Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mengapa Attack On Titan Layak Disebut Anime Terbaik?

Dani Ismantoko oleh Dani Ismantoko
30 Juni 2020
A A
Membedah Isi Kepala Pak Haji alias Hajime Isayama, Kreator Anime Paling Ngeri 'Attack on Titan' terminal mojok.co

Membedah Isi Kepala Pak Haji alias Hajime Isayama, Kreator Anime Paling Ngeri 'Attack on Titan' terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Tanggal 29 Mei lalu saya melihat nama Mikasa ada di kolom trending Twitter. “Ada apa nih?” pikir saya. Ternyata orang-orang sedang ramai membincangkan trailer Attack on Titan yang sudah di-publish.

Semakin malam ternyata perbincangan makin rame. Dan akhirnya, di malam harinya, pada tanggal yang sama, #AttackOnTitan trending nomor satu. Sepengetahuan saya, perbincangan tentang anime atau manga yang paling sering masuk kolom trending Twitter adalah One Piece. Attack on Titan, bisa trending, terasa “Wow jebul iso trending to.”

Saya tahu anime Attack on Titan baru di masa pandemi Covid-19 ini. Karena gabut. Mau nonton drakor, telanjur suka ngece penonton drakor. Gengsi dong! Membaca sama nulis, sudah dilakukan, tapi tetap aja ada titik bosannya. Mau nongkrong dan ngopi-ngopi sama teman, nggak mungkin. Melanggar protokol penanganan Covid-19. Akhirnya kepikiran, kayaknya asyik deh nyari-nyari anime yang belum pernah ditonton.

Saya riset dulu. Tidak asal-asalan cari anime. Tidak seperti para lelaki generasi Z yang asal-asalan cari gebetan. Asal gampang diajak pergi, eh langsung tancap. Saya mencari info di YouTube, kira-kira anime apa yang recommended untuk ditonton. Saya mengeklik sebuah channel yang punya konten membuat peringkat-peringkat anime terbaik menurut si pemilik channel. Di channel itu, pemilik channel menempatkan Attack on Titan sebagai anime terbaik, nomor 1.

Mulailah saya berselancar mencari itu anime. Layanan wifi yang belum lama saya pasang dan koneksinya cukup cepat itu (ih sombong amat sih) memudahkan saya mendapatkan anime tersebut.

Pertama nonton, rasanya sih biasa-biasa saja. Seperti melihat cerita-cerita pendahuluan di anime-anime pada umumnya. Adrenalin mulai meningkat, keseruan begitu terasa ketika cerita memunculkan misteri-misterinya. Misalnya, siapa sih raksasa-raksasa itu? Bagaimana raksasa-raksasa itu bisa muncul? Kok bisa di dalam tembok ada raksasanya? Plot-plot twist yang menyertainya pun membuat semakin terasa seru.

Akhir season pertama alih-alih membuat pertanyaan yang muncul terjawab, malah menyisakan rasa penasaran. Lanjut ke season kedua. Rasa penasaran setengah terjawab. Namun, tetap saja tidak terungkap semua. Malah semakin terasa nggandul, kalau kata orang Jawa. Misteri jadi terasa begitu besar.

Di season tiga, pertanyaan-pertanyaan seperti siapa sebenarnya raksasa-raksasa itu, siapa ayahnya Eren Jeager, bagaimana sejarah tembok-tembok, terjawab semua. Namun, masih terasa ada goal yang belum tercapai. Apa yang akan terjadi setelah semuanya terjawab? Jawabannya ada di final season yang baru tayang pada Oktober nanti (semoga tidak mundur gegara corona).

Baca Juga:

Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

Anime Genre Isekai Isinya Gitu-gitu Aja, kalau Nggak Ketabrak Truk, ya Isinya Harem

Intinya, alur cerita anime ini asyik. Misteri, plot twist, konspirasi politik menjadi kesatuan yang membuat Attack on Titan bisa dikategorikan anime terbaik.

Memang tokoh utamanya, Eren Jeager, terlihat agak menyebalkan. Tidak kuat, payah, dan kelihatan bacot doang. Ia juga terkesan mengandalkan keberuntungan dan rasa belas kasihan dari teman-temannya supaya bisa selamat dari serangan musuh. Namun, saya kira itu justru menjadi penguat ceritanya. Ciamiknya, Attack on Titan bukan mengandalkan satu karakter yang menonjol saja.

Di One Piece, walaupun karakter selain Luffy juga keren-keren, tetapi tetap saja Luffy dijadikan pusat perhatian. Apalagi sering menjadi tokoh kunci kemenangan-kemenangan Bajak Laut Topi Jerami karena Luffylah yang biasanya mengalahkan musuh kuat, seperti Doflamingo dan Katakuri.

Apalagi di Dragon Ball seri apa pun. Tak pelak lagi, Goku adalah pusat tata suryanya. Siapa sih tokoh yang bisa begitu akrab dengan Zeno Sama, tuhan seluruh alam semesta dalam Dunia Dragon Ball selain Goku, yang pada Super Dragon Ball Heroes privilese itu sampai membuat Goku mendapatkan kekuatan setara dewa?

One Punch Man? Tidak perlu ditanyakan. Di setiap seasonnya penonton hanya menunggu aksi Saitama yang berkemampuan OP (overpower) beserta kekocakannya yang ditunjukkan dengan satu pukulan, kepala botak, dan ekspresi datar itu. Apalagi Saitama, si tokoh utama itu sendiri memang begitu jarang muncul.

Di Kimetsu No Yaiba, Tanjiro Kamado, tokoh utama yang begitu pengayom, baik, apalagi masih remaja kok sudah sedewasa itu sikapnya, tentu menjadi pusat perhatian juga.

Dalam anime Attack on Titan kemampuan tempur terhebat dimiliki Kapten Levi (yang oleh orang Jepang dibaca Rivai). Namun, campuran antara kemampuan tempur dan paras cantik serta kebucinan Mikasa pada Eren juga tak kalah apik untuk dijadikan pusat perhatian. Di sisi lain, kecerdasan Armin dan ketegasan komandan Erwin juga patut untuk diperhitungkan. Kalau Eren si tokoh utama, hanya keberuntungan dan aura membuat Mikasa klepek-klepek yang bisa dianggap menonjol.

Di luar cerita dan tokoh-tokohnya, soundtrack, dan grafiknya juga patut untuk diperhitungkan. Berani deh ditandingin sama One Piece. Apalagi sama Boruto yang cerita di animenya zonk banget itu.

Attack on Titan itu, kalau meminjam istilah para filsuf Jawa, pantas disebut sebagai anime yang jangkep. Kalau meminjam frasa dari para juri Indonesia Idol ya disebut “paket komplit”.

Satu lagi yang patut kita puji, keberanian pengarangnya membuat ceritanya berakhir. Buktinya ada di final season. Mengakhiri cerita yang kadung digandrungi itu sulit lho. Antara takut mengecewakan penggemar, takut tidak punya ide cerita baru untuk karya baru yang lebih oke, atau takut kehilangan sumber pundi-pundi uang. Emangnya berani tuh Oda Sensei mengakhiri cerita One Piece?

BACA JUGA Anime Menyelamatkan Saya dari Hasutan “Bakal Drakor Pada Waktunya” dan tulisan Dani Ismantoko lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2020 oleh

Tags: animeattack on titan
Dani Ismantoko

Dani Ismantoko

Kepala madrasah swasta yang aktif mengamati dinamika pendidikan dan kondisi sosial di Indonesia.

ArtikelTerkait

anime boku no hero akademia detective conan kamen rider MOJOK

Anime yang Akan Tayang di Indonesia vs Sensor di TV Indonesia

29 Juni 2020
rambut eren yeager attack on titan mojok

‘Attack on Titan’ Chapter 139: Akhir yang Amat Tak Layak

9 April 2021
8 Makanan Kartun yang Bikin Ngiler Terminal Mojok

8 Makanan Kartun yang Bikin Penonton Ngiler

3 Agustus 2022
rambut eren yeager attack on titan mojok

4 Hal Penting yang Ingin Disampaikan Hajime Isayama lewat Rambut Eren Yeager

16 Februari 2021
tokyo ghoul

Anime “Tokyo Ghoul” dan Pikiran Soal Manusia yang Ternyata Lebih Kejam dari Ghoul

31 Maret 2020
3 Kesalahan Orang Eldian Saat Menawan Pasukan Marley di Attack on Titan Final Season mojok.co

3 Kesalahan Orang Eldian Saat Menawan Pasukan Marley di ‘Attack on Titan’ Final Season

8 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Barang Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek-merek yang Sudah Besar Mojok.co

5 Produk Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek yang Sudah Besar

25 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.