Informasi
ADVERTISEMENT

4 Oleh-Oleh Magelang yang Jarang Dilirik Wisatawan, padahal Sangat Pantas Jadi Buah Tangan

4 Oleh-Oleh Magelang yang Jarang Dilirik Wisatawan, padahal Sangat Pantas Jadi Buah Tangan Mojok.co

#3 Keripik ikan petho yang gurih bisa jadi teman makan nasi

Jajanan ringan yang terkenal dari Magelang adalah pothil dan slondok yang kerapkali jadi oleh-oleh. Padahal ada keripik lain yang bisa dijadikan oleh-oleh di sini. Namanya keripik ikan petho, keripik ini dibuat dari ikan-ikan kecil yang rasanya gurih. Keripik ini dibuat seperti peyek, atau juga seringkali disebut peyek iwak petho. Harga per 250 gramnya biasanya sekitar Rp20.000-an aja. Peyek ini sangat gurih apalagi dimakan dengan nasi hangat, tambah nikmat. Camilan ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh karena daya simpannya cukup lama. 

#4 Brownies Telo n’dukun

Oleh-oleh underrated lainnya di Magelang adalah brownies telo ndukun. Nama n’dukun diambil dari lokasi tempat pembuatan dan berkembangnya brownies ini, tepatnya di Grogol, Mangunsuko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. 

Salah satu alasan kenapa brownies ini wajib dijadikan oleh-oleh karena terbuat dari 100% singkong, jadi gluten free. Meskipun tanpa tepung terigu brownies ini tetap lembut banget. Untuk pemesanan brownies ini, kalian bisa mengunjungi akun instagramnya di @browniestelondukun. Brownies ini sepertinya belum didistribusikan secara massal dan belum ada di toko oleh-oleh. Jadi untuk pemesanan kalian bisa lewat Instagramnya. Untuk pengirimannya bisa langsung diantar. Jadi kita bisa tinggal nunggu di hotel tempat menginap.

Di atas 4 oleh-oleh Magelang yang jarang dilirik wisatawan, padahal sangat pantas dijadikan buah tangan. Ketika mampir ke Magelang, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh di atas ya supaya buah tangan untuk teman atau keluarga nggak itu-itu melulu. Kalian yang asli Magelang, adakah rekomendasi oleh-oleh lain yang underrated atau jarang dilirik wisatawan?  

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Kasta Tertinggi Bakpia Jogja yang Pantas Dijadikan Oleh-Oleh

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2025 oleh .

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.