Meninjau Aksi Tidur Melek Mermaid Man dari Sisi Kesehatan

Membongkar Pesan di Balik Wejangan Misterius Mermaid Man terminal mojok.co

Meninjau Aksi Tidur Melek Mermaid Man dari Sisi Kesehatan SpongeBob pahlawan super barnacle boy invisible boat terminal mojok.co

Jagoan kita yang satu ini pasti sudah banyak orang yang tahu, apalagi fans SpongeBob Squarepants garis keras, pasti tidak akan asing dengan Mermaid Man. Tidak hanya hebat dalam bertarung, ternyata tokoh pahlawan favorit Spongebob dan Patrick ini memiliki sikap yang sangat awas. Bagaimana tidak awas, wong tidur aja sambil melek, iyaa betul, tidur melek!

Gaya tidur ala Mermaid Man mencerminkan betapa dia selalu sigap dan waspada sebagai pahlawan super. Ttt-tapi, bagaimana kalau gaya tidur melek ala Mermaid Man ini ternyata bukan merupakan gaya tidur namun sebuah kondisi fisik tertentu?

Namanya lagophthalmos, kondisi kesulitan untuk menutup mata secara utuh itu memang ada istilah medisnya. Tapi, jika kondisi ini dialami hanya saat tidur, maka dinamakan nocturnal lagophthalmos. Jadi sebenarnya Mermaid Man sangat mungkin berada dalam kondisi nocturnal lagophthalmos, bukan tidur melek saking waspada dan hati-hati sama serangan musuh.

Kondisi tidur melek ala Mermaid Man ini ternyata dapat menjadi gejala dari kondisi yang lebih serius, tampaknya perlu perhatian lebih dan disarankan segera menghubungi dokter bilamana dirasa makin parah. Niscaya, saat Mermaid Man menelepon dokter rumah sakit, ambulans Bikini Bottom langsung meluncur menuju panti jompo Shady Shoals.

Jika diperhatikan, dalam hampir semua episode SpongeBob Squarepants, Mermaid Man tidak pernah mengeluhkan bahwa produksi air matanya meningkat, matanya terasa sakit dan iritasi terutama saat pagi hari. Rasa-rasanya sih tidak pernah ia keluhkan gejala-gejala dari nocturnal lagophthalmos, mungkin karena Mermaid Man jarang mengeluh, paling hanya mengeluh saat Barnacleboy lupa tempat memarkir invisible boat mobile andalan mereka.

Berdasarkan penyebabnya, lagophthalmos dibagi menjadi dua, yakni adanya kerusakan pada saraf kranial ke-7 (jobdesk saraf ini adalah mengontrol kelopak mata dan wajah) dan yang kedua adanya kerusakan pada kelopak mata. Dari dua penyebab tersebut, kalau boleh kita reka-reka, ada kemungkinan saraf kranial ke-7 Mermaid Man rusak akibat pertarungan sengitnya dengan musuh-musuh. Ternyata melek saat tidur juga menandakan bahwa seseorang tersebut petarung ya!

Orang-orang dengan nocturnal lagophthalmos biasanya tidak menyadari bahwa mereka tidur melek, mungkin sampai ada seseorang yang menyaksikan hal antimainstream ini dan berkata “Ever alert, Mermaid Man has train himself to sleep with his eyes open!” seperti yang SpongeBob ucapkan sebelum dimarahi Barnacle Boy karena menganggu tidur sang superhero Mermaid Man.

Bicara soal dampak dari tidur melek ala Mermaid Man ini, yang paling sederhana adalah kering dan tidak nyamannya mata. Kering karena kelopak mata yang seharusnya berkedip untuk menjaga pelumasan (lubrikasi) mata, tidak berfungsi maksimal. Ketidaknyamanan pada mata timbul karena tidur melek memberikan celah bagi debu yang berterbangan untuk dapat hinggap di mata.

Memang, dari beberapa kondisi yang dapat terjadi, nocturnal lagophthalmos nggak serem-serem amat, tapi dipastikan lebih nyaman tidur dengan kelopak mata yang menutup dengan sempurna.

Mengunjungi dokter mata perlu dilakukan jika rasanya keadaan tidur melek semakin membuat tidak nyaman. Menurut artikel dari Healthline, penanganan untuk kondisi lagophthalmos ini bisa dilakukan dengan operasi dan non-operasi.

Penanganan operasi misalnya dengan tarsorrhaphy, sejenis tindakan operasi untuk menjahit kelopak mata ementara waktu. Sedangkan yang non-operasi bisa menggunakan kacamata sejenis kacamata renang yang cembung untuk melindungi kelembaban mata dan menjaganya dari debu.

Bayangkan saja Mermaid Man tidur menggunakan kacamata renang dalam rangka melindungi matanya yang terbuka saat tidur. Saya cukup yakin Barnacle Boy sambil sembunyi-sembunyi akan tertawa terpingkal menyaksikan hal tersebut.

Walaupun tidur melek bukan merupakan kondisi yang berbahaya, tapi pada akhirnya dapat menyebabkan masalah pada mata. Seisi kota Bikini Bottom pasti tidak mau pahlawan supernya memiliki masalah mata. Seandainya Mermaid Man punya masalah dengan mata cukup serius, sebagai sama-sama pembasmi kebatilan, ia bisa berguru pada si Buta dari Gua Hantu tentang bagaimana cara tetap beraksi maksimal dengan kemampuan penglihatan yang minimal.

Nah, tapi, sebelum memastikan apakah Mermaid Man ternyata betul mengidap nocturnal lagophthalmos atau tidak, mungkin perlu kita tanya langsung ke blio di Bikini Bottom sana. Walau mengidap nocturnal lagophthalmos, tampaknya Pak Tua ini harus bersyukur. Mermaid Man dapat cap “pahlawan super yang sangat awas” karena tidurnya sambil melek. Saran saya sih, Bung, di sela-sela Anda menyelamatkan kota, Anda perlu menyempatkan juga ke dokter mata untuk konsultasi.

BACA JUGA Wawancara dengan Asisten Bidan tentang Pengalaman Mereka Melayani Pasien

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Exit mobile version