Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Panduan Move On dari Hasil SBMPTN untuk Kalian yang Kurang Beruntung

Muhammad Iqbal Habiburrohim oleh Muhammad Iqbal Habiburrohim
15 Juni 2021
A A
Panduan Move On dari Hasil SBMPTN untuk Kalian yang Kurang Beruntung terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Hari Senin, 14 Juni 2021, kemarin merupakan hari yang ditunggu-tunggu sekaligus dihindari oleh para pejuang SBMPTN di seluruh Indonesia. Hal itu terjadi karena tepat kemarin hasil SBMPTN keluar dan para pejuang SBMPTN bisa mengetahui apakah mereka termasuk menjadi salah satu orang yang cukup beruntung yang mendapatkan satu kursi menuju universitas impian atau tidak.

Seperti yang telah kita ketahui, SBMPTN merupakan salah satu jalur seleksi menggunakan tes di mana peserta yang mengikuti jalur ini merupakan yang terbanyak dan proses seleksinya merupakan yang terketat jika dibandingkan dengan jalur yang lain. Dilansir dari Detik.com, Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohamad Nasih mengatakan bahwa total peserta yang terdaftar mengikuti SBMPTN 2021 sebanyak 777.858 peserta, sedangkan jumlah peserta yang akan diterima hanya sebanyak 184.942 atau hanya 23,78% saja.

Menjadi salah satu orang yang lolos melalui tahap ini sudah pasti memberikan kebahagiaan yang tak terkira. Mungkin lolos SBMPTN menjadi salah satu momen menjadi seorang “minoritas” yang membahagiakan. Namun, terkadang kebahagiaan tersebut menjadikan seseorang lupa bahwa di balik kesuksesan mereka, terdapat kesuksesan milik orang lain yang harus tertunda. Mungkin hal tersebut juga yang menjadi sebab munculnya tulisan mengenai etika yang perlu dijaga saat dinyatakan lolos SBMPTN.

Akan tetapi, menurut saya, akan sangat sulit untuk bisa mengatur semua ekspresi yang dikeluarkan seseorang, terlebih lagi semuanya bisa dituangkan melalui media sosial yang sangat terbuka untuk dilihat semua orang, termasuk oleh orang-orang yang mendapatkan hasil yang kurang beruntung. Untuk itu, di sini saya akan berbagi sedikit panduan mengenai move on dari hasil SBMPTN yang mungkin cukup menyakitkan untuk beberapa dari kalian.

Beri sedikit waktu

Mungkin sudah banyak orang di sekitar kalian dan quotes di luar sana yang intinya mengatakan untuk tidak bersedih akan hasil yang kalian dapatkan. Akan tetapi, menurut saya bersedih bukanlah sebuah hal yang harus dihindari dan bukan sebuah aib. Apalagi di sini saya juga tahu seberapa besar effort dan waktu yang harus kalian dedikasikan untuk lolos SBMPTN, namun ternyata hasil berkata lain.

Bersedih merupakan ekspresi yang wajar dan kita tak perlu menahan sebuah ekspresi yang sebenarnya kita butuhkan. Berikan sedikit jeda waktu kepada diri masing-masing untuk bersedih dan cari orang yang sekiranya bisa memahami perasaan serta membantu kalian dalam membangun kembali mood kalian hingga menjadi lebih stabil. Mulailah beraktivitas kembali secara perlahan dan jangan paksakan diri hanya untuk dinilai “kuat” oleh orang lain. It’s okay to not be okay.

Tidak bermain media sosial untuk sementara

Seperti yang telah saya sebutkan sebelumya, media sosial kini telah menjelma menjadi tempat untuk mencurahkan segala sesuatu, termasuk mengekspresikan kebahagiaan pribadi. Sebanyak apa pun tulisan mengenai etika atau tindakan yang harus dihindari, tetap saja akan ada paling tidak satu status atau postingan mengenai kelolosan SBMPTN yang mampir di timeline pribadi kita.

Jadi, tidak bermain sosial untuk sementara sepertinya menjadi solusi yang tepat untuk setidaknya menjauhkan kalian dari rasa yang kurang mengenakkan atau kurang nyaman. Dan kembalilah ketika kalian memang merasa sudah kembali dalam mood terbaik. Apabila memang postingan semacam itu hanya akan memanggil memori yang tidak ingin kalian ingat, lebih baik jauhkan atau hindari sejenak bermain media sosial demi kenyamanan hati kalian.

Baca Juga:

Jurusan Peternakan, Jurusan yang Saya Jadikan Pelarian, Ternyata Penuh Potensi Cuan yang Super Besar

Ikut Bimbel untuk Masuk PTN Itu Sebenarnya Tidak Perlu-perlu Banget, kecuali…  

Cari kegiatan lain sebagai pengalih

Perasaan sedih memang perlu diekspresikan, tetapi kita perlu mengatur kesedihan tersebut agar tidak berlarut-larut. Cara paling efektif untuk melupakan kesedihan tersebut adalah dengan mencari kegiatan lain untuk sejenak membuat kita lupa akan permasalahan yang sedang dihadapi. Namun, tetap ingat untuk mengalihkan kesedihan tersebut ke kegiatan yang positif.

Kalian bisa mencari hobi atau rutinitas baru yang sebelumnya belum pernah kalian lakukan. Cari kegiatan yang sedang naik daun seperti bersepeda atau kegiatan yang menantang seperti mendaki gunung. Kalian akan lebih fokus untuk mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan baru tersebut. Selain itu, kalian juga akan bertemu orang-orang baru yang tentunya tidak akan kepo atau menanyakan hal-hal yang tidak ingin kalian dengar. Selamat mencoba!

Tentukan keputusan saat siap

Tidak lolos seleksi SBMPTN bukanlah akhir dari segalanya dan orang yang dinyatakan lolos pun belum tentu akan lebih sukses dari kalian. Oleh karena itu, ketika kalian memang sudah merasa lebih tenang dan bisa berpikir jernih, tentukan jalan yang ingin kalian ambil, entah itu ingin mencoba jalur mandiri, mencari pengalaman dan belajar kembali selama satu tahun sebelum mencoba lagi tahun depan, atau bahkan mencoba berwirausaha sejak dini.

Kalian bisa mendiskusikan hal tersebut dengan keluarga, teman, guru BK, atau siapa saja yang mungkin bisa membantu memberikan masukan sehingga mempermudah kalian untuk menentukan keputusan. Pada akhirnya, masa depan akan ditentukan oleh diri kalian sendiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada hasil SBMPTN tersebut.

Bagaimanapun, setiap jalan pasti memiliki risikonya masing-masing. Tidak ada yang salah dari perasaan kecewa dan sedih yang kalian rasakan saat mengetahui hasil yang tidak sesuai ekspektasi, tetapi kita pun juga perlu move on dari hasil tersebut dan mencari jalan kesuksesan lain yang tak kalah baiknya. Berang-berang naik ban gembos, semangat bosss!

BACA JUGA Surat Terbuka untuk yang Tidak Lolos SBMPTN dan tulisan Muhammad Iqbal Habiburrohim lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 November 2021 oleh

Tags: calon mahasiswapendidikan terminalPengumuman SBMPTNsbmptn
Muhammad Iqbal Habiburrohim

Muhammad Iqbal Habiburrohim

Seorang lokal Yogyakarta yang menjalani hidup dengan rute yang dinamis. Berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain demi tuntutan profesi, sembari merawat kewarasan dengan menumpahkan segala keluh kesah ke dalam barisan kata.

ArtikelTerkait

Menerawang Prasangka Dosen Ketika Melihat Mahasiswanya Off Camera Saat Kuliah terminal mojok

Menerawang Prasangka Dosen ketika Melihat Mahasiswanya Off Camera Saat Kuliah

17 Juli 2021
Belajar Nilai Kepemimpinan dari Zorbes, Tokoh dalam 'Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang' oleh Luis Sepúlveda terminal mojok

Belajar Nilai Kepemimpinan dari Zorbes, Tokoh dalam ‘Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang’ oleh Luis Sepúlveda

26 Mei 2021
ranggalawe bendera majapahit berdiri tahun 1293 M bonek bondho nekat mentalitas asal-usul surabaya sejarah madura menakjingga mojok

Gayatri Rajapatni, Perempuan Visioner di Balik Kejayaan Majapahit

22 Juni 2021
Pengumuman SBMPTN 2021 di Depan Mata, Berikut Etika yang Perlu Kamu Jaga Jika Dinyatakan Lolos SBMPTN terminal mojok

Pengumuman SBMPTN di Depan Mata, Berikut Etika yang Perlu Kamu Jaga Jika Dinyatakan Lolos SBMPTN

14 Juni 2021
Calon Mahasiswa Perlu Mempertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Memutuskan Kuliah di UPI Bandung biar Nggak Kecewa

Calon Mahasiswa Perlu Mempertimbangkan 5 Hal Ini sebelum Memutuskan Kuliah di UPI Bandung biar Nggak Kecewa

16 Mei 2024
5 Daerah yang Banyak Kos di Sekitar Kampus UIN Jakarta terminal mojok.co

5 Daerah yang Banyak Kos di Sekitar Kampus UIN Jakarta

28 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

27 Januari 2026
UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

27 Januari 2026
Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan

29 Januari 2026
Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Saya Tidak Antisosial, Saya Cuma Takut Ikut Rewang dan Pulang Dicap Nggak Bisa Apa-apa

29 Januari 2026
Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Enak, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal Mojok.co

Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Nyaman, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal

29 Januari 2026
TVS Callisto 125 Itu Enak, tapi Tidak Semua Orang Siap Memilikinya

TVS Callisto 125 Itu Enak, tapi Tidak Semua Orang Siap Memilikinya

28 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.