Lompatan di bidang teknologi otomotif benar-benar terasa nyata. Belum lama ini hadir motor keyless. Dengan fitur ini, tidak ada lagi anak kunci yang harus diputar. Cukup simpan remote di saku, tekan knob, dan mesin siap menyala. Selama beberapa dekade lalu, hal-hal semacam ini mungkin hanya kita nikmati lewat film-film tema futuristik.
Akan tetapi, tidak ada yang sempurna. Begitu pula dengan motor keyless ini. Fitur keyless memang canggih dan menjawab persoalan mereka yang pelupa. Namun, kenyataannya, ada sisi merepotkannya juga.
Baterai remote melemah bikin masalah
Kelemahan paling mendasar dari motor keyless adalah bergantung pada baterai. Selama baterai dalam kondisi prima, sistem memang bekerja nyaris sempurna. Namun, ketika dayanya mulai melemah, masalah langsung bermunculan. Bisa saja fitur ini jadi tidak responsif, sulit dinyalakan. Padahal, si pemilik sudah berdiri tepat di samping motor.
Masalahnya, daya baterai yang melemah pada remote motor keyless tidak selalu memberikan peringatan yang jelas. Akhirnya, banyak pengguna yang baru menyadari baterai habis justru ketika motor sudah terparkir di parkiran umum, atau lebih buruk lagi, di tengah perjalanan. Situasi seperti ini tentu menyulitkan, apalagi bagi pengguna yang tidak terbiasa dengan prosedur darurat.
Baca juga Suzuki Address: Motor Matic yang Namanya Aneh dan Asing, tapi Nyaman Dikendarai.
Betapa repotnya kalau remote rusak atau hilang
Kondisinya semakin repot kalau motor keyless mengalami kerusakan. Maklum, sistem motor keyless terdiri dari beberapa komponen elektronik sensitif seperti ECU, antenna receiver, dan modul smart key. Ketika salah satu mengalami gangguan, biaya perbaikannya jelas tidak bisa disamakan dengan motor konvensional.
Ketika remote keyless hilang, penyelesaiannya pun tidak segampang motor dengan kunci. Nggak bisa tuh kalian minta tolong ke tukang kunci pinggir jalan. Kalian harus melalui proses reprogramming yang dilakukan di bengkel resmi. Dan, kalau sudah berurusan dengan bengkel resmi, tahu sendiri dong biayanya bakal gimana? Betul, tidak murah, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah tergantung merek dan model motor.
Biaya perbaikan motor keyless ini makin terasa mencekik ketika motor sudah melewati masa garansi. Yang artinya, semua biaya harus ditanggung sendiri oleh pemilik kendaraan. Wow, gws dompet para pengendara motor keyless.
Isu keamanan motor keyless yang mulai diperdebatkan
Hal lain yang ternyata bikin pengguna motor keyless jadi ketar-ketir adalah tentang keamanannya.
Jadi begini. Saya yakin awalnya para pengguna memilih jenis motor keyless karena klaim keamanan yang lebih tinggi. Tanpa lubang kunci mekanis, dilengkapi immobilizer dan enkripsi sinyal, motor keyless digadang-gadang lebih sulit dibobol. Masuk akal memang.
Akan tetapi, ceritanya lain di lapangan. Sudah ada beberapa kasus pencurian motor berteknologi keyless. Modusnya beragam, mulai dari digotong, dugaan penggandaan sinyal hingga kelalaian pemilik yang tanpa sadar memberi celah.
Tidak kalah mengejutkan, ada pula pengalaman pengguna yang mendadak panik ketika remote-nya ternyata bisa merespons motor lain dengan tipe dan model yang sama. Motor dia terparkir berjejer dengan motor yang sama. Meski kasus seperti ini tidak umum dan bisa dipengaruhi faktor teknis tertentu, tetap saja membuat rasa percaya terhadap motor keyless jadi goyah.
Motor keyless rentan gangguan sinyal dan lingkungan
Kesabaran para pemilik motor keyless ini juga diuji ketika berhadapan dengan gangguan sinyal.
Jadi begini. Secara teknis, sistem keyless bekerja dengan gelombang radio jarak dekat. Artinya, performanya sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Di area dengan interferensi tinggi, misalnya parkiran basement, pusat perbelanjaan besar, atau kawasan padat perangkat elektronik, respons sistem bisa melambat atau tidak stabil.
Dalam kondisi tersebut, motor tiba-tiba tidak bisa dinyalakan, alarm berbunyi sendiri, atau sistem immobilizer aktif tanpa sebab yang jelas. Kalau sudah begitu, siapa orangnya yang tidak panik? Ini bukan cacat produk ya, tapi riil keterbatasan teknologi nirkabel yang akhirnya bikin pengguna trauma.
Motor keyelss kurang bersahabat untuk semua kalangan
Kerepotan selanjutnya ada pada sisi ergonomi penggunaan. Bagaimana, ya? Motor keyless memang canggih dan keren, hanya saja bagi generasi yang sudah terbiasa dengan kunci konvensional, butuh waktu untuk adaptasi. Pasalnya, tombol, indikator, dan prosedur tertentu pada motor keyless benar-benar butuh effort untuk dipelajari.
Misalnya, ketika remote keyless-nya bermasalah. Mau nggak mau, pengguna harus menyalakan motor mereka dengan cara manual. Yaitu, dengan memasukkan kode id-nya. Misal, kode manualnya 52415262, ya selanjutnya tinggal tekan knob sesuai angka. Angka 5 tekan knob 5 kali sampe bunyi tit, trus angka 2 tekan knob 2 kali sampe bunyi tit, begitu seterusnya. Dan itu jelas sangat merepotkan. Dipikir-pikir, mending engkol nggak sih? Tinggal diengkol, terus langsung ngenggg.
Pada akhirnya, hal-hal sederhana yang dulu bisa diselesaikan dengan cepat, entah kenapa jadi ribet di hadapan motor keyless. Itu sebabnya, teknologi keyless ini sepertinya memang hanya cocok bagi mereka yang sudah siap mental dan dompet.
Akan tetapi, bagi pengguna yang menyukai kepraktisan yang lebih sederhana, motor dengan kunci manual jelas jadi pilihan. Bodo amat dibilang, “Motornya masih pakai kunci lemari?” yang penting nggak perlu stres ketika remote motornya tiba-tiba bermasalah.
Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
