Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nggak Bisa Baca GPS Adalah Kutukan Buat Perempuan

Afrilia sekar D oleh Afrilia sekar D
2 Maret 2020
A A
Nggak Bisa Baca GPS Adalah Kutukan Buat Perempuan

Nggak Bisa Baca GPS Adalah Kutukan Buat Perempuan

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak laki-laki udah paham kalau perempuan nggak bisa baca GPS dengan baik. Ya emang sih baca GPS dengan baik dan benar bukan skill yang harus banget dibanggakan, tapi ya repot juga kalau skill dasar kayak gini nggak dimiliki semua orang. Apalagi, orang yang sering berkendara dan harus pergi ke tempat-tempat yang tidak mereka tahu sebelumnya.

Meskipun harusnya semua orang bisa karena mengikuti arahan GPS itu nggak butuh keterampilan khusus, tapi kok ya nggak tahu kenapa perempuan sering salah setiap baca GPS itu.

Sebagai perempuan saya mengakui hal tersebut. Meskipun sudah berusaha keras berpikir dan memperhatikan arahan yang tertera di GPS, sering kali saya ngasih arahan yang salah. Aneh emang, apalagi saya yakin betul arah yang saya tunjukan sama dengan arahan dari GPS. Kesalahan ini, saking seringnya, bikin saya mikir jangan-jangan saya dikutuk untuk nggak bisa baca GPS ya?

Salah dalam membaca maps memang nggak jadi persoalan yang serius-serius amat sih. Tapi ya cukup menjengkelkan. Terutama bagi laki-laki yang melakukan perjalanan dengan pasangan perempuannya. Jika dia salah sekali, atau dua kali dalam membaca GPS, si laki-laki bisa jadi tidak akan pernah memberikan kepercayaan lagi.

Alhasil di setiap perjalanan, semuanya dilakukan sendiri tanpa membutuhkan bantuan wanita. Membaca GPS sembari menyetir memang tidak mudah bagi laki-laki melakukannya. Sesekali mereka harus menepi untuk mengamati GPS tersebut. Bagi mereka, lebih baik menepi dibandingkan harus putar balik karena salah jalan. Wkwkw.

Hal ini kalau dijelaskan terjadi karena otak perempuan dan laki-laki memiliki struktur yang berbeda yang membuat kedua makhluk tersebut punya cara memproses informasi dan menafsirkan hal yang berbeda pula.

Dalam membaca GPS diperlukan sebuah kemampuan visual. Lobus (bagian) kanan pada otak besarlah yang mampu memproses hal itu. Menjadi sebuah kelebihan, karena lobus otak kanan pada pria lebih besar daripada wanita. Terlihat jika kemampuan secara visual pada pria lebih unggul dibandingkan wanita.

Themindsjournal menjelaskan bahwa otak perempuan memiliki sebuah jembatan neuron antara lobus kanan dan kiri dari otak besar, sedangkan laki-laki tidak memilikinya. Sehingga laki-laki tidak bisa melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu yang sama. Contohnya mereka tidak bisa menyetir dengan memperhatikan GPS, atau tidak bisa menyetir sembari berbicara. Otak mereka dirancang dengan terklasifikasi. Jadi, benar saja jika mereka hanya dapat berkonsentrasi pada satu hal yang spesifik.

Baca Juga:

Jasa Ekspedisi Perlu Kembangkan Teknologi GPS demi Ketenangan Bersama

Penjelasan Ilmiah Kenapa Boomer Nggak Bisa Ngerti Profesi Abad 21

Sementara pada otak perempuan, konstruksi yang dimiliki menjadikan mereka sebagai orang yang multitasking. Jembatan yang menghubungkan bagian otak kanan dan kiri pada wanita membuat otak mereka selalu dalam kondisi aktif serta dapat melakukan berbagai hal. Akibat sistem kerja otak kanan dan kiri perempuan behubungan, maka sering kali pemikiran mereka menjadi saling tumpang tindih. Hal ini juga yang mendasari mereka sering salah dalam membaca GPS.

Kedua sisi otak yang bekerja bersamaan membuat perempuan kadang mengalami kebingungan dalam membedakan arah kanan dan kiri. Makannya dalam membaca GPS, mereka jadi kebingungan untuk menentukan arah kanan dan kiri. Sekitar 50% perempuan tidak bisa secara langsung menunjuk arah yang sesuai. Mereka harus mikir dulu tuh sepersekian detik.

Saya mengakui bahwa itu menjadi sebuah kebenaran. Sebagaimana akibatnya, dalam memberikan arah, saya menjadi sering salah ucap. Padahal yang dimaksud arah kanan tapi ngomongnya ke kiri. Makannya kadang ucapan dengan pikiran jadi kurang singkron.

Tapi mau salah atau benar, kami para perempuan punya ungkapan yang tidak dapat diganggu gugat dan diketahui oleh dunia. perempuan tidak pernah salah! Itulah ungkapan tersebut. Meskipun melakukan kesalahan, maka penyebabnya bukan dirinya. Ungkapan itu memang tidak masuk akal, tetapi sudah tertanam di pikiran. Terutama tertanam secara paksa di pikiran laki-laki.

Jadi, ketika perempuan salah dalam membaca maps, maka yang salah antara mapsnya atau pasangannya dalam berkendara. Jelas hal itu tidak akan diakui sebagai kesalahan perempuan! Sama halnya dengan apa yang saya lakukan. Memang jahat, namun kenyataannya saya juga melakukan hal itu.

Saya tetap menganggap bahwa tidak semua perempuan kurang paham dalam membaca GPS. Masih banyak wanita yang lihai. Semua bisa dilakukan karena terbiasa, mungkin mereka yang dapat membaca GPS adalah perempuan-perempuan pilihan yang tidak terkena kutukan.

BACA JUGA Google Maps Ternyata Juga Hobi Ngeprank atau tulisan Afrilia Sekar D lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2020 oleh

Tags: GPSmembaca gpsneurosainsotak perempuan
Afrilia sekar D

Afrilia sekar D

ArtikelTerkait

Jasa Ekspedisi Perlu Kembangkan Teknologi GPS demi Ketenangan Bersama terminal mojok.co

Jasa Ekspedisi Perlu Kembangkan Teknologi GPS demi Ketenangan Bersama

15 Mei 2021
Profesi Abad 21

Penjelasan Ilmiah Kenapa Boomer Nggak Bisa Ngerti Profesi Abad 21

16 Maret 2020
Adakalanya Manusia Itu Masih Menjadi Alternatif GPS Terbaik

Adakalanya Manusia Itu Masih Menjadi Alternatif GPS Terbaik

23 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.