Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

Mohammad Rafatta Umar oleh Mohammad Rafatta Umar
4 Februari 2026
A A
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kondisi Pasar Minggu saat ini sebetulnya sedang berada di ujung tanduk. Semakin hari semakin sepi. Pedagang yang dulu sibuk melayani pelanggan setiap hari, sekarang malah lebih banyak bengongnya sambil memikirkan nasib. Sangat berbanding terbalik kondisi keramaiannya bila dibandingkan ketika saya masih kecil. Per 2025 kemarin saja pihak manajemen menyatakan bahwa ada 300 kios yang tutup di sana. 

Semuanya berawal dari pandemi Covid-19 pada 2020 kemarin. Meskipun pandemi sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu, dampaknya masih terasa pada para pedagang di Pasar Minggu. Aturan yang membatasi aktivitas di luar rumah membuat masyarakat sampai saat ini terbiasa untuk membeli kebutuhan melalui toko-toko online. Tinggal klik dan barang pun sampai di rumah. Hal tersebut lebih efisien dan tentunya nggak bisa disalahkan.

ADVERTISEMENT

Sekarang pertanyaannya adalah sampai kapan Pasar Minggu ingin terus seperti ini? Apakah mau bangunan-bangunan pasar yang terlanjur berdiri itu terlantar sehingga menjadi angker? Kalau jawabannya tidak, ada baiknya pengelola Pasar Minggu belajar dari tetangga-tetangganya yang pernah juga mati dimakan sepi, tapi bisa bangkit kembali dengan hebat, yaitu Blok M Square dan Pasar Santa.

Belajar dari Blok M Square dan Pasar Santa

Dulu, pandemi juga mematikan Blok M Square dan Pasar Santa. Namun, mereka bisa bangkit kembali dengan mengundang pedagang-pedagang yang menawarkan produk yang diminati anak-anak muda di Jakarta. Sampai sekarang kalau kita mengunjungi Blok M Square di akhir pekan, ramainya minta ampun. Bahkan, netizen sampai berkelakar dengan mendeklarasikan Negara Blok M. 

Ramainya Blok M Square disebabkan ada banyak jenis produk yang membuat anak muda ingin mengunjungi, yaitu kuliner, buku bekas, dan rekaman musik fisik. Begitu pun dengan Pasar Santa. Di sana kita bisa menemukan berbagai macam jenis kopi dari berbagai daerah. Sekarang siapa sih orang yang nggak suka ngopi? Selain itu, di sana kita juga bisa menemukan aksesoris-aksesoris yang sesuai dengan selera anak muda Jakarta saat ini.

Hal-hal tersebutlah yang absen dari Pasar Minggu. Produk yang ditawarkan oleh pedagang-pedagang masih cenderung terfokus kepada sembako, pakaian, dan perangkat teknologi. Inilah yang menjadi PR bagi pengelola. Mereka harus mencari cara untuk mengundang banyak pedagang yang menawarkan produk yang diminati anak muda.

BACA JUGA: Panduan Membedakan Blok M Plaza, Blok M Square, dan M Bloc Space bagi Kalian yang Masih Newbie di Jaksel

Ketinggalan zaman soal digitalisasi

Hal yang selanjutnya perlu dilakukan untuk pengelola adalah memasuki ruang digital. Jujur saja, Pasar Minggu sangat ketinggalan soal digitalisasi. Padahal, ruang digital penting untuk dikuasai agar pihak pengelola bisa mempromosikan berbagai hal yang ada di Pasar ini. 

Baca Juga:

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

Gultik Blok M Jaksel, Kuliner Penuh “Kebohongan” yang Telanjur Dikenal Enak dan Murah 

Langkah ini sudah diambil terlebih dahulu oleh Blok M Square dan Pasar Santa melalui akun Instagram mereka, yaitu @blokmsquare dan @pasarsanta. Di sana kita bisa melihat bagaimana akun yang dikelola secara resmi tersebut mempromosikan pedagang-pedagang di tempatnya masing-masing. Lah, sedangkan Pasar ini punya akun Instagram saja nggak. Bagaimana anak-anak muda yang digital native mengetahui dan mau berkunjung ke Pasar?

BACA JUGA: 4 Hal Penting yang Harus Diketahui Jika Ingin Berkunjung ke Blok M Jaksel agar Kunjunganmu Tidak Sia-sia

Pasar Minggu, bersiaplah mati kalau tidak mau adaptasi

Sebenarnya kunci agar Pasar ini tidak mati di kemudian hari adalah beradaptasi dengan zaman. Memang betul Pasar Minggu itu merupakan pasar tradisional. Tapi, bukan berarti akan terus dikelola dengan cara-cara tradisional dong. Pihak pengelola nggak boleh gaptek kayak boomer yang sulit dikasih tau mengenai perubahan zaman. 

Kunci selanjutnya adalah prinsip ekonomi dasar, yaitu supply dan demand. Pengelola harus bisa membaca minat anak muda. Dan, mengisi kios-kios kosongnya dengan pedagang yang menjual produk yang diminati tersebut. Bila kedua kunci itu diterapkan segera dengan baik oleh pihak pengelola, tidak perlu waktu lama untuk mengembalikan Pasar ini ke masa kejayaannya.

Bukankah keren bila Pasar Minggu kembali ramai dan mendeklarasikan dirinya sebagai Negara Pasming untuk menyaingi Negara Blok M?

Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Dekat Markas Besar Polisi, Tapi Banyak Preman di Blok M Jaksel, Mengapa?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2026 oleh

Tags: blok mPasar Minggupasar santa
Mohammad Rafatta Umar

Mohammad Rafatta Umar

Mahasiswa Ilmu Politik di Jaksel yang pesimis sama negara.

ArtikelTerkait

Juru Parkir Liar Blok M Meresahkan, Nongkrong Jadi Nggak Tenang Mojok.co

Juru Parkir Liar Blok M Meresahkan, Nongkrong Jadi Nggak Tenang

1 Juni 2024
Cerita Horor Blok M Buatan Kawan Saya Bikin Saya Yakin Semua Urban Legend adalah Karangan

Cerita Horor Blok M Buatan Kawan Saya Bikin Saya Yakin Semua Urban Legend Adalah Karangan

9 Mei 2025
Derita Jadi Orang Jakarta Selatan di Perantauan: Dicap Anak Gaul, padahal Aslinya Biasa Aja Mojok.co

Cerita Orang Jakarta Selatan di Perantauan: Dicap Anak Gaul, padahal Aslinya Biasa Aja

5 November 2025
Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

27 Januari 2026
4 Hal Penting yang Harus Diketahui Jika Ingin Berkunjung ke Blok M Jaksel agar Kunjunganmu Tidak Sia-sia

4 Hal Penting yang Harus Diketahui Jika Ingin Berkunjung ke Blok M Jaksel agar Kunjunganmu Tidak Sia-sia

7 Desember 2025
5 Tempat Makan Paling Oke di Blok M

5 Tempat Makan Paling Oke di Blok M

13 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.