Informasi
ADVERTISEMENT

Mengenal Badariah, Kakak Ehsan “Upin Ipin” yang Berprofesi Sebagai Biduan

Mengenal Badariah, Kakak Ehsan “Upin Ipin” yang Berprofesi Sebagai Biduan (Unsplash)

Penonton setia Upin Ipin dari zaman Majapahit pasti banyak yang menyangka kalau Ehsan merupakan anak tunggal. Maklum, kedua orang tuanya sangat memanjakan Ehsan, terutama daddy-nya. Padahal dia punya kakak bernama Badariah.

Anggapan itu nyatanya salah besar. Les’ Copaque, selaku rumah produksi serial Upin Ipin, pernah memberikan petunjuk kalau Ehsan bukan anak tunggal karena punya kakak. Kamu bisa menemukan petunjuk itu di episode Upin Ipin musim 17 yang berjudul “Cucu Kesayangan Opah”.

Episode itu menceritakan bahwa semua murid Tadika Mesra mendapat tugas dari Cikgu Melati. Tugasnya adalah menggambar keluarga masing-masing dan menceritakan di depan kelas. 

Saat tiba giliran Ehsan, dia menunjukan gambar keluarga dan menceritakan di depan kelas. Fizi dan Cikgu Melati bertanya kepada Ehsan, kenapa Kakak Ehsan tidak digambar. 

Cikgu Melati kemudian bertanya lagi kepada Ehsan yang tidak menggambar kakaknya “Ehsan tidak sayang kakak, kah?”

Ehsan menjawab, “Sayang, tapi kurang. Kakak tidak tinggal serumah dan tinggal di asrama. Sebab itu tidak mesra dan dekat.”

Mencermati dialog tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa Ehsan punya kakak, tapi tidak tinggal serumah. Fyi, sebutan kakak dalam Bahasa Melayu adalah untuk panggilan kakak perempuan. Sedangkan, sebutan untuk kakak laki-laki adalah abang.

Debut kakak Ehsan di serial Upin Ipin

Kakak Ehsan akhirnya menjalani debutnya di serial Upin Ipin di musim 18. Episode itu berjudul “Cik Bidadari”. 

Les’ Copaque memperkenalkan kakak Ehsan sebagai Badariah dan nama panggilannya Badar. Dugaan saya, nama lengkapnya adalah Badariah binti Azzarudin sesuai nama daddy-nya. Dan nama Badar sendiri terinspirasi dari kisah heroik perjuangan Nabi Muhammad yang berperang dengan pihak suku Quraisy Mekah, yaitu Perang Badar.

Baca halaman selanjutnya: Kakak yang punya jiwa sosial tinggi.

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2025 oleh .

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

Exit mobile version