Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Mi Ayam Bakar, Inovasi yang Beneran Maksa

Anisa Cahyani oleh Anisa Cahyani
11 Februari 2023
A A
mi ayam bakar

Mi ayam pangsit (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apa sih yang terlintas dalam pikiran kalian kalau mendengar kuliner bernama mi ayam? Apakah kamu membayangkan pangsit yang berendam dalam kuah bersama sawi dan daun bawang? Atau ayam berbumbu manis gurih yang menjadi pelengkap hidangan mi kuningmu di meja? Tak lupa juga dengan saus dan sambal yang akan membuat makanan satu ini menjadi semakin menarik dipandang oleh mata?

Bisa terbilang inovasi mi ayam di Indonesia sendiri tidak sepesat dan seunik teman satu gerobaknya alias bakso. Kalau kita tengok lebih jauh, bahkan varian bakso sendiri di setiap daerah memiliki ciri khas serta keunikannya masing-masing. Hal ini diperparah dengan berbagai gebrakan lewat media sosial yang menggembar-gemborkan bakso bisa beranak, bakso bisa berduet dengan lobster, ada juga bakso pakai mercon, bakso isi keju, bahkan bakso sebesar harapan orang tua. Saya bisa saja meyakini kalau besok atau suatu saat nanti ada bakso sebesar Pluto.

Meskipun mi ayam tidak melakukan gebrakan yang nyeleneh dan di luar nalar manusia, hal ini tidak menjamin juga bahwa ada beberapa penjual yang menuangkan kreativitasnya untuk menarik pelanggan agar lebih memilih membeli dagangan mereka. Salah satunya adalah penjual mi ayam bakar di sekitar kampus Universitas Negeri Semarang.

Mi ayam bakar ini awalnya memang cukup menarik perhatian saya dan beberapa teman sesama perantau ketika hunting kuliner di sekitar kos soalnya kita malas masak. Kami memilih menuju kedai penjual mi ayam yang cukup ramai sekalian mencicipi apakah memang benar seenak itu hingga pengunjung rela menunggu. Ketika kami akan memesan, ada beberapa list yang tidak familiar bagi kami saat membaca menu.

Ya, kalian pasti sudah tahu kalau kami kaget dengan menu mi ayam bakar. Maksudnya bagaimana ya? Kan mi ayam itu berkuah gitu loh. Tapi karena sudah mengalami kelaparan akut ditambah pula harus diterjang oleh rasa penasaran, tanpa berlama-lama saya putuskan memesan makanan ini.

Saya awalnya berpikiran kalau mi ayam ini akan diberi suguhan ayam bakar utuh tanpa disuwir layaknya mi ayam biasa. Setidaknya, itu adalah gambaran yang pas dengan sejauh apa sebenarnya kreativitas bisa dituangkan ke dalam makanan dengan kuah dan isi yang sebetulnya sudah sangat standar ini.

Ternyata ekspektasi saya dihancurkan oleh realitas. Fakta pahit harus saya terima bahwa yang berbeda dari mi ayam ini hanyalah cara penyajiannya, bukan bahan-bahan yang ada di dalamnya. Serius deh, kalau ditanya apakah worth it? Saya berani bilang tidak.

Kecewa adalah perasaan yang sudah pasti saya telan ditambah perasaan yang  tidak bersemangat meratapi isi piring saya. Seharusnya “mi ayam yang dibakar” adalah julukan yang tepat, bukannya malah “mi ayam bakar”. Loh kok bisa protes begitu? Jelas saja saya dan beberapa teman saya kesal karena yang dibakar itu minya. Sekali lagi saya jelaskan kalau yang dibakar itu adalah minya.

Baca Juga:

Es Teh Jumbo, Minuman Kekinian yang (Mulai) Merangkak Menuju Kebangkrutan  

Earphone Bluetooth Adalah Inovasi Audio yang Gagal: Kemudahan yang Ditawarkan Tidak Seberapa, Kualitasnya Disunat Ugal-ugalan

Permainan kata-kata ini ternyata cukup memiliki arti yang jauh berbeda. Apalagi kalau penulisannya tidak tepat menggambarkan apa yang dimaksud dalam kertas menu. Jelas saja, orang mi ayam bakar ini bukan ayamnya yang dibakar, melainkan minya yang dibungkus daun pisang lalu dibakar begitu saja. Soal isi? Ya sama saja seperti jika kita memesan yang original. Soal harga? Tentu saja lebih mahal yang dibakar.

Sebenarnya tidak hanya mi ayam bakar saja yang menjadi inovasi di daerah sekitar kampus kami. Jika melihat selembaran menu pun tertulis pula mi ayam goreng. Wah, makin ribet saja urusan membeli dan mencicipi panganan satu ini.

Memang tak bisa dibantah, bagaimanapun keadaannya kalau mi ayam sudah memiliki kodrat menjadi kuliner favorit masyarakat Indonesia tanpa peduli darimana kita semua berasal. Hal ini terbukti dari kebiasaan kita mengkonsumsi jajanan satu ini tanpa melihat keadaan, maksudnya seperti saat berkumpul dengan teman, ibu-ibu sedang arisan, orang menggelar hajatan, mahasiswa lagi kelaparan, para pekerja yang sedang istirahat makan siang, atau mereka yang hanya berteduh sejenak di dalam tenda abang-abang mi ayam saat hujan melanda di perjalanan.

Tapi sedikit catatan saja, kalau mau berinovasi jangan nanggung deh. Saya mau kasih ide, coba penjual mi ayam di luar sana buat gebrakan dengan mi ayam geprek (tapi ayamnya beneran digeprek), atau mi ayam kukus (ayamnya ya benar-benar dikukus, demi hidup sehat), terakhir mungkin bisa juga mi ayam panggang. Pokoke bebas, asal sesuai kodratnya aja.

Penulis: Anisa Cahyani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Rekomendasi Mie Ayam di Jogja Versi Info Mie Ayam YK

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2023 oleh

Tags: inovasimi ayam bakar
Anisa Cahyani

Anisa Cahyani

Mahasiswi ilmu hukum Universitas Negeri Semarang.

ArtikelTerkait

sumber gambar pixabay

Teh Dandang 2 in 1, Inovasi yang Bikin Ngeteh Nggak Lagi Ribet

10 September 2021
lotek jogja kuliner inovasi kebablasan mojok

Lotek Jogja, Kuliner yang Terlampau Inovatif

5 Agustus 2021
doffle donat waffle croffle pastry mojok

Doffle, Kuliner Pendatang Baru yang Siap Menggeser Croffle

4 September 2021
Good Day Duet: Terobosan yang Nyusahin

Good Day Duet: Terobosan yang Nyusahin

9 Januari 2023
Solo di Mata Orang Jogja: Solo Dipandang Rendah, tapi Lebih Menjanjikan

Solo (Layak) Mulai Melesat, Jogja Perlahan (dan Pasti) Ditinggal Wisatawan

26 Januari 2023
Cara Licik Oknum Pedagang Es Teh Jumbo Meraup Keuntungan (Unsplash)

Es Teh Jumbo, Minuman Kekinian yang (Mulai) Merangkak Menuju Kebangkrutan  

11 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Yamaha NMAX, Motor yang Tidak Ditakdirkan untuk Dimodifikasi Mojok.co

Yamaha NMAX, Motor Gagah tapi Biaya Merawatnya Sama Sekali Tak Murah

25 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.