Informasi
ADVERTISEMENT

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Warga kota bukan hanya konsumen

Pada akhirnya, persoalan Ngagel bukan tentang terlalu banyak coffee shop. Aku sumringah coffee shop tumbuh di sana. Mereka membuat kawasan menjadi hidup, membuka ruang untuk komunitas, dan menjawab kebutuhan warga dengan cara mereka sendiri.

Yang perlu dipertanyakan adalah mengapa kebutuhan yang sama belum cukup dijawab oleh ruang publik kota. Mengapa untuk sekadar duduk, mengobrol, membaca buku, atau melepas penat, kita begitu sering harus menjadi konsumen terlebih dahulu?

Pemerintah kota tidak perlu bersaing dengan coffee shop, malah harusnya bisa saling berkolaborasi. Cukup berikan warga pilihan lain yang lebih memudahkan. Karena ruang publik adalah cara sebuah kota menunjukkan bahwa warganya tidak hanya dipandang sebagai konsumen, tetapi sebagai manusia yang berhak menikmati kotanya.

Penulis: Aditya Ikhsan Pradipta
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Surabaya Memang Kekurangan Tempat Wisata, tapi Tidak Pernah Kekurangan Warkop

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Agustus 2026 oleh .

Aditya Ikhsan Pradipta

Seorang dari Kota Pahlawan dan pekerja swasta. Menghabiskan waktu senggang menjadi volunteer sosial, menyukai isu lingkungan, perkotaan dan bonusnya senang guyon.