Menu Katering Pernikahan Sunda dan 4 Hidangan Wajib yang Selalu Muncul

Menu Katering Pernikahan Sunda dan 4 Hidangan Wajib yang Selalu Muncul terminal mojok.co

Menu Katering Pernikahan Sunda dan 4 Hidangan Wajib yang Selalu Muncul terminal mojok.co

Bagi para pemburu kuliner, undangan pesta pernikahan menjadi sesuatu yang ditunggu. Apalagi jika tahu bahwa yang mengadakan resepsi adalah kawan atau tetangga dan membuat acara yang tidak sederhana. Hal ini pasti jadi sasaran empuk untuk menikmati segala sajian menu katering pernikahan. Jangankan makan di tempat, kadang sekalian kode-kode minta dibungkus untuk dibawa pulang ke rumah walaupun ngamplop nggak tebel-tebel amat.

Line-up yang menjadi sajian umum di menu katering pernikahan Sunda biasanya terdiri dari, nasi hangat (kalau apes, kebagian pas sudah lumayan dingin), berbagai olahan daging seperti rendang, semur, gulai, berbagai olahan ayam, kentang balado (bisa dipotong dadu atau diiris berbatang), bihun, capcay, dan lain-lain yang kadang selalu sama di setiap acara. Saya jadi curiga ada buku saku mengenai panduan menyajikan menu katering pernikahan bagi masyarakat Sunda.

Berbagai menu tambahan lain sebagai pelengkap biasanya terdiri dari, kerupuk, sop atau es buah, batagor atau siomay, bakso, buah-buahan, kue basah, seblak (saya pernah menemukan), dan berbagai camilan lain yang khusus disediakan bagi mereka yang sedang diet makanan berat.

Sebagai kondangan hunter, saya cukup sering membandingkan menu-menu yang disajikan di setiap acara nikahan yang saya datangi. Ada beberapa menu yang menjadi favorit hingga saya merasa ini wajib ada di setiap resepsi pernikahan. Kalau saja ada yang absen, sedikit mengurangi kenikmatan ketika menyantapnya.

Menurut survei yang saya lakukan secara tidak sengaja, dengan metode pengamatan sehabis bersalaman dengan mempelai, saya akan berikan contoh-contoh makanan yang wajib ada di acara pernikahan.

#1 Asinan

Asinan yang dimaksud adalah asinan buah-buahan yang dibuat dengan cara pengacaran. Asinan sejenis ini cukup mudah ditemui di wilayah Bogor dan Priangan Barat (Sukabumi dan Cianjur).  Sebagai makanan khas, asinan merupakan salah satu menu katering pernikahan Sunda yang wajib ada.

Buah-buahan yang digunakan biasanya terdiri dari mangga muda, pepaya, bengkoang, nanas, dan buah-buahan tropis lainnya. Perpaduan rasa antara asam dari kuah cuka, asin, manis, dan pedas sangat cocok dinikmati sebagai hidangan penutup untuk menemani ngobrol dengan tamu-tamu lain.

#2 Kerupuk udang

Walaupun bisa digantikan varian kerupuk lain, tapi kerupuk udang adalah idaman bagi pemburu kuliner di acara pernikahan. Seperti ada yang kurang rasanya kalau tidak bisa menemukan kerupuk udang di meja prasmanan.

Sebagai pelengkap hidangan, kerupuk udang cukup umum digunakan di acara resepsi pernikahan Sunda. Kalau saja kehadiran kerupuk udang itu absen, tentu saja akan membuat para tamu undangan–yang fanatik terhadap kerupuk udang–ngedumel sendiri karena ketidaklengkapan santapan yang disajikan. Pasalnya, paling nikmat itu ketika nyocol kerupuk udang dengan kuah rendang, beuhhh, ngeunah pisan, lah!

#3 Es krim

Ini adalah dessert idaman bagi banyak orang setelah makan besar. Dari mulai anak-anak sampai ibu-ibu rela mengantre di depan stan es krim yang biasanya dijaga bapak-bapak berkumis, memakai topi, dan baju batik coklat lengan pendek yang biasanya hanya hadir sampai pertengahan acara.

Paket es krim yang digunakan biasanya hampir sama di berbagai daerah. Seperti telah memiliki pakem, perpaduan warna dan rasa seperti rasa coklat yang diwakili warna coklat, vanila yang diwakili warna putih, dan strawberry yang diwakili warna pink menjadi menu yang umum tapi penuh peminat di setiap acara nikahan. Tidak heran kalau gubuk es krim ini kadang tidak tersedia sampai acara selesai karena selalu ludes di pertengahan acara.

#4 Kambing guling

Menu ini dapat saya katakan raja terakhir soal urusan peminat. Kambing guling merupakan idaman dari setiap idaman para tamu undangan. Bayangkan saja, saya pernah datang ke acara pernikahan yang ketika pasangan pengantin baru memasuki area pelaminan, orang-orang sudah berdiri dengan piring masing-masing di depan stan kambing guling. “Yang nikah kami, lho, bukan kambing!” mungkin begitu ucap sang pengantin.

Keberadaan kambing guling ini merupakan sasaran empuk bagi para penikmat kuliner. Tidak jarang timbul raut wajah kecewa apabila tidak kebagian porsi yang diharapkan. Meskipun kurang sehat karena tingginya kolesterol, tapi tetap saja, primadona tetap menjadi primadona.

BACA JUGA Saya Bukannya Antimenikah, tapi Punya Pertimbangan yang Kompleks dan tulisan Fajar Hikmatiar lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

Exit mobile version