Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Label wisata elit Pangalengan itu bualan, selama transportasi umumnya masih jalan di tempat

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
28 Juli 2026
A A
Sisi Gelap Pangalengan Bandung yang Katanya Indah bak Surga Dunia

Sisi Gelap Pangalengan Bandung yang Katanya Indah bak Surga Dunia (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah sejak dahulu kala, Pangalengan yang ada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat dianggap sebagai surganya wisata elit. Lihat saja di sosial media, citra Pangalengan identik dengan kabut estetik, hamparan kebun teh yang hijau, sampai tempat nginep glamping yang harganya jutaan semalam ada di sini.

Pokoknya kalau main ke sana, vibes-nya udah kayak lagi di luar negeri. Nggak salah kalau dianggap sebagai wisata elit seenggaknya bagi warga Bandung Raya.

ADVERTISEMENT

Tapi jujur ya, sebutan elit itu langsung terasa seperti omong kosong begitu kita coba ke sana naik kendaraan umum. Apalagi kalau lewat jalur Soreang. Begitu keluar dari kemegahan Tol Soroja, kita seperti dipaksa balik ke zaman dulu yang transportasinya serba nggak jelas.

“Saya bingung kalau ke Pangalengan naik apa, transumnya antara ada dan tiada”, sedikit pengakuan dari saya yang akhir-akhir ini perjalanan ke Pangalengan.

Nasib penumpang elf di Pangalengan, antara sabar dan pasrah

Kalau kita nggak punya kendaraan pribadi, pilihan satu-satunya buat ke Pangalengan dari Soreang ya cuma Elf. Masalahnya, naik Elf di sini butuh kesabaran ekstra.

Jadwalnya nggak pernah ada yang pasti. Istilah ngetem itu sudah jadi harga mati. Kita bisa duduk manis di dalam mobil yang panasnya luar biasa selama satu jam, cuma buat nunggu satu kursi terakhir terisi.

Belum lagi kalau mobilnya sudah jalan. Sopirnya mendadak jadi pembalap reli yang hobi nikung tajam di jalur Cimaung. Alih-alih merasa jadi wisatawan elit, kita malah merasa kayak lagi ikut simulasi uji nyali.

Pergi bisa, pulang pikir dua lagi

Puncak dari segala penderitaan transportasi di sini adalah pas mau pulang. Dari Soreang ke Pangalengan mungkin masih gampang cari kendaraan. Tapi coba deh pulang sore-sore dari Pangalengan ke arah Soreang.

Baca Juga:

Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

Aplikasi Grab atau Gojek di HP cuma jadi hiasan doang. Jarang banget ada driver yang mau ambil orderan ke arah bawah karena mereka takut kosong pas balik lagi ke atas. Pilihannya tinggal ojek pangkalan yang harganya kadang suka bikin kaget, atau nungguin Elf terakhir lewat yang keberadaannya makin gaib kalau matahari sudah terbenam.

“Kalau naik taksi online, berangkatnya bisa, pulangnya yang susah”, betulkan?

Elit buat yang punya mobil doang

Pada akhirnya, branding wisata elit di Pangalengan ini seolah cuma berlaku buat mereka yang punya mobil atau motor pribadi. Buat kita-kita yang pengen menikmati alam tapi cuma modal transportasi umum, Pangalengan itu jauh dari kata elit. Percuma punya glamping mahal atau kafe kekinian kalau akses transportasinya masih dianaktirikan.

Kita tuh nggak butuh kereta cepat Whoosh sampai ke atas gunung, kita cuma butuh bus atau angkutan yang jadwalnya jelas, mobilnya manusiawi, dan yang paling penting, nggak bikin kita telantar di pinggir jalan pas mau pulang.

Jadi, selama urusan transportasi umum ini masih dibiarkan berantakan, jangan dulu deh pamer-pamer julukan wisata elit. Malu sama wisatawan yang masih harus luntang-lantung di Soreang cuma buat nungguin Elf penuh.

Pangalengan perlu belajar dari Bondowoso dengan wilayah yang sama-sama pegunungan dan kawasan wisata, menghadirkan Bus DAMRI Jember-Ijen, biar wisatawan betah dan tenang karena transportasi umum yang terjadwal. Kalau nggak mau perbaikan, sudah pasti wisata elit akan berubah jadi wisata sulit.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sisi Gelap Pangalengan Bandung yang Katanya Indah bak Surga Dunia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2026 oleh

Tags: Bandungbondowosoelf di pangalenganpangalenganwisata pangalengan
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Bikin Taman Film Bandung Jadi Nggak Nyaman untuk Dikunjungi

4 Hal yang Bikin Taman Film Bandung Jadi Nggak Nyaman untuk Dikunjungi

26 Mei 2024
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Taman Panatayuda Bandung, Taman Kota Paling Membingungkan yang Gagal Memenuhi Ekspektasi Pengunjung Mojok.co

Taman Panatayuda Bandung, Taman Kota Paling Membingungkan yang Gagal Memenuhi Ekspektasi Pengunjung

30 Juni 2024
Mendapatkan 2 Lampu Hijau Sekaligus di Stopan Kiaracondong dan Buah Batu Adalah Sebuah Keajaiban terminal mojok

Mendapatkan 2 Lampu Hijau Sekaligus di Stopan Kiaracondong dan Buah Batu Adalah Sebuah Keajaiban

3 Juli 2021
Jalan Bypass Soekarno Hatta Minim Jembatan Penyeberangan, Bukti Pejalan Kaki Benar-benar Nggak Diperhatikan di Negara Ini Mojok.co

Jalan Bypass Soekarno Hatta Minim Jembatan Penyeberangan, Bukti Pejalan Kaki Benar-benar Nggak Diperhatikan di Negara Ini

25 Juni 2024
Buahbatu Bandung, Kecamatan Paling Membingungkan karena Namanya Banyak Dicatut di Daerah Lain Mojok.co

Buahbatu Bandung, Kecamatan Paling Membingungkan karena Namanya Banyak Dicatut di Daerah Lain

25 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kayutangan Adalah Sumber Masalah Baru bagi Warga Kota Malang

Orang Malang nggak ada yang suka main ke Kayutangan. Udah macet dan semrawut, desainnya yang meniru Malioboro bikin ilfil

24 Juli 2026
3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal Mojok.co

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal

26 Juli 2026
Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian Mojok.co

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian 

25 Juli 2026
4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat Mojok.co

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

21 Juli 2026
Sisi Gelap Pangalengan Bandung yang Katanya Indah bak Surga Dunia

Label wisata elit Pangalengan itu bualan, selama transportasi umumnya masih jalan di tempat

28 Juli 2026
Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi Mojok.co

Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.