Mimi: Film India tentang Keputusan Calon Bintang untuk Jadi Ibu Pengganti

Mimi: Film India tentang Keputusan Calon Bintang untuk Jadi Ibu Pengganti terminal mojok.co

Mimi: Film India tentang Keputusan Calon Bintang untuk Jadi Ibu Pengganti terminal mojok.co

Setelah sekian lama bertahan dari godaan aplikasi nonton film, akhirnya awal bulan ini pertahanan saya runtuh juga. Terhitung pada awal bulan ini, saya mencoba berlangganan Netflix. Gara-garanya adalah film Mimi. Film India yang tayang di Netflix.

Mimi yang menjadi judul sekaligus nama tokoh utama dalam film ini bercerita tentang seorang perempuan lajang yang bersedia menjadi ibu pengganti (surogasi). Hal ini ia lakukan demi mendapatkan uang untuk mewujudkan mimpinya menjadi artis bollywood terkenal.

Cerita bermula ketika Bhanu (Pankaj Tripathi) yang bekerja sebagai seorang sopir taksi, mendapat penumpang pasangan suami istri dari Amerika─Jhon dan Summer. Rupanya, perjalanan pasangan suami istri tersebut ke India bukan sekadar plesiran biasa, melainkan untuk mencari ibu pengganti. Pasangan suami istri itu dinyatakan tidak bisa punya anak karena alasan kesehatan.

Singkat cerita, berkat bantuan Bhanu, pasangan suami istri tersebut akhirnya berkenalan dengan seorang gadis yang menurut mereka sesuai dengan kriteria ibu pengganti yang diinginkan: sehat, muda, dan cantik. Gadis itu adalah Mimi (Kriti Shanon), seorang penari (artis) lokal.

Awalnya, Mimi memang sempat menolak karena belum paham seperti apa itu ibu pengganti. Akan tetapi setelah dijelaskan, terlebih setelah tahu besarnya jumlah uang yang ditawarkan, Mimi pun berubah pikiran. Dia siap menjadi ibu pengganti. Proses medis pun dimulai. Beberapa waktu kemudian, Mimi dinyatakan hamil.

Sebagai gadis lajang, menjalani proses kehamilan tentu bukan hal yang mudah bagi Mimi. Keluarga pun tidak tahu akan hal ini. Sejak memutuskan sepakat menjadi ibu pengganti, Mimi meninggalkan rumah. Berbohong kepada kedua orang tuanya bahwa dia akan syuting film selama sembilan bulan. Nyatanya, dia tinggal di rumah Shama (Sai Thamankar)─sahabatnya yang berprofesi sebagai penyanyi. Di sana, Mimi mengubah penampilan dan identitasnya agar penduduk sekitar tidak mengenalinya.

Meski tidak mudah, Mimi tetap berusaha menjalani kehamilannya dengan sebaik mungkin. Hari-harinya dipenuhi dengan hal menyenangkan. Jhon dan Summer pun tidak kalah bahagianya. Hingga kemudian… masalah itu muncul. Masalah yang membuat pasangan suami istri tersebut membatalkan kesepakatan surogasi yang ditawarkan oleh mereka sendiri. Melalui Bhanu, mereka meminta Mimi untuk menggugurkan kandungannya (aborsi). Mimi menolak. Dalam perasaan kecewa dan kebingungan, Mimi memilih mempertahankan kehamilannya.

Lantas, apa yang saya tangkap dari film ini?

#1 Surogasi di India

Seorang laki-laki (makelar surogasi) sibuk menelepon Jhon untuk “menawarkan” perempuan-perempuan yang siap menjadi ibu pengganti. Adegan yang muncul sebagai pembuka dalam film ini, memantik saya untuk mencari tahu tentang bagaimana sebenarnya praktik surogasi di India. Setelah saya cari tahu, ternyata praktik surogasi di India sudah banyak dan sering terjadi─meski tentu saja tidak terlepas dari pro dan kontra.

Tidak sedikit perempuan di negara itu yang mau menjalani praktik surogasi karena alasan keuangan atau ingin keluar dari lingkar kemiskinan.

#2 Risiko menjalani surogasi atau menjadi ibu pengganti

Sebagaimana hal-hal lain dalam hidup ini yang menempatkan keuntungan dan risiko secara satu paket, maka praktik surogasi pun tidak lepas dari yang namanya risiko. Dalam film ini, pembatalan secara sepihak oleh pasangan suami istri, tentu saja menjadi masalah yang kemudian harus dihadapi oleh Mimi. Mimi harus berdamai dengan dirinya secepat mungkin.

Dia sudah memilih mempertahankan kehamilannya, artinya dia harus siap menjalani satu fase baru di dalam hidupnya. Ini menjadi menarik karena sebelumnya, Mimi digambarkan sebagai perempuan yang lebih fokus untuk mengembangkan kariernya. Ia belum memikirkan pernikahan dan membayangkan menjadi ibu hamil─bahkan mengurus anak.

#3 Menjadi ibu

Sebagaimana Mimi, Summer pun pada akhirnya menjalani takdirnya sebagai seorang ibu, meski dengan jalan yang berbeda. Dari apa yang terjadi di dalam film ini setidaknya diungkapkan bahwa menjadi ibu memang bukan perkara mudah. Summer memang punya kemauan yang sangat besar untuk menjadi seorang ibu, tetapi apakah kemudian dia siap jika ternyata apa yang terjadi tidak sejalan dengan apa yang dia harapkan?

Begitu pun dengan Mimi. Ketika dia menyetujui kesepakatan, maka dia harus siap menjalani banyak hal baru dalam hidupnya (perjuangan hamil dan melahirkan). Beruntung, dia mendapat dukungan penuh dari orang-orang di sekitarnya─meski tentu saja tetap ada rasa kecewa dari keluarganya.

Dukungan itulah yang menjadi salah satu kekuatan bagi Mimi untuk siap (kalau tidak bisa dibilang terpaksa) mengubur mimpinya menjadi bintang terkenal, demi menjalani tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.

#4 Isu rasisme

Untuk hal ini sebenarnya tidak begitu banyak disorot. Namun, tetap memberikan kesan tersendiri. Anak Mimi yang berkulit putih bahkan menjadi perhatian khusus bagi orang-orang di sekitar tempat tinggal Mimi. Pada usianya yang masih tergolong anak-anak, anak Mimi mendapat perundungan terkait warna kulitnya.

Secara garis besar, film ini memang mengangkat tema yang serius, tetapi dikemas dengan memasukkan unsur komedi. Bahkan, di bagian konfliknya pun tidak sedikit yang tetap terasa lucu.

Jika ingin menonton film India di Netflix, film ini bisa menjadi salah satu rekomendasi.

Sumber Gambar: YouTube Maddock Films

BACA JUGA Film India Jadul yang Wajib Ditonton Mahfud MD selain ‘Dilwale’ dan tulisan Utamy Ningsih lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
Exit mobile version