Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pandangan Orang Kampung saat Mengetahui Saya Seorang Programmer

Riyanto oleh Riyanto
15 Juni 2020
A A
programmer ahli komputer mojok.co

programmer ahli komputer mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Programmer masih belum menjadi profesi yang lazim di telinga banyak orang, apalagi di kampung saya. Perlu diketahui, daerah asal saya itu sangat terpelosok bahkan satu-satunya jaringan seluler yang bekerja dengan baik hanyalah Telkomsel. Saking terpelosoknya, kalau dicari di Google Maps dan di Zoom, yang kelihatan hanya warna ijo tanpa terdeteksi perumahannya. Jangankan perumahan, nama-nama jalannya aja nggak ada.

Nah, sekitar tahun 2013 saya kuliah di Jogja di sebuah universitas swasta mengambil jurusan Sistem Informasi, dan jujur saja sebenarnya salah jurusan. Sungguh, mayoritas anak sistem informasi itu pasti salah jurusan karena nganggap jurusan itu mirip-mirip ilmu komunikasi. Perlu diketahui kalau masing-masing kampus itu bisa beda fokus sistem informasinya. Di kampus saya dulu, kebetulan fokusnya adalah ngoding. Iya, nggak beda jauh sama jurusan Teknik Informatika.

Yah, meski saya salah jurusan, ternyata saya lumayan jago di dunia ngoding mengoding. Buktinya saya kerap jadi joki skripsi dari kakak tingkat, sesama tingkat, sampai adik tingkat di semester-semester akhir mereka. Dan tentu saja, skripsi mereka semua haruslah membuat sebuah program entah website jual beli, aplikasi kasir, atau aplikasi gudang. Pokoknya serbia ngoding deh. Dan lumayan benar pendapatan dari joki skripsi ini. Satu proyek saya bandrol harga dua sampai empat juta, tergantung level kesulitannya.

Itu dulu, pas saya masih terjun di dunia yang konon mencederai nilai akademis, meski sebenarnya banyak yang terbantu dengan kegiatan itu. Nah, beberapa tahun setelah saya tobat jadi joki skripsi (halah, bilang saja belum ada lagi yang minta bantuan) saya mulai berani menerima job dari luar. Saya mengerjakan program-program dari instansi-instansi di luar dunia perkuliahan. Mulai dari sistem stok toko tembakau di Temanggung, sistem kasir mini market lokal, website beberapa kedai kopi, sampai sebuah situs media yang kemudian saya ikut mengelolanya. Pokoknya selama saya bisa kerjain, saya terima pekerjaan itu.

Semua itu nggak ada masalah selama saya hidup dan bersenyawa di Jogja, tetapi menjadi sungguh dilematis setiap kali saya harus pulang kampung yang notabenenya sebulan sekali. Setiap kali ditanya kerjanya apa, saya bilang kerjaan saya macem-macem, mulai dari nulis di media-media, kadang jadi barista, dan yang terutama jadi programmer. Nah, yang terakhir itu yang sering ditanyakan, programmer itu apa? Karena saya bingung jelasin biar orang-orang gampang mudeng, saya bilang saja kerja di bidang komputer.

Di sanalah permasalahan lain timbul. Saat banyak orang yang tau saya programmer, banyak yang mengira saya bisa jago macem-macem yang sebenarnya bukan bidang saya sama sekali. Nah, berikut adalah pandangan-pandangan orang di kampung saya tentang seorang programmer.

Dikira ahli reparasi

Ini dugaan yang paling sering diberikan orang tentang pekerjaan saya. Hanya karena saya bilang saya bekerja di bidang komputer, saya langsung dicap sebagai ahli segala permasalahan elektronik. Mulai dimintai tolong benerin radio, nyari stasiun tivi yang ilang, benerin parabola, bahkan sampai diminta buat ngeroot hape. Buat yang terakhir itu barangkali infonya banyak di internet ya, tapi saya bukan tipe pengguna internet untuk hal-hal macam itu, jadi cara ngeroot hape saya nggak tau sama sekali.

Soal benerin radio, yaelah, keyboard rusak aja saya pergi ke tempat service, gimana mau benerin radio. Apalagi nyari saluran tv. Itu kan kudu muter-muter antena sambil teriak, udah nongol belum? Benerin parabola apalagi, ya mohon maap bukannya sombong, tetapi saya kalo mau nonton-nonton itu lewat netflix, jadi nggak tau dunia perparabolaan.

Baca Juga:

Panduan Menjadi Programmer Biar Nggak Cuma Bisa ‘Hello World’ Terus Menyerah

Programmer Jangan Merasa Aman, Bentar Lagi Gaji Kalian Terjun Bebas

Dianggap master dunia komputer

Ini juga sering sih. Hanya karena saya bisa ngoding dan bikin program (yang kebanyakan juga nyontek di stackoverflow) saya jadi dicap ahli berbagai masalah komputer. Selain dikira ahli reparasi atau ngerakit komputer (yang ilmu saya minim banget di sono) saya juga sering ditanyain sama anak tetangga yang punya laptop kenapa laptopnya lemot. Lah, ya mana saya tau kenapa bisa lemot, kan saya nggak tau gimana dia nggunain laptopnya. Atau ditanya gimana caranya balikin dokumen yang udah kehapus. Kalo ini sih masih mending, misal masih ada di trashbin saya masih bisa bantu ngembailiin, tetapi kalo udah nggak ada di sono, ya mohon maap saya nggak bisa apa-apa.

Sering dikira hacker

Lah ini dia. Banyak yang kemakan budaya pop tentang ahli komputer yang juga jago melakukan aksi hacking. Biasanya sih anak-anak muda yang tanya begituan dan ditanya saya bisa meretas sistem keamanan sistus pemerintahan apa kagak. Bisa ngganti landing page situs telkomsel kayak yang dulu pernah kejadian apa enggak. Bisa meretas akun gopay biar bertambah berjuta-juta apa enggak. Woy, santai. Mentok yang saya bikin itu aplikasi jual beli, bukan melakukan tindakan ekstrim seperti hacking, cracking, skimming, atau ing-ing yang lainnya.

Lagian kalo bisa meretas akun gopay, saya sudah auto kaya.

Dikira orang kantoran

Hanya karena kerja kantoran itu biasanya ngadep komputer, maka saya yang kerjanya berkaitan dengan komputer juga dikira anak kantoran. Ya memang banyak sih programmer yang bekerja untuk perusahaan dan ngantor, tetapi saya itu programmer freelance yang lebih banyak freenya. Jadi ya nggak ngantor sama sekali. Kerjanya di kamar kos. Lupakan kerja kantoran dengan baju rapi. Mentok saya kalo ngoding cuma pake celana kolor sama kaos oblong. Kadang nggak pake kaos sama sekali malahan.

Dianggap bisa ngetik cepet

Hanya karena di film-film, ahli komputer itu bisa ngetik super cepet tanpa typo, saya dikira juga bisa demikian. Well, memang kecepatan ngetik saya ya nggak lambat-lambat banget sih ya, tapi nggak yang cepet buanget gitu. Perlu diketahui kalo ngoding itu nggak melulu ngetik, tetapi kadang liatin dulu hasilnya kayak gimana, terus puyeng mikir kenapa hasilnya nggak sesuai yang saya inginkan, kemudian ngetik pelan-pelan sambil nyari kesalahan, terus kalo udah buntu ya langsung googling. Bahkan kerap saya mengetik hanya dengan sebelas jari.

Itu tadi adalah pandangan-pandangan orang kampung saya saat tau saya bekerja sebagai programmer. Memang iya ada programmer yang maha luar biasa dan bisa mengerjakan hal-hal yang saya tidak bisa di atas itu, tetapi percayalah banyak programmer ala kadarnya seperti saya ini. Dan asli, mohon jangan dikira semua yang kuliah di jurusan IT dan serumpunnya itu bisa ngoding. Kagak. Dari sekelas, paling nggak sampe setengahnya yang beneran bisa.

Makanya, kalo kalian adalah dedek-dedek SMA yang sedang berencana masuk jurusan IT dan serumpunnya, mending pertimbangkan baik-baik pilihan kalian.

BACA JUGA Alasan Kenapa Telemarketing Jadi Pekerjaan Sejuta Umat dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2020 oleh

Tags: ahli komputerProgrammer
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Sistem Informasi: Jurusan IT yang Nggak Cuma Ngurusi Komputer doang

Sistem Informasi: Jurusan IT yang Nggak Cuma Ngurusi Komputer doang

6 Januari 2023
Programmer Jangan Merasa Aman, Bentar Lagi Gaji Kalian Terjun Bebas

Programmer Jangan Merasa Aman, Bentar Lagi Gaji Kalian Terjun Bebas

15 November 2023
Panduan Menjadi Programmer Biar Nggak Cuma Bisa 'Hello World' Terus Menyerah

Panduan Menjadi Programmer Biar Nggak Cuma Bisa ‘Hello World’ Terus Menyerah

9 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

29 Maret 2026
Kelebihan dan Kekurangan Cicilan Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Berinvestasi

Dilema Investasi Emas Bikin Maju Mundur: Kalau Beli, Takut Harganya Turun, kalau Nggak Beli, Nanti Makin Naik

30 Maret 2026
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

30 Maret 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto dan Salatiga: Kota paling Aneh di Indonesia, tapi Justru Paling ideal untuk Menetap dan Hidup Tenang

1 April 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co kos kontrak rumah

Kos vs Kontrak Rumah Setelah Menikah: Mana yang Lebih Hemat dan Nyaman untuk Pasangan Muda?

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”
  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.