Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mengenal Butterfly Hug, Teknik Penenang Diri di Drakor It’s Okay to Not Be Okay

Rizkyalda Permatasari oleh Rizkyalda Permatasari
25 Agustus 2020
A A
Ko Moon Young di Drama 'It's Okay to Not Be Okay' Membantah Dongeng Disney yang Nggak Masuk Akal terminal mojok.co

Ko Moon Young di Drama 'It's Okay to Not Be Okay' Membantah Dongeng Disney yang Nggak Masuk Akal terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Penonton drama korea berjudul It’s Okay to Not Be Okay, pasti tidak asing lagi dengan istilah Butterfly Hug. Drama bergenre romansa ini tida hanya menampilkan adegan-adegan romantis yang membuat baper, tetapi juga mengulas banyak isu-isu kesehatan mental.

Adegan Butterfly Hug menjadi viral setelah muncul di drama yang diperankan Kim Soo Hyun dan Seo Ye Ji ini. Namun, tahukah kalian kalau pelukan kupu-kupu ini bukan sekadar adegan drama romantis, melainkan terapi mengatasi trauma?

Teknik Butterfly Hug adalah teknik psikoterapi yang dilakukan dengan meyilangkan kedua lengan dan menepuk-nepuk diri sendiri dengan ritme tertentu. Teknik ini terlihat seperti kepakan sayap kupu-kupu. Karena itulah, teknik tersebut dinamai deikian. Ini adalah salah satu teknik stimulasi bilateral yang bertujuan untuk untuk menstabilkan emosi serta pikiran negatif akibat suatu kejadian traumatis.

Butterfly Hug awalnya ditujukan sebagai terapi EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing). Terapi EMDR adalah terapi yang ditujukan pada penderita gangguan stress pasca trauma, atau dikenal PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) .

Prinsip terapi jenis EMDR ini adalah membuat seseorang merasa tenang saat menghadapi atau membayangkan kondisi yang mereka anggap traumatis. Pasien akan diminta membayangkan peristiwa traumatis sembari dilakukan stimulasi bilateral -dengan gerakan mata atau tepukan tangan pada lutut atau dada- guna memberikan kenyamanan.

Harapan terapi ini agar pasien PTSD menjadi lebih tenang dalam menghadapi, maupun mengingat kembali trauma. Namun, karena teknik ini diketahui mengurangi kecemasan dan membuat seseorang merasa tenang, Butterfly Hug menjadi salah satu alat penenang diri yang baik.

Teknik Butterfly Hug pertama kali diperkenalkan oleh seorang terapis EMDR di Meksiko, Lucina Artigas, dan suaminya Ignacio Jarero. Mereka menggunakannya untuk membantu orang dewasa serta anak-anak yang terkena dampak dari badai Paulline tahun 1998 di Acapulco, Meksiko. Lucy mengajak para korban yang selamat dari bencana ini untuk melakukan teknik ini di kala para korban banyak meminta terapi akibat trauma yang mereka alami. Berkat Lucina, para korban merasa lebih tenang.

Cara melakukan Butterfly Hug sangat mudah. Berikut cara melakukan teknik Butterfly Hug:

#1. Silangkan kedua tangan di atas dada

Baca Juga:

Pengalaman Keracunan MBG: Malas Sekolah hingga Trauma Mendapatkan Makanan Gratis

Saya Rindu Jember, tapi Tidak dengan Kenangan Buruknya

#2. Tepuk pelan kedua tangan, seolah-olah mengepakkan sayap pada kupu-kupu

#3. Lakukan gerakan diatas sembari menarik napas pelan-pelan dan menghembuskan napas secara perlahan, sambil mengamati apa yang terjadi melalui pikiran

#4. Lakukan gerakan sampai merasa tubuh dan pikiran kita rileks.

Teknik ini membantu kita untuk memproses pengalaman traumatis, sehingga kita dapat lebih tenang. Contohnya di wilayah Quiche di Guatemala, orang-orang yang menyaksikan penguburan kerabat mereka menggunakan teknik Butterfly Hug untuk menghibur diri dan menguatkan diri menghadapi keadaan.

Butterfly Hug juga dipercaya dapat mencegah adanya trauma kedua. Teori  ini berhubungan dengan model Pemrosesan Informasi Adaptif (AIP). Model AIP menyatakan bahwa trauma sendiri tersimpan dan terjebak di jaringan saraf otak. Sehingga, memori yang berkaitan peristiwa traumatis menyebabkan orang tersebut terhubung dengan perasaan negatif.

Tujuan terapi berasas model AIP ini adalah menambahkan emosi adaptif ke jaringan saraf, sehingga memori trauma dapat terproses ulang. Butterfly Hug memfasilitasi sistem AIP untuk memroses ulang peristiwa traumatis melalui indera-indera manusia, terutama visualisasi dan sentuhan.

Jika dilakukan rutin, teknik ini juga dapat menstabilkan emosi. Bukan cuma Moon Gang Tae dan Ko Mun Yeong yang butuh pelukan kupu-kupu, kamu juga bisa praktik sendiri di rumah. Stay sane, ya!

Sumber Gambar: YouTube Rod Sevilla.

BACA JUGA Rekomendasi 15 Drama Korea Terbaik Sepanjang Masa atau artikel Terminal Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2020 oleh

Tags: psikologistrauma
Rizkyalda Permatasari

Rizkyalda Permatasari

Mahasiswa salah satu universitas swasta di Indonesia. Sering memikirkan hal-hal random yang membuat penasaran. Senang menulis dan menganalisa sesuatu.

ArtikelTerkait

terluka

Stop Menganggap Semua Orang Di Muka Bumi Ini Sama, Hanya Karena Kamu Pernah Terluka

19 Juni 2019
Pengalaman Keracunan MBG: Malas Sekolah hingga Trauma Mendapatkan Makanan Gratis

Pengalaman Keracunan MBG: Malas Sekolah hingga Trauma Mendapatkan Makanan Gratis

5 Mei 2025
Saya Rindu Jember, tapi Tidak dengan Kenangan Buruknya

Saya Rindu Jember, tapi Tidak dengan Kenangan Buruknya

14 Desember 2024
Bukan Ngeyelan, Tidur dengan Lampu Menyala Itu Demi Kewarasan tim tidur lampu mati vs lampu menyala terminal mojok.co

Bukan Ngeyelan, Tidur dengan Lampu Menyala Itu Demi Kewarasan

11 September 2020
Cerita Penyintas Gangguan Mental yang Dapat Stigma Negatif di Masyarakat terminal mojok.co

Cerita Penyintas Gangguan Mental yang Dapat Stigma Negatif di Masyarakat

19 November 2020
Stop Menakuti Anak dengan Bilang 'Nanti Disuntik Dokter', Nggak Bener Itu!

Stop Menakuti Anak dengan Bilang ‘Nanti Disuntik Dokter’, Nggak Bener Itu!

28 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.