Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Papeda Gulung, Culture Shock Pertama Saya di Dunia Kuliner

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
31 Mei 2023
A A
Papeda Gulung, Culture Shock Pertama Saya di Dunia Kuliner

Papeda Gulung, Culture Shock Pertama Saya di Dunia Kuliner (Gunawan Kartapranata via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Papeda gulung? Makanan apa lagi ini?

Ada banyak culture shock yang dialami oleh orang yang merantau ke daerah yang beda kota/kabupaten bahkan provinsi. Salah satunya perihal makanan. Misal orang asal Jawa Tengah dan sekitarnya biasa mengkonsumsi ayam geprek yang beneran digeprek. Ketika mereka merantau ke Jakarta, ternyata ayam geprek di sana cuma dioles sambal, tanpa digeprek. Atau yang lebih parah, sambalnya ditaruh di plastik kecil dan tetap ayamnya nggak digeprek.

Saya juga mengalami culture shock yang serupa. Tapi, culture shocknya dari kudapan di sekitar tempat asal saya, yaitu Cikarang. Bukan kudapan dari luar daerah asal saya. Terus terang saya nggak menyangka bisa punya culture shock di dunia kuliner. Soalnya lidah dan perut saya cocok-cocok aja dikasih makanan apa pun. Yang penting halal.

Awal mengenal papeda gulung

Culture shock pertama saya di dunia kuliner adalah papeda gulung. Awal mula mengetahui jajanan ini ketika pimpinan kantor saya di Sulawesi memberi tugas dinas ke Jakarta. Setelah segala tugas di Jakarta selesai, saya menyempatkan untuk pulang ke rumah orang tua di Cikarang. Karena di dekat rumah orang tua banyak SD dan MI, saya sempat melewati banyak tukang jajanan di dekat SD/MI.

Salah satu tukang jajanan yang menarik adalah pedagang papeda. Sebenarnya, di awal saya nggak begitu tertarik untuk membeli. Tapi, namanya bikin rasa penasaran saya membara. Saya pengen tahu gimana bentuk dari papeda yang dijual di depan SD. Mengingat di Sulawesi saya biasa mengkonsumsi makanan sejenis papeda, yaitu sinonggi dan kapurung. Jadi, saya sedikit banyak tahu tentang papeda.

Terkaget-kaget

Selepas saya membeli papeda gulung, saya mengalami culture shock untuk pertama kali di dunia kuliner. Perasaan kaget, bingung dan heran bercampur menjadi satu. Pokoknya, rasanya kayak permen nano nano. Rame banget perasaan di relung hati terdalam.

Culture shock yang saya alami ini terjadi karena perbedaan yang sangat kontras antara makanan sejenis papeda yang pernah saya makan dengan papeda gulung. Biar kamu tahu perbedaannya bakal saya sebutkan satu persatu. Perbedaan pertama adalah bahan dasar utama. Setahu saya, bahan dasar utama adonan papeda gulung adalah tepung tapioka/sagu, tepung terigu dan telur. Sedangkan bahan dasar papeda dari Papua itu hanya menggunakan tepung sagu tanpa campuran apa pun.

Lanjut perbedaan kedua yaitu cara masak. Cara memasak papeda gulung dengan the real papeda itu beda jauh. Cara masak papeda gulung dengan menuangkan adonan ke atas wajan anti lengket yang telah diberi margarin dan dipanasi terlebih dahulu. Kalau cara masak the real papeda lebih sederhana. Cukup dengan menuangkan air panas mendidih ke sagu yang sudah diletakan pada baskom, kemudian diaduk sampai masak.

Baca Juga:

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

4 Ciri Penjual Cilor Gulung yang Pasti Enak dan Bikin Ketagihan

Perbedaan ketiga adalah topping. Di papeda original nggak perlu pake topping. Sementara, di papeda gulung perlu topping. Umumnya, toppingnya berupa telur, saos dan bubuk cabe. Tapi, ada juga yang memberikan topping seperti mayonase dan bihun.

Berikutnya, perbedaan keempat yaitu hidangan pendamping. Papeda gulung nggak perlu hidangan pendamping. Alias tinggal lep (makan). Sedangkan, papeda dari Papua membutuhkan hidangan pendamping seperti makanan olahan ikan dan sayur berkuah.

Setelah itu, perbedaan kelima adalah kategori makanan. Papeda gulung termasuk jenis jajanan. Sama seperti sempol, pentol dan cilok. Sedangkan the real papeda termasuk makanan berat/pokok. Sekelas dengan nasi, singkong dan kentang.

Perbedaan keenam atau yang terakhir yaitu cara mengonsumsinya. Umumnya papeda gulung dikonsumsi dengan cara dikunyah. Sementara papeda original nggak perlu dikunyah terlebih dahulu. Cara mengonsumsi papeda original biasanya ditelan bulat-bulat.

Saran untuk pedagang

Untuk seluruh pedagang papeda gulung di Indonesia, sebaiknya kembalikan nama makanan sesuai fitrahnya. Pasalnya, setahu saya, asal nama jajanan ini bukan papeda gulung. Melainkan cilung alias aci digulung. Dengan dikembalikannya nama cilung, dapat mencegah culture shock orang yang pernah mencicipi masakan dari Indonesia bagian timur seperti saya. Ini sih cuma sekadar saran remeh dari saya untuk seluruh pedagang makanan ini di Indonesia. Kalau sarannya bisa diterima, ya syukur. Tapi, kalau nggak diterima, coba deh dipikir-pikir lagi, masa sih nggak mau nerima?

Sumber gambar: Gunawan Kartapranata via Wikimedia Commons

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sinonggi: Makanan Khas Orang Timur yang Kayak Lem

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Mei 2023 oleh

Tags: aciculture shockpapedapapeda gulung
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Nasi Goreng kok Lemes? Culture Shock yang Saya Rasakan di Magelang

Nasi Goreng kok Lemes? Culture Shock yang Saya Rasakan di Magelang

26 Agustus 2023
15 Jajanan Olahan Aci Asal Jawa Barat dari Cireng hingga Cipet, Semuanya Enak! Mojok.co

15 Jajanan Olahan Aci Asal Jawa Barat dari Cireng hingga Cipet, Semuanya Enak!

27 Juli 2024
Rujak Buah Pakai Tahu dan Nasi Goreng Pakai Saos: Culture Shock Orang Garut di Kabupaten Gresik

Rujak Buah Pakai Tahu dan Nasi Goreng Pakai Saos: Culture Shock Orang Garut di Gresik

9 September 2023
Bandung di Mata Perantau dari Medan, Bikin Kaget dan Perlu Banyak Waktu Adaptasi Mojok.co

Bandung di Mata Perantau dari Medan: Banyak Culture Shock, Perlu Waktu Lama untuk Adaptasi

27 Februari 2024
Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Barabai Kalimantan Selatan: Nggak Ada Indomaret di Barabai

Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Barabai Kalimantan Selatan: Nggak Ada Indomaret di Barabai

9 Desember 2023
Masjid di dekan kawasan simpang lima semarang underground city bekasi

Culture Shock Penduduk Planet Bekasi Saat Merantau ke Kota Semarang: Bangjo? Apa Itu? Lho, Siomai kok Digoreng?

6 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya Terminal

4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya

9 Maret 2026
9 Jenis Kucing Pemikat Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing (Unsplash)

9 Jenis Kucing Terbaik yang akan Mendatangkan Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing

7 Maret 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash) bandung

Kota Malang Mirip Bandung: Sama-Sama Adem dan Sejuk, tapi Lebih Rapi dan Terawat

8 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Apa yang Bisa Dibanggakan dari Daihatsu Ayla 2018? Sebiji Kaleng Susu Diberi Roda kok Dibanggakan

Apa sih yang Bisa Dibanggakan dari Daihatsu Ayla 2018? Sebiji Kaleng Susu Diberi Roda kok Dibanggakan

11 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” Mojok.co ka kahuripan

KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan, Kereta Api Paling Nanggung dan Melelahkan bagi Penumpang

10 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.