Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Mengintip Keseharian Seorang Musisi Yang Ada-Ada Saja!

Muhammad Ikhwan Hastanto oleh Muhammad Ikhwan Hastanto
4 Mei 2019
A A
musisi

musisi

Share on FacebookShare on Twitter

Tahun ini adalah tahun keempat saya memutuskan untuk menjadi musisi profesional. Sebagaimana kata “profesional” itu saya sematkan, hal ini mengartikan bahwa penghasilan utama saya ya berasal dari ranah ini. Adakah yang penasaran bagaimana rasanya menjadi musisi muda yang merintis karir? Tulisan ini mungkin bisa jadi pertimbangan apakah kalian benar-benar mau terjun ke lautan penuh ketidakpastian ini.

Selama tahun-tahun tersebut, berbagai “dunia” musik saya terjuni: mulai menjadi pengamen di café, nikahan orang, membuat band, sampai tur beberapa kota. Dari kegiatan-kegiatan tersebut, izinkan saya menceritakan beberapa hal ada-ada saja yang terjadi. Siapa tahu dari pembaca ada yang tertarik jadi musisi atau istri musisi.

Bertemu Calon Murid-Murid-an

Saya pernah mendadak dihubungi oleh seseorang yang mengaku calon murid. Dia menanyakan apakah saya membuka jasa mengajar gitar untuk pemula. Dia menjelaskan bahwa dia benar-benar belum pernah belajar sebelumnya dan langsung tertarik belajar ketika menonton salah satu penampilan langsung saya. Saya berhak ge-er dong. Ehm, dan ya, dia seorang perempuan. Saya tidak mau mengatakannya, tapi saya kira “perasaan” sedang terlibat di sini.

Saya jawab semua tergantung waktu dan tujuannya belajar gitar. Saya juga katakan bahwa saya tidak belajar musik secara akademis sehingga mungkin pendekatan mengajarnya akan berbeda. Ia mengiyakan dan percaya kepada cara saya. Mendengar ini, saya semakin yakin perasaan memang terlibat di sini. Duh, susah sekali jadi berbakat dan ganteng sekaligus.

Kemudian, Dia mengatakan bahwa dia tidak memiliki gitar. Saya lalu kaget, gimana mau belajar gitar kalau tidak punya gitar? Dia menjawab kurang lebih begini,” Sementara aku pinjem gitar Mas dulu buat belajar. Nanti kalau butuh belajar aku tinggal hubungi Mas buat ketemu.” Anjir, udah aku-kamu aja.

Untung saya orangnya gak nafsuan setia kepada pasangan.

Kalah Dengan MP3

Baca Juga:

Nasib Sarjana Musik di Situbondo: Jadi Tukang Sayur, Bukan Beethoven

Kejadian ini terjadi ketika saya menjadi band penghibur di nikahannya orang kaya asal Ternate. Berlokasi di Ballroom Hotel bintang lima, saya perkirakan biaya pernikahannya bisa digunakan untuk memanggil Blackpink manggung di malam tirakatan komplek perumahan saya.

Wedding band biasanya bermain selama dua jam penuh. Namun, setelah lagu keempat (baru sekitar 20 menit di atas panggung), pihak keluarga tiba-tiba meminta kami untuk memainkan lagu-lagu daerah Ternate saja sebagai pengiring flashmob. Kami menolak karena mentok kami hanya tahu lagu “Maumere” dan “Poco-Poco”, itu pun saya tidak tahu berasal dari Ternate atau bukan.

Alhasil, salah satu keluarga mempelai menyuruh kami berhenti bermain. Alhasil, kami turun panggung. Mereka lantas memainkan lagu-lagu tradisional lewat YouTube selama tiga jam penuh, membuat kami memakan gaji buta sekaligus hati kami sendiri. Jancuk lah.

Mengiringi Tawuran

Suatu saat saya dan band manggung di acara kesenian salah satu SMA di Jogja. Awalnya, semua berjalan biasa saja: kami jingkrak sana-sini dan (merasa) menghibur penonton yang hadir. Sampai akhirnya, penonton di depan kami mulai rusuh.

Ternyata, ada sekelompok siswa dari SMA “saingan” yang datang dan membuat keributan di depan panggung. SMA yang membuat acara tentu tidak terima sehingga balas membalas pukulan terjadi. Iya, semua itu terjadi di saat kami sedang manggung. Bayangkan, Anda bermusik di depan orang yang sedang tawuran!

Kami berhenti main, berdiri terpaku, saling melirik satu sama lain, dan pasrah. Ya Tuhan, apakah ini pertanda bahwa musik memang haram?

Dipaksa Berhenti

Ini kejadian sekitar tahun 2013 ketika saya manggung di salah satu festival musik tahunan di Jogja. Saya mengiringi seorang penyanyi membawakan sekitar enam buah lagu. Di lagu terakhir, saya diberikan kesempatan untuk melakukan solo gitar. Saya sumringah. Sebagai banci tampil, solo gitar akan membuat perhatian penonton beberapa saat akan menjadi milik saya sepenuhnya, dan saya suka itu. Saya memang anaknya haus perhatian.

Ketika lagu keenam dimulai, saya sudah siap untuk menghentak semua penonton di depan panggung. Persis ketika bagian saya bersinar mau dimulai, tiba-tiba listriknya mati. LISTRIKNYA MATI YA ALLAH. Panggung langsung senyap. Saya menangis dalam hati melihat penonton langsung membubarkan diri tanpa melihat saya pamer kemampuan. Apakah ini azab dari kesombongan saya? Pertanyaan ini saya panjatkan setiap salat malam.

Sejak saat itu saya tersadar dan tidak pernah sombong lagi. Saya bersyukur, selain ganteng dan berbakat, ternyata saya juga taat ajaran agama.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2021 oleh

Tags: Keseharian Musisi
Muhammad Ikhwan Hastanto

Muhammad Ikhwan Hastanto

Suka memetik dan mengetik.

ArtikelTerkait

Nasib Sarjana Musik di Situbondo: Jadi Tukang Sayur, Bukan Beethoven

Nasib Sarjana Musik di Situbondo: Jadi Tukang Sayur, Bukan Beethoven

17 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

19 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.