Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Nggak Semua Jurusan Teknik Itu Bagus untuk Masa Depan

Zahra Radhiyya oleh Zahra Radhiyya
8 Juli 2023
A A
8 Alasan Kuliah di Jurusan Teknik (Unsplash)

8 Alasan Kuliah di Jurusan Teknik (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak pertama membaca tulisan Mas Iqbal berjudul 8 Alasan Kuliah di Jurusan Teknik Itu Bagus untuk Masa Depan, hati saya sudah menyangkalnya dengan tegas. Mungkin yang ada di pikiran beliau, jurusan Teknik itu ya cuma Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Nuklir, Teknik Kimia, dan teknik-teknik bergengsi lainnya yang memiliki prospek kerja bagus kedepannya. Saya sebagai mahasiswa Pendidikan Teknik Boga yang sebetulnya juga termasuk dalam lingkup Fakultas Teknik merasa agak minder.

Jurusan Pendidikan Teknik Boga ini sering bikin orang-orang yang bertanya pada saya kecewa karena sudah berekspektasi terlalu tinggi. Ketika orang-orang mendengar kami adalah anak teknik, pasti mereka beranggapan kalau kami adalah mahasiswa yang pintar eksakta terlebih matematika dan fisika.

Setelah ditanya jurusannya apa, ya mau tidak mau kami menjawab sejujurnya bahwa kami mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Boga. “Ooo… Boga. Berarti masak-masak ya?,” dibalas dengan nada agak meremehkan.

Mas, Mbak, mata kuliah anak boga itu memang kebanyakan mengolah makanan, tapi nggak cuma masak lho. Kami juga diajarkan untuk mengolah makanan agar bisa awet, agar enak dipandang mata, agar bisa diperjualbelikan sesuai standar ketentuan bahkan kandungan yang terdapat dalam bahan pangan yang kami olah juga dipelajari.

Apalagi kami mengambil program kependidikan, banyak ilmu-ilmu keguruan beserta kegiatan administratif yang sangat ribet dan harus kami lalui semuanya. Yaaah.. meskipun semua keribetan yang dikerjakan nantinya tidak akan dibalas dengan setimpal ketika sudah menjadi guru, tapi kami tetap mengerjakan itu semua demi tercapainya mimpi dan masa depan generasi emas bangsa. Jadi, besok-besok kalau ketemu mahasiswa Pendidikan Teknik Boga, amit nggih, mbok ya agak sopan sedikit.

Oke, kembali ke topik awal mengapa saya tidak setuju dengan tulisan Mas Iqbal. Jadi, saya merasa bahwa titel “anak teknik” yang saya miliki nggak mutlak menjanjikan masa depan yang bagus. Kita bahas satu per satu, ya!

Prospek kerja bagus kalau kita mau serius

Ya, saya setuju kalau prospek kerja jurusan teknik memang sangat bagus, syaratnya kalau kamu mau serius. Percuma dong kalau kuliah di jurusan teknik tapi sering bolos karena alasan yang nggak logis. Apalagi saat ini banyak sekali lowongan pekerjaan based on experience. Gimana mau dapat pengalaman kalau hobinya cuma rebahan di kost-an.

Solidaritas tinggi bagi kaum laki-laki

Anak teknik terkenal dengan solidaritasnya yang tinggi, terutama saat momen setelah prosesi wisuda selesai. Menurut saya, solidaritas ini bisa tercipta karena jurusan teknik kebanyakan dipenuhi oleh kaum laki-laki. Perempuan juga ada, tapi nggak banyak.

Baca Juga:

Teknik Industri: Jurusan “Gado-Gado” dengan Krisis Identitas Permanen

Stop Menormalisasi Nilai Jelek di Jurusan Teknik, Dampaknya Sama Sekali Nggak Baik!

Coba deh main ke jurusan Teknik Boga yang isinya kebanyakan perempuan. Isinya bukan solidaritas, tapi kumpulan beberapa komunitas a.k.a circle pertemanan yang sepertinya juga bisa dijumpai di jurusan lain. Jangankan datang ke acara wisuda, memberi ucapan selamat saja hanya diberlakukan untuk teman satu circle-nya.

Untuk alasan ketiga hingga enam, yaitu mengasah cara berpikir yang terstruktur, terapan ilmu yang luas, dan dosen jurusan teknik yang ramah, saya akui kalau saya setuju dan nggak berlu dibahas lagi. Tapi untuk alasan selanjutnya ini saya kurang setuju

Aturan perkuliahan yang santai tapi bukan di awal

Anak teknik biasanya terkenal dengan rambutnya yang gondrong dan penampilannya yang terkesan agak acak-acakan. Namun, penampilan seperti itu hanya bisa dijumpai ketika mahasiswa sudah memasuki semester pertengahan atau bahkan semester akhir.

Sebab, mahasiswa baru jurusan teknik biasanya memiliki aturan yang lebih ketat dari jurusan lainnya, misalnya potongan rambut harus seperti tentara, peraturan mengikuti kelasnya pun juga sangat ketat seperti sekolah tentara. Tapi, kembali lagi, itu hanya berlaku di semester awal. Setelah memasuki fase pertengahan, mahasiswa biasanya mulai dibebaskan dengan penampilan mereka.

Punya mental yang kuat… luarnya doang tapi

Karena peraturan yang cukup ketat dan gemblengan tugas yang lebih berat, mahasiswa teknik memang dituntut untuk lebih kuat. Tapi itu cuma kelihatannya saja kok kuat di fisik. Mental, tenaga, bahkan finansial kami nggak sekuat itu. Di depan mahasiswa jurusan lain kami memang kuat, tapi di dalam, kehidupan kami penuh dengan kata sambat.

Mata kuliah yang mudah kalau kamu nggak gampang nyerah

Saya tahu, mahasiswa yang mengatakan mata kuliah anak teknik mudah itu hanya ada 2 kemungkinan. Yang pertama, dia memang anak pintar kebanggaan dosen yang ambis. Yang kedua, otaknya sudah sulit difungsikan, namun hatinya menuntut agar selalu berpikir positif. Nah, Mas Iqbal ini kalau dilihat dari title “Sang Pencari Nilai A+”, sepertinya dia tergolong tipe yang pertama.

Akan tetapi, kalau kita lihat di lapangan yang sebenarnya, jurusan teknik memiliki mata kuliah yang tergolong sulit. Apalagi buat kamu yang nggak suka dengan pelajaran seperti matematika, fisika, kimia, dll.

So, dari alasan yang dituliskan Mas Iqbal, beberapa memang berseberangan dengan pendapat saya. Tapi, bukan berarti saya menyesal menjadi mahasiswa teknik. Saya cuma mau mengatakan bahwa masa depan yang bagus tidak ditentukan dari kampus mana kita atau dari jurusan mana kita berasal. Masa depanmu akan lebih bagus kalau kamu memiliki skill, doa yang kuat, usaha yang gigih, dan orang dalam yang siap membantu.

Penulis: Hernika Aulia
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Stereotip Keliru tentang Perempuan yang Kuliah di Jurusan Teknik Mesin

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2023 oleh

Tags: jurusan teknikMasa Depanprospek karierteknik boga
Zahra Radhiyya

Zahra Radhiyya

Bukan siapa-siapa tanpa-Nya.

ArtikelTerkait

Jurusan Ilmu Komunikasi Masa Depannya Memang Nggak Jelas, kok, Nggak Usah Denial

Jurusan Ilmu Komunikasi Masa Depannya Memang Nggak Jelas, kok, Nggak Usah Denial

17 Desember 2023
Jurusan Teknik Istimewa di Mata Orang Cikarang, Jurusan Non-Teknik Cuma Nambah Pengangguran

Jurusan Teknik Istimewa di Mata Orang Cikarang, Jurusan Non-Teknik Cuma Nambah Pengangguran

16 Oktober 2023
sekolah untuk cari kerja

Sekolah Tinggi-Tinggi Demi Masa Depan yang Haha Hihi

16 Mei 2019
8 Alasan Kuliah di Jurusan Teknik (Unsplash)

8 Alasan Kuliah di Jurusan Teknik Itu Bagus untuk Masa Depan

8 Maret 2023
Siapa Bilang Kuliah di Kampus Swasta Masa Depannya Suram? Yang Suram Itu Pemikiranmu!

Siapa Bilang Kuliah di Kampus Swasta Masa Depannya Suram? Yang Suram Itu Pemikiranmu!

6 Desember 2023
Stop Menormalisasi Nilai Jelek di Jurusan Teknik, Dampaknya Sama Sekali Nggak Baik!

Stop Menormalisasi Nilai Jelek di Jurusan Teknik, Dampaknya Sama Sekali Nggak Baik!

8 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.