Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
5 Agustus 2026
A A
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Stasiun Tegalluar adalah pilihan buruk yang bisa diambil oleh orang yang berpikir secara sehat

Menjajal kereta cepat Whoosh sebenarnya sudah menjadi rutinitas mingguan yang biasa saya lakoni dalam beberapa waktu terakhir. Sebagai pengguna setia, urusan memesan tiket dan menikmati laju gerbong besi yang membelah jalur Jakarta-Bandung sudah di luar kepala.

ADVERTISEMENT

Namun, hari itu ada satu keputusan agak ngawur yang saya ambil. Yakni iseng memesan tiket dengan tujuan akhir Stasiun Tegalluar alih-alih Stasiun Padalarang yang biasanya menjadi tempat ternyaman untuk mengakhiri perjalanan.

Rasa penasaran berbalut aroma kebodohan menghiasi benakku sepanjang perjalanan di dalam gerbong yang mulus itu. Selama ini telingaku sudah muak mendengar berbagai cerita miring mengenai letak stasiun ujung tersebut yang terkenal antah berantah. Sayangnya, mempraktikkan langsung turun di sana ternyata jauh lebih menguji kewarasan daripada sekadar mendengarkan keluh kesah orang lain.

Terisolasi di ujung Kabupaten Bandung

Sensasi melesat kencang 350 kilometer per jam seketika ambyar begitu pintu gerbong terbuka dan kakiku menapak di peron Stasiun Tegalluar. Stasiun ini memang megah bak istana masa depan. Tetapi berdiri di tengah keheningan yang jauh dari denyut kehidupan peradaban Kota Bandung. Perjalanan singkat dari ibu kota yang ditempuh dalam hitungan belasan menit mendadak terasa sia-sia belaka karena waktu yang kuhabiskan untuk keluar dari kawasan stasiun ini justru terasa lebih lama.

Suasana lengang dan senyap langsung menyambut di area kedatangan, sangat kontras dengan hiruk-pikuk terminal atau stasiun konvensional pada umumnya. Minimnya ketersediaan moda transportasi publik lanjutan yang layak membuat para penumpang, termasuk diriku yang mulai menyesali keputusan, harus manggut-manggut kebingungan di lobi.

Alih-alih segera sampai lokasi tujuan dengan efisien, aku malah harus menunggu lebih lama taksi online yang aku pesan.

Padalarang adalah pilihan kaum berakal sehat, sedangkan Stasiun Tegalluar, sebaliknya

Pengalaman perdana turun di Stasiun Tegalluar ini langsung membuatku bersujud syukur dalam hati mengenang nikmatnya Stasiun Padalarang. Selama ini aku memang selalu memilih Padalarang karena letaknya jauh lebih masuk akal bagi para pelaju yang ingin segera menembus pusat kota. Stasiun KCIC Padalarang sendiri sebenarnya menghadirkan paradoks tersendiri. Mewah di dalam, tapi semrawut di luar, contoh nyata pembangunan infrastruktur yang sering kali abai pada tata ruang matang.

Baca Juga:

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

Label wisata elit Pangalengan itu bualan, selama transportasi umumnya masih jalan di tempat

Meskipun begitu, keberadaan kereta feeder yang langsung nangkring dan terintegrasi di sana tetap memberikan kepastian mobilitas yang tidak kutemukan di stasiun ujung timur. Bukan tanpa alasan jika mayoritas umat manusia yang naik Whoosh lebih memilih menghentikan perjalanan mereka di Padalarang. Suasana di sekitar stasiun transit tersebut jauh lebih berdenyut, menyediakan banyak opsi angkutan lanjutan meski kerap bikin darah tinggi karena karut-marutnya lalu lintas sekitar.

Perbandingan telak ini menyadarkanku bahwa Padalarang masih menjadi favorit bagi kaum rasional yang tidak ingin hari-harinya hancur lebur gara-gara salah pilih stasiun.

Pelajaran berharga dari sebuah rencana

Mencoba hal baru memang dianjurkan. Tetapi mencoba turun di Stasiun Tegalluar adalah sebuah bentuk hukuman mandiri yang tidak boleh terulang dua kali. Megahnya infrastruktur transportasi modern ternyata belum sepenuhnya berdampak pada kewarasan koneksi wilayah hilirnya, meninggalkan PR besar bagi para pemangku kebijakan.

Ujung-ujungnya, kecepatan kilat yang dibayar mahal mendadak luntur seketika saat kita harus bergulat dengan macet dan susahnya cari tumpangan lokal.

Pada akhirnya, aku pasti akan kembali memasukkan Padalarang sebagai destinasi turun wajib dalam setiap catatan perjalanan Whoosh berikutnya. Bagaimanapun juga, kenikmatan hidup bertransportasi bukan cuma perkara seberapa canggih kereta bisa ngebut, melainkan seberapa cepat kita bisa rebahan di rumah tanpa harus emosi ngemper di lobi stasiun.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2026 oleh

Tags: Bandungkereta whooshstasiun padalarangstasiun tegalluar
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

4 Kasta Tertinggi Varian Rasa Brownies Amanda yang Nggak Bikin Kecewa Mojok.co

4 Kasta Tertinggi Varian Rasa Brownies Amanda yang Nggak Bikin Kecewa

11 Desember 2025
Sumur Kota Bandung Adalah Kecamatan “Paket Lengkap”, Bikin Iri Daerah-daerah Lain Mojok.co

Sumur Kota Bandung, Kecamatan “Paket Lengkap” yang Bikin Iri Daerah-daerah Lain

8 Juli 2024
Kepala Manyung Bu Fat, Kuliner Pedas Semarang yang Wajib Dicoba

Maaf-maaf Saja, bagi Saya, Semarang Lebih Superior ketimbang Jogja dan Bandung

24 Juni 2023
Mitos Legenda Sangkuriang dan Kaitannya dengan Sesar Lembang

Mitos Legenda Sangkuriang dan Kaitannya dengan Sesar Lembang

1 November 2022
3 Tempat Makan di Bandung yang Wajib Dicoba Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

3 Tempat Makan di Bandung yang Wajib Dicoba Setidaknya Sekali Seumur Hidup 

13 Februari 2026
Warga Margaasih Bandung Hanya Butiran Debu Tanpa Kota Cimahi Mojok.co

Warga Margaasih Kabupaten Bandung Hanya Butiran Debu Tanpa Kota Cimahi

21 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.