Nasi Shirataki, Alternatif Baru Pengganti Nasi Putih

Nasi Shirataki, Alternatif Baru Pengganti Nasi Putih terminal mojok.co

Nasi Shirataki, Alternatif Baru Pengganti Nasi Putih terminal mojok.co

Beberapa tahun ini, ada salah satu jenis makanan unik yang kerap kali dikonsumsi oleh para influencer fitness yang mengkampanyekan gaya hidup sehat. Makanan tersebut adalah nasi shirataki. Jenis nasi yang diklaim lebih sehat dibandingkan nasi putih sebagai sumber karbohidrat kita sehari-hari.

Sejak kecil, saya selalu didoktrin oleh orang tua, keluarga, teman-teman, dan lingkungan sekitar saya yang berkata, “Nggak akan kenyang kalau tidak makan nasi putih. Belum disebut makan kalau nggak ketemu nasi putih”. Padahal kandungan kalori nasi putih ini cukup tinggi. Per 100 gram nasi putih, kandungan kalorinya sekitar 130 kalori.

Selain itu, orang Indonesia bisa dibilang terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat. Karbohidrat itu bukan cuma nasi putih, lho! Roti, gorengan, kue, mi, kwetiau, bakmie, dan segala sesuatu yang dibuat dari tepung-tepungan itu mengandung karbohidrat.

Berapa banyak dari kita yang sering mengonsumsi nasi putih dengan lauk mi goreng atau gorengan? Berapa banyak kalori yang dikonsumsi hanya dari karbohidrat? Terlalu banyak mengonsumsi nasi putih yang kandungan gulanya sangat tinggi itu tidak baik untuk kesehatan. Pasalnya, ini akan meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes dan penyakit degeneratif lainnya.

Beruntung, saat ini ada banyak influencer fitness yang memperkenalkan masyarakat Indonesia untuk mulai mengganti konsumsi nasi putih dengan nasi shirataki. Nasi shirataki ini bahan utamanya adalah Amorphophallus Konjac, sejenis umbi-umbian yang banyak tumbuh di Jepang. Makanya, nama shirataki ini unsur je-Jepang-annya kental banget! Saya juga pertama kali mendengar nama shirataki, langsung ngeuh kalau makanan yang satu ini pasti berasal dari Jepang.

Nasi shirataki ini kalorinya rendah banget! Per 100 gram, kandungan kalorinya hanya sekitar 10 kalori! Kandungan karbohidratnya lebih rendah dibandingkan nasi putih, seratnya juga lebih banyak dibanding nasi putih. Dengan kandungannya yang rendah kalori, kandungan rendah karbohidrat, dan serat yang lebih banyak jika dibandingkan dengan nasi putih, nasi shirataki ini worth it banget untuk kamu yang lagi diet rendah kalori.

Selain kalorinya yang rendah, kandungan karbohidrat yang rendah, dan serat yang lebih banyak, ia pun jauh lebih sehat dibandingkan nasi putih karena mengandung glukomanan yang bisa menurunkan kadar kolesterol, mengurangi nafsu makan, dan melancarkan sistem pencernaan.

Hal tersebut bakal ngebantu banget buat kamu yang mau menurunkan berat badan. Kamu bisa makan dengan porsi yang lebih banyak tanpa khawatir tambah gemuk. Pasalnya, kandungan kalorinya ini kecil banget. Apalagi kalau konsumsi ini dibarengi dengan olahraga rutin seperti angkat beban di gym, jogging, ataupun jenis olahraga lainnya.

Sebagai healthy lifestyle enthusiast, saya pun nggak mau ketinggalan dengan nyobain nasi shirataki. Beras shirataki sendiri sebelum dimasak jadi nasi bentuknya agak beda dibandingkan beras yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Bentuknya lebih gepeng dan warnanya seputih salju. Kalau sudah dimasak, warnanya pun agak berbeda dengan nasi putih. Namun kamu tidak usah takut karena rasanya mirip dengan nasi putih yang kita konsumsi sehari-hari, kok!

Dari berbagai manfaat yang saya sebutkan di atas, kekurangan nasi shirataki ini hanya satu: harganya yang mahal. Biasanya, beras putih atau beras merah di warung depan rumah saya, harganya berkisar 10.000 s/d 15.000 rupiah per kilo. Namun, harga beras shirataki sekitar Ro180.000. Atau delapan belas kali lipat lebih mahal dibandingkan beras yang biasa saya makan.

Meskipun mahal, dengan berbagai manfaat yang sudah saya sebutkan di atas, worth it banget, kok! Terutama untuk kamu yang mau menurunkan berat badan biar bisa lebih sehat dan produktif sekaligus membentuk badan jadi lebih atletis. Kalau kamu masih merasa mahal, tinggal pangkas habis aja semua budget yang biasa kamu keluarkan untuk jajan gorengan, bakso, seblak, kopi kekinian, ataupun minuman manis yang tinggi kalori.

Meski begitu, nasi ini tidak menjamin kamu bisa turun berat badan dan badan kamu lebih atletis kalau kamu masih sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori. Nasi shirataki hanya membantu kamu lebih kenyang saja. Ini bikin nafsu makan kamu untuk mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori tersebut jadi menurun.

Ingat, rumus untuk menurunkan berat badan hanya satu! Kalori yang masuk harus lebih rendah dari kebutuhan kalori kamu sehari-hari (TDEE). Kamu bisa cek kebutuhan kalori harian kamu di sini. Pokoknya, yang terpenting jangan lupa tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, ya.

Sumber Gambar: YouTube KBS News

BACA JUGA Nasi Goreng Paling Enak Tercipta dari Olahan Nasi Sisa Semalam dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
Exit mobile version