Nggak Semua Jurusan Teknik Itu Bagus untuk Masa Depan

8 Alasan Kuliah di Jurusan Teknik (Unsplash)

8 Alasan Kuliah di Jurusan Teknik (Unsplash)

Sejak pertama membaca tulisan Mas Iqbal berjudul 8 Alasan Kuliah di Jurusan Teknik Itu Bagus untuk Masa Depan, hati saya sudah menyangkalnya dengan tegas. Mungkin yang ada di pikiran beliau, jurusan Teknik itu ya cuma Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Nuklir, Teknik Kimia, dan teknik-teknik bergengsi lainnya yang memiliki prospek kerja bagus kedepannya. Saya sebagai mahasiswa Pendidikan Teknik Boga yang sebetulnya juga termasuk dalam lingkup Fakultas Teknik merasa agak minder.

Jurusan Pendidikan Teknik Boga ini sering bikin orang-orang yang bertanya pada saya kecewa karena sudah berekspektasi terlalu tinggi. Ketika orang-orang mendengar kami adalah anak teknik, pasti mereka beranggapan kalau kami adalah mahasiswa yang pintar eksakta terlebih matematika dan fisika.

Setelah ditanya jurusannya apa, ya mau tidak mau kami menjawab sejujurnya bahwa kami mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Boga. “Ooo… Boga. Berarti masak-masak ya?,” dibalas dengan nada agak meremehkan.

Mas, Mbak, mata kuliah anak boga itu memang kebanyakan mengolah makanan, tapi nggak cuma masak lho. Kami juga diajarkan untuk mengolah makanan agar bisa awet, agar enak dipandang mata, agar bisa diperjualbelikan sesuai standar ketentuan bahkan kandungan yang terdapat dalam bahan pangan yang kami olah juga dipelajari.

Apalagi kami mengambil program kependidikan, banyak ilmu-ilmu keguruan beserta kegiatan administratif yang sangat ribet dan harus kami lalui semuanya. Yaaah.. meskipun semua keribetan yang dikerjakan nantinya tidak akan dibalas dengan setimpal ketika sudah menjadi guru, tapi kami tetap mengerjakan itu semua demi tercapainya mimpi dan masa depan generasi emas bangsa. Jadi, besok-besok kalau ketemu mahasiswa Pendidikan Teknik Boga, amit nggih, mbok ya agak sopan sedikit.

Oke, kembali ke topik awal mengapa saya tidak setuju dengan tulisan Mas Iqbal. Jadi, saya merasa bahwa titel “anak teknik” yang saya miliki nggak mutlak menjanjikan masa depan yang bagus. Kita bahas satu per satu, ya!

Prospek kerja bagus kalau kita mau serius

Ya, saya setuju kalau prospek kerja jurusan teknik memang sangat bagus, syaratnya kalau kamu mau serius. Percuma dong kalau kuliah di jurusan teknik tapi sering bolos karena alasan yang nggak logis. Apalagi saat ini banyak sekali lowongan pekerjaan based on experience. Gimana mau dapat pengalaman kalau hobinya cuma rebahan di kost-an.

Solidaritas tinggi bagi kaum laki-laki

Anak teknik terkenal dengan solidaritasnya yang tinggi, terutama saat momen setelah prosesi wisuda selesai. Menurut saya, solidaritas ini bisa tercipta karena jurusan teknik kebanyakan dipenuhi oleh kaum laki-laki. Perempuan juga ada, tapi nggak banyak.

Coba deh main ke jurusan Teknik Boga yang isinya kebanyakan perempuan. Isinya bukan solidaritas, tapi kumpulan beberapa komunitas a.k.a circle pertemanan yang sepertinya juga bisa dijumpai di jurusan lain. Jangankan datang ke acara wisuda, memberi ucapan selamat saja hanya diberlakukan untuk teman satu circle-nya.

Untuk alasan ketiga hingga enam, yaitu mengasah cara berpikir yang terstruktur, terapan ilmu yang luas, dan dosen jurusan teknik yang ramah, saya akui kalau saya setuju dan nggak berlu dibahas lagi. Tapi untuk alasan selanjutnya ini saya kurang setuju

Aturan perkuliahan yang santai tapi bukan di awal

Anak teknik biasanya terkenal dengan rambutnya yang gondrong dan penampilannya yang terkesan agak acak-acakan. Namun, penampilan seperti itu hanya bisa dijumpai ketika mahasiswa sudah memasuki semester pertengahan atau bahkan semester akhir.

Sebab, mahasiswa baru jurusan teknik biasanya memiliki aturan yang lebih ketat dari jurusan lainnya, misalnya potongan rambut harus seperti tentara, peraturan mengikuti kelasnya pun juga sangat ketat seperti sekolah tentara. Tapi, kembali lagi, itu hanya berlaku di semester awal. Setelah memasuki fase pertengahan, mahasiswa biasanya mulai dibebaskan dengan penampilan mereka.

Punya mental yang kuat… luarnya doang tapi

Karena peraturan yang cukup ketat dan gemblengan tugas yang lebih berat, mahasiswa teknik memang dituntut untuk lebih kuat. Tapi itu cuma kelihatannya saja kok kuat di fisik. Mental, tenaga, bahkan finansial kami nggak sekuat itu. Di depan mahasiswa jurusan lain kami memang kuat, tapi di dalam, kehidupan kami penuh dengan kata sambat.

Mata kuliah yang mudah kalau kamu nggak gampang nyerah

Saya tahu, mahasiswa yang mengatakan mata kuliah anak teknik mudah itu hanya ada 2 kemungkinan. Yang pertama, dia memang anak pintar kebanggaan dosen yang ambis. Yang kedua, otaknya sudah sulit difungsikan, namun hatinya menuntut agar selalu berpikir positif. Nah, Mas Iqbal ini kalau dilihat dari title “Sang Pencari Nilai A+”, sepertinya dia tergolong tipe yang pertama.

Akan tetapi, kalau kita lihat di lapangan yang sebenarnya, jurusan teknik memiliki mata kuliah yang tergolong sulit. Apalagi buat kamu yang nggak suka dengan pelajaran seperti matematika, fisika, kimia, dll.

So, dari alasan yang dituliskan Mas Iqbal, beberapa memang berseberangan dengan pendapat saya. Tapi, bukan berarti saya menyesal menjadi mahasiswa teknik. Saya cuma mau mengatakan bahwa masa depan yang bagus tidak ditentukan dari kampus mana kita atau dari jurusan mana kita berasal. Masa depanmu akan lebih bagus kalau kamu memiliki skill, doa yang kuat, usaha yang gigih, dan orang dalam yang siap membantu.

Penulis: Hernika Aulia
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Stereotip Keliru tentang Perempuan yang Kuliah di Jurusan Teknik Mesin

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version