya, dua daerah ini beda nasib. 

Pati itu nama kabupaten, Gunungpati itu kecamatan di Semarang

“Orang mana?”

“Pati.”

“Oh, Gunungpati, Semarang?”

Entah berapa kali percakapan semacam itu saya dengar ketika berkenalan dengan orang baru. Banyak orang mengira Pati dan Gunungpati itu sama, padahal jauh berbeda. Kabupaten ini terletak di antara Kudus, Purwodadi, dan Blora. 

Sementara, Gunungpati adalah salah satu kecamatan di Kota Semarang. Walau hanya setingkat kecamatan, Gunungpati memang daerah yang lumayan populer karena terdapat perguruan tinggi negeri di sana, UNNES. 

Mungkin itu mengapa orang-orang yang mendengar kata “Pati” langsung mengasosiasikannya dengan Gunungpati ya. Terlebih bagi banyak anak muda yang lebih banyak terpapar informasi soal perguruan tinggi daripada nama-nama daerah di Pulau Jawa. 

Punya potensi untuk ternama

Orang-orang tidak kenal Kabupaten Pati bukanlah dosa, bukan kesalahan besar yang harus dibenci. Pengalaman ini malah menyadarkan saya, sebagai warlok, bahwa tanah kelahiran saya ternyata tidak terkenal atau belum populer seperti dalam bayangan. 

Itu mengapa, perlu branding atau pengemasan yang serius soal daerah ini agar semakin dikenal orang. Terlebih, Pati sebenarnya punya potensi daerah yang nggak kaleng-kaleng sebenarnya. 

Ada banyak hal yang bisa diceritakan dari tanah kelahiran saya, terutama soal hasil alam dan kuliner. Ngomong soal kuliner? Daerah dengan julukan Bumi Mina Tani ini punya nasi gandul. Selain itu, Pati juga kaya akan makanan hasil laut. Salah satunya adalah bandeng. Selama ini bandeng lebih populer sebagai oleh-oleh dari Semarang dalam bandeng presto. Padahal, makanan itu sebenarnya berasal dari Juwana, Pati. 

Itu baru soal makanan. Bumi Mina Tani ini juga punya cerita sejarah yang panjang dan menarik. Sayang, semua itu masih belum dikenal banyak orang. 

Pekerjaan rumah bersama 

Tidak semua orang harus langsung mengenal Pati, tetapi tidak ada salahnya jika daerah ini semakin dikenal melalui cerita warganya. Tidak harus lewat promosi besar-besaran, cukup dengan membagikan pengalaman dan kekhasan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sebab, menyebut asal daerah seharusnya menjadi awal sebuah cerita, bukan pekerjaan tambahan untuk meluruskan kesalahpahaman. Siapa tahu, suatu saat nanti, ketika seseorang mendengar kata Pati, yang teringat bukan hanya Gunungpati dan UNNES, tetapi juga Kabupaten Pati dengan segala kekhasannya.

Dan kalau suatu hari jawaban “Pati” dibalas dengan, “Oh, Pati yang punya nasi gandul itu, ya?” rasanya menyenangkan juga. Setidaknya, nama kampung halaman sudah mulai dikenal melalui cerita yang lebih dekat daripada sekadar kemiripan nama.

Penulis: Frisha Ria Febri Ramdani
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2026 oleh .

Frisha Ria Febri Ramdani

Kontributor aktif media opini dan satir.