Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Nase’ Sodu: Sajian Nasi dengan Kuah Lodeh Khas Situbondo

Firdaus Al Faqi oleh Firdaus Al Faqi
19 April 2022
A A
Nase’ Sodu: Sajian Nasi dengan Kuah Lodeh Khas Situbondo

Nase’ Sodu: Sajian Nasi dengan Kuah Lodeh Khas Situbondo (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Haram hukumnya ke Situbondo tanpa nyobain nase’ sodu

Saya sempat berpikir kalau Situbondo, itu tidak punya makanan khas sama sekali. Ternyata, setelah bertanya ke beberapa teman dan orang-orang terdekat, di sini ada yang namanya nase’ sodu.

Dalam bahasa lokal, nase’ artinya nasi. Sedangkan sodu, diartikan sebagai lodeh. Jika melihat sepintas, memang nggak tampak spesial sama sekali. Tampilannya juga biasa aja. Kalau dilihat-lihat, mirip sama masakan ibu-ibu rumah tangga.

Kaya lodeh ini, tapi lebih kental (Shutterstock.com)

Tapi kalau masalah rasa, saya yakin nggak ada makanan yang rasanya mirip dengan nase’ sodu ini. Sebagai orang yang pernah mencicipi, nase’ sodu ini rasanya gurih-gurih pedas.

Gurihnya itu, berasal dari komposisi yang digunakan sebagai kuah. Adapun kuahnya, dibuat dengan santan, labu air, labu kuning, dan beberapa bumbu masakan seperti ketumbar, bawang putih, daun salam, dan banyak lagi. Cek aja di Google kalau mau tahu bahan lengkapnya.

Bisa dikatakan, kalau kuah dari nase’ sodu ini, merupakan kuah lodeh khas-nya Situbondo. Tapi kalau lodeh biasa, hanya pakai sedikit santan saja dan bikin kuahnya tidak terlalu kental. Kalau kuah nase’ sodu, itu cenderung dan bahkan sangat kental.

Bahkan ada ibu-ibu yang jualan makanan ini, bilang kalau untuk bikin santannya, ia butuh minimal 17 buah kelapa yang nanti langsung dicampurkan dengan berbagai bahan kuah.

Butuh santan yang banyak, Sob (Pixabay.com)

Bagi siapapun yang punya kolesterol tinggi dan darah tinggi, sangat tidak disarankan untuk mencoba makanan ini. Takutnya tiba-tiba nyeri, pusing, dan kepala serasa dicengkeram. Kuah dari santan yang kental, memang baiknya dihindari kalau punya kondisi ini.

Baca Juga:

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Situbondo, Bondowoso, dan Jember, Tetangga Banyuwangi yang Berisik Nggak Pantas Diberi Respek

Nah, kalau pedasnya, berasal dari sambal cengi (tauge). Sambal cengi ini, dibuat dengan tauge segar dan berukuran pendek plus sambal terasi udang khas Situbondo. Saat nasi berkuah tersebut sudah dicampur dengan sambal, mungkin setiap orang yang mencobanya, ingin nambah lagi.

Belum cukup di situ. Nase’ sodu ini, kalau di abang-abang atau ibu-ibu yang jualan, biasanya pakai ikan tongkol. Masaknya itu terpisah dengan pembuatan kuah. Kalau ikan tongkolnya, dimasak menggunakan metode yang oleh orang lokal disebut e takar.

E takar, merupakan metode memasak yang pakai bahan-bahan seperti bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabai merah (yang gede-gede berwarna merah), jahe, dan asam jawa.

Tongkol (Pixabay.com)

Semua bahan itu, nantinya dihaluskan dulu. Lalu ditumis sebentar. Setelah itu, barulah ikan tongkol dimasukkan. Rasa dari tongkol dengan metode memasak tersebut, biasanya lebih dominan pedas.

Biar lebih mantap, makanan ini harus ditemani kerupuk. Jadi, kombinasi antara kuah yang gurih, tongkol dengan rasa dominan pedas, dan sambal cengi plus kerupuk, bikin lidah yang mencobanya tidak berhenti mengecap rasa.

Uniknya, di sini ada anggapan kalau makan nase’ sodu itu bikin cepat kenyang dan kenyangnya juga tahan lama walaupun porsinya sedikit. Porsi yang disediakan mirip porsi makan orang-orang kaya yang jarang makan nasi dalam jumlah besar. Tapi bisa dipastikan, satu porsi saja sudah bikin kenyang.

Namun, makanan khas ini hanya bisa ditemukan di beberapa daerah dan tempat saja. Nase’ sodu, hanya mudah ditemukan di daerah daerah Awar-awar, Kecamatan Asembagus, Situbondo. Kalau dari alun-alun kota, itu sekitar 27 km. Kalau pakai motor ke sana, mungkin 30 menitan sudah bisa sampai.

Kalau pakai mobil, mungkin harus cukup bersabar karena harus ngantri buat nyalip truk-truk besar yang bawa kontainer, alat-alat berat, truk PG, dan tak lupa juga dengan bus yang jadi raja jalanan.

Pasalnya, jalur yang harus ditempuh itu jalur pantura. Tahu sendiri bagaimana ramai dan lamanya kalau mau nyalip di jalur pantura. Jadi kalau mau coba nyicip, mending motoran saja.

Bagi siapapun yang mungkin pengin jalan-jalan ke Situbondo, haram hukumnya kalau nggak nyobain nase’ sodu. Jika memang ingin mencicipi, pastikan kalau orang yang jualan itu menyajikan dengan menggunakan daun pisang.

Walaupun terlihat nggak berpengaruh, tapi tingkat kekhusyukan dan kenikmatan makan nase’ sodu, bakal lebih tinggi kalau disajikan pakai daun pisang.

Meskipun terdengar nikmat, ada satu hal yang mau nggak mau harus dipenuhi. Setiap orang yang mau makan, harus bersedia balapan dengan orang lain. Balapannya bukan motor atau mobil, tapi balapan untuk berebut dapat makanan ini.

Warung yang biasanya menyediakan nase’ sodu, sudah buka dari jam 05.00 pagi. Lewat dari jam 08.00, siapapun yang datang ke sana harus ikhlas untuk tidak mendapatkan kuliner khas Situbondo satu ini.

Tertarik nggak? Langsung gas Situbondo lah~

Penulis: Firdaus Al Faqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Menggugat Ketiadaan Bioskop Modern di Bukittinggi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 April 2022 oleh

Tags: Lapak Terminalnase' sodusitubondoumkm
Firdaus Al Faqi

Firdaus Al Faqi

Sejak lahir belum pernah pacaran~

ArtikelTerkait

Kue Padamaran, Kue Basah Khas Jambi yang Cocok untuk Buka Puasa

Kue Padamaran, Kue Basah Khas Jambi yang Cocok untuk Buka Puasa

22 April 2022
Melarang Indomaret dan Alfamart Tidak Lantas Bikin UMKM Sumatera Barat Sejahtera

Melarang Indomaret dan Alfamart Tidak Lantas Bikin UMKM Sumatera Barat Sejahtera

28 November 2023
Sate Karak, Kuliner Klasik Surabaya yang Sudah Jarang Diingat Terminal Mojok.co

Sate Karak, Kuliner Klasik Surabaya yang Sudah Jarang Diingat

7 April 2022
Nestapa Hidup di Kecamatan Besuki, Dekat PLTU tapi Sering Mati Lampu

Nestapa Hidup di Kecamatan Besuki, Dekat PLTU tapi Sering Mati Lampu

16 Mei 2023
Jangan Berhenti di Situbondo, Jalan Tol Probowangi Harus Beneran Lanjut Sampai Banyuwangi!

Jangan Berhenti di Situbondo, Jalan Tol Probowangi Harus Beneran Lanjut Sampai Banyuwangi!

21 April 2024
Kukusan Bambu, Alat Masak Tradisional yang Kian Terpinggirkan

Kukusan Bambu, Alat Masak Tradisional yang Kian Terpinggirkan

14 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.