Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Menghitung Biaya Hidup di Situbondo, Kabupaten dengan UMK Terendah se-Jawa Timur. Memangnya Cukup?

Firdaus Al Faqi oleh Firdaus Al Faqi
1 Juli 2024
A A
Menghitung Biaya Hidup di Situbondo, Kabupaten dengan UMK Terendah se-Jawa Timur. Memangnya Cukup?

Menghitung Biaya Hidup di Situbondo, Kabupaten dengan UMK Terendah se-Jawa Timur. Memangnya Cukup? (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Uang Rp80 ribu di Situbondo bisa buat apa aja?

Sudah tentu kebutuhan utama manusia adalah mbadok. Nah, kalau di Situbondo ini, rata-rata sekali makan akan menghabiskan uang sekitar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Memang ada opsi yang lebih murah, tapi siapa yang tahan kalau sudah susah-susah kerja, pas milih makanan sama sekali nggak membangkitkan selera, sih? Ya memang bisa masak sendiri, tapi malah jauh lebih repot nggak, sih?

Sedangkan dalam sehari, rata-rata frekuensi makan sehari seseorang adalah 3 kali. Jadi, buat makan saja sudah mengeluarkan uang Rp30 ribu sampai Rp45 ribu seharinya. Kalau sebulan, artinya kita memakai uang sebesar Rp900 ribu sampai Rp1,3 jutaan untuk biaya.

Jadi, sisa gaji UMK Situbondo dikurangi biaya makan sekitar Rp1,2 juta sampai Rp800.000.

Itu baru buat makan doang, lho. Ngomongin soal kebutuhan dasar manusia nggak usah pakai hierarcy of needs-nya Maslow dulu, kejauhan. Kita pakai tiga indikator: perut, baju, dan tempat tinggal saja dulu.

Nah, sisa Rp1,2 juta sampai Rp800 ribu ini digunakan buat dua kebutuhan dasar lainnya, yakni baju sama tempat tinggal.

Sisa UMK Situbondo setelah dikurangi uang makan memangnya cukup buat tempat tinggal?

Setelah makan, sekarang kita beralih ke tempat tinggal. Kalau di sini, saya sudah survei tipis-tipis harga kos berkisar di angka Rp300 ribu-Rp500 ribuan sebulan. Saya nggak mau ngomong jauh-jauh beli rumah karena kalau penghasilan UMK, yang paling affordable dan menenangkan sudah pasti kos atau kontrak rumah saja.

Jadi, kalau kita kurangi lagi, sisanya masih ada Rp600 ribu-Rp800 ribu.

Biasanya sih kalau di Situbondo, biaya kos segitu sudah sekalian listrik dan air. Jadi sudah nggak ada tanggungan lain yang harus dibayar.

Baca Juga:

Situbondo, Bondowoso, dan Jember, Tetangga Banyuwangi yang Berisik Nggak Pantas Diberi Respek

Nasib Sarjana Musik di Situbondo: Jadi Tukang Sayur, Bukan Beethoven

Transportasi

Rata-rata kalau di Situbondo, warga bepergian naik sepeda motor. Biar gampang, kita anggap saja ongkos PP kos-tempat kerja Rp5 ribu-Rp10 ribu buat bensin dalam sehari. Soalnya saya kalau isi bensin Rp15 ribu bisa buat tiga hari.

Hal ini beda dengan di kota besar yang rata-rata tempat kerjanya jauh dari tempat tinggal. Makanya biaya transportasinya jelas lebih mahal. Sementara kalau di Situbondo, ah elah, paling berapa kilometer doang, sih. Nggak pakai macet pula.

Jadi, UMK Situbondo kita kurangi lagi dengan ongkos transportasi. Sisanya jadi Rp450 ribu – Rp500 ribu.

Buat beli baju, masih okelah

Kebutuhan lain adalah buat beli baju yang sepertinya nggak terlalu signifikan kalau kita nggak kakean polah. Lagi pula sekali beli baju kan bisa buat berbulan-bulan, ya. Bahkan satu baju bisa kita pakai hingga bertahun-tahun lamanya. Jadi, perubahannya nggak signifikan kalau dari gaji yang tersisa.

Hiburan

Untungnya ada sisa dari UMK Situbondo yang kecil itu, jadi bisa buat hiburan. Kalau kata banyak advisor keuangan, hiburan itu mentok di angka 10%-15% dari gaji. Jadi, kalau gajinya Rp2,1 jutaan, biaya hiburannya Rp210 ribu-Rp315 ribu.

Ini bagus buat orang yang tinggal di Situbondo. Soalnya hiburan di sini terbatas. Ada coffee shop, harga menunya juga berkisar di angka Rp12 ribu sampai Rp20 ribu per menu. Itu pun sudah mentok di situ-situ saja.

Sekarang kita kurangi lagi UMK Situbondo dengan biaya hiburan ini, sisanya Rp185 ribu-Rp240 ribu. Nah, sisa uang yang ada biasanya untuk kebutuhan lain semacam beli toiletries, biaya perawatan motor, dsb.

UMK Situbondo sebenarnya sudah cukup, tapi…

Sebenarnya angkanya pas, tapi saking pasnya, kita jadi nggak bisa ngapa-ngapain lagi dengan UMK segini. Mungkin nggak cuma buat Situbondo, ini juga berlaku untuk daerah lainnya penerima gaji sesuai UMK.

Tapi, tahu sendiri kan kalau UMK adalah gaji ideal yang harus dibayarkan perusahaan/bisnis ke karyawannya. Kenyataannya, nggak semudah hitung-hitungan tadi, Gaes.

Kalau mau ngomong pekerja yang dibayar di bawah UMK Situbondo sih banyak banget. Soalnya jumlah perusahaan besar yang sudah lepas dari skala UMKM itu cuma ada sedikit. Coba saja tanya ke orang Situbondo, di mana perusahaan besar di Situbondo. Saya yakin, jawabannya pasti perusahaan pengolahan udang sama perusahaan gula doang yang mungkin sudah ada dari zaman Belanda.

Ini menjelaskan bahwa hanya ada sedikit perusahaan yang masuk kategori wajib membayar karyawan/pekerja sesuai UMK Situbondo.

Sisanya, UMKM yang terus berjalan dan tetap dengan rutin membayar pekerjanya. Tapi, kalau melihat ketentuan, bisnis dengan skala UMKM itu lepas dari kewajiban membayar karyawan/pekerjanya sesuai UMK.

Kalau soal nominal, nggak bisa dikasih tahu karena masih jadi hal tabu. Namun, paling nggak ada sedikit kesimpulan: opsi untuk mendapatkan UMK yang terendah di Jawa Timur saja, buat masyarakat Situbondo pada umumnya sangat susah dan terbatas.

Sudah terendah, terbatas pula. Sisanya memang warga harus berbesar hati dibayar berapa pun demi bisa menyambung hidup sehari-hari.

Makin anehnya lagi, sudah tahu Situbondo begini, eh, malah ngide buat GOR yang jadi tribute buat diri sendiri~

Penulis: Firdaus Al Faqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA UMK Situbondo Kecil Nggak Ngaruh, Selama Ada Padi dan Ikan, Tagihan Tetap Bisa Lunas!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2024 oleh

Tags: situbondoUMK Situbondoumk terkecil
Firdaus Al Faqi

Firdaus Al Faqi

Sejak lahir belum pernah pacaran~

ArtikelTerkait

Baluran Sering Dikira Punya Banyuwangi, Bukti Situbondo Gagal Memanfaatkan Potensi Daerah Mojok.co

Baluran Sering Dikira Punya Banyuwangi, Bukti Situbondo Gagal Memanfaatkan Potensi Daerah

11 Agustus 2024
Jangan Berhenti di Situbondo, Jalan Tol Probowangi Harus Beneran Lanjut Sampai Banyuwangi!

Jangan Berhenti di Situbondo, Jalan Tol Probowangi Harus Beneran Lanjut Sampai Banyuwangi!

21 April 2024
Buruh Tani Situbondo: Pekerjaan yang Sering Disepelekan, tapi Penghasilannya Bisa Bikin Iri Pegawai Kantoran Mojok.co

Buruh Tani Situbondo: Pekerjaan yang Sering Disepelekan, tapi Upahnya Bisa Bikin Iri Pegawai Kantoran

3 Juli 2025
Ironi Keindahan Kawah Ijen Bondowoso yang Justru jadi Petaka bagi Situbondo

Ironi Keindahan Kawah Ijen Bondowoso yang Justru Jadi Petaka bagi Situbondo

8 September 2023
GOR Bung Karna, Proyek Narsis Bupati Situbondo yang Bakal Menelan Duit Rakyat hingga Puluhan Miliar Mojok.co

GOR Bung Karna, Proyek Narsis Bupati Situbondo yang Bakal Menelan Duit Rakyat hingga Puluhan Miliar

6 Juli 2024
Sudah Saatnya Membangun Jalan Tol Hutan dari Situbondo Sampai Jember (Unsplash)

Sudah Saatnya Membangun Jalan Tol Hutan dari Situbondo Sampai Jember

17 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

19 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.