ADVERTISEMENT

Pantai Slili Gunungkidul indah untuk dikunjungi, tapi jalannya bikin trauma 

Pantai Slili Gunungkidul indah untuk dikunjungi, tapi jalannya bikin trauma  Mojok.co

Pantai di sisi selatan Gunungkidul memang punya daya pikat tersendiri. Salah satunya, Pantai Slili. Pemandangan matahari tenggelam di sana tiada duanya. Semburat langit oranye, hamparan pasir putih, tebing, dan karang berpadu begitu indah. Setidaknya begitu yang beredar di media sosial. 

Pesona itulah yang menarik saya dan ketiga teman mengunjungi Pantai Slili di Gunungkidul. Tidak ada satu pun dari kami berasal dari Gunungkidul dan Jogja. Kami warga luar kota yang beneran penasaran dengan keindahan sunset pantai ini. 

ADVERTISEMENT

Berbekal Google Maps dan niat memburu sunset, kami pun berangkat menggunakan sepeda motor dari Klaten. Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Keindahan Pantai Slili Gunungkidul tidak hanya di konten

Kami berangkat dengan ekspektasi tinggi. Tidak sabar rasanya menyaksikan keindahan Pantai Slili seperti yang tersebar di medsos. Kami juga tak sabar mengabadikan momen estetik itu. 

Jujur, awalnya ada sedikit keraguan. Bagaimana kalau keindahan Pantai Slili Gunungkidul hanya ada di media sosial, tidak di dunia nyata. 

Untung saja, keraguan itu lenyap begitu saja ketika sampai di lokasi. Setelah membayar tetribusi Rp10.000 dan parkir Rp5.000, kami disuguhi pemandangan yang indah. Hamparan pasir putihnya terlihat terawat. Deburan ombaknya tenang. Suasana yang benar-benar sempurna untuk menikmati sore ini. 

Momentum yang ditunggu-tunggu pun tiba. Matahari terbenam tanpa terhalang apa pun. Sunset terlihat jelas dan dipadukan dengan tebing karang di sekelilingnya. Sungguh, pesona Pantai Slili Gunungkidul sesuai dengan yang tersebar di media sosial. 

Perjalanan pulang yang menguji nyali 

Momen indah di Pantai Slili itu hanya berlangsung sesaat saja. Setelah matahari benar-benar tenggelam, tidak ada lagi semburat jingga. Hanya tersisa suasana yang benar-benar gelap. Kami pun bergegas merapikan barang dan bersiap pulang.

Di sinilah pengalaman yang menguji mental dan jantung dimulai. 

Perjalanan pulang memaksa kami melewati jalur perbukitan Gunungkidul yang minim penerangan. Di kanan dan kiri jalan hanya ada kegelapan pekat yang menyelimuti area perbukitan dan pepohonan. Kami hanya mengandalkan sorot lampu motor yang kami kendarai untuk menerobos sepinya jalanan.

ADVERTISEMENT

Tantangan di jalur pulang ini ternyata bukan hanya soal kegelapan malam. Kondisi jalanan perbukitan Gunungkidul yang naik-turun, berkelok-kelok tajam, serta menyempit di beberapa titik benar-benar menuntut konsentrasi dan kewaspadaan tinggi. Saat berhadapan dengan tanjakan curam di tengah kegelapan, rasa khawatir itu semakin terjadi.

Kami terpaksa berkendara dengan pelan, menjaga jarak, dan saling memantau dari spion. Perasaan kami saat itu cukup campur aduk. Antara senang mendapat sunset bagus dan takut karena kondisi jalan pulang mencekam.

Jujur saja, pengalaman pulang dari Pantai Slili ini menyisakan trauma kecil dan rasa kapok sementara buat kami. Kami kapok nekat berkendara malam hari di jalur ini. Apalagi dengan rombongan yang hanya berisi cewek semuanya.

Perjalanan itu membuat saya berpikir betapa disayangkannya potensi wisata alam di Gunungkidul. Keindahan Pantai Slili ini sebenarnya menarik dikunjungi, tetapi fasilitas umum dan kemudahan akses jalan terasa kurang. Terutama dari segi penerangan jalannya di malam hari.

Keindahan sunset di Pantai Slili memang tiada duanya dan pantas diperjuangkan. Namun, kalau boleh memberi saran berdasar pengalaman, upayakan kendaraan kalian dalam kondisi prima. Usahakan pula jangan pulang terlalu malam. Semua demi kenyamanan dan keamanan saat perjalanan pulang. 

Penulis: Arsya Listya Eka Pramudita
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA  Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir dan artikel menarik lainnya di TERMINAL MOJOK.

Arsya Listya Eka Pramudita

Mahasiswa Untidar jurusan Ilmu Komunikasi.