Menangani Keseleo Tanpa Harus ke Rumah Sakit

Menangani Keseleo Tanpa Harus ke Rumah Sakit

Menangani Keseleo Tanpa Harus ke Rumah Sakit (Unsplash.com)

Tiba-tiba keseleo padahal rumahmu jauh dari rumah sakit? Coba tangani dengan beberapa cara berikut ini.

Keseleo adalah cedera yang terjadi pada ligamen, berupa terulurnya ligamen secara berlebih (over strech) yang dalam bahasa medisnya dikenal dengan istilah sprain. Ligamen merupakan jaringan ikat yang bentuknya seperti pita dan bersifat elastis, yang berfungsi sebagai pengikat/penghubung antar tulang sehingga terjadi stabilitas sendi.

Anggota tubuh yang paling sering mengalami keseleo adalah pergelangan kaki, makanya disebut dengan sprain ankle. Penyebab sprain ankle paling sering akibat salah menumpu saat berjalan atau berlari.

Keseleo sering kali dianggap sebagai cedera yang sepele. Padahal jika penanganannya kurang tepat akan membuat pergelangan kaki kita mengalami keseleo berulang atau gampang kambuh. Selain itu, penanganan yang salah juga bisa berakibat berkurangnya lingkup gerak sendi, penurunan keseimbangan, dan kemampuan fungsional dari pergelangan kaki.

Sebenarnya penanganan keseleo cukup sederhana dan tidak memerlukan bantuan tenaga kesehatan atau pergi ke rumah sakit. Asalkan, prinsipnya benar dan sesuai dengan ilmu kedokteran/kesehatan modern.

Menangani keselo yang bisa diterapkan sendiri di rumah

Prinsip penanganan keseleo berdasarkan keilmuwan fisioterapi yang dapat diterapkan sendiri di rumah tanpa harus ke rumah sakit adalah “Do POLICE No HARM”. “Do POLICE No HARM” adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat mengalami keseleo. POLICE artinya Protection, Optimal Loading, Ice, Compression, dan Elevation. Agar lebih mudah dimengerti, berikut penjelasannya:

Pertama, Protection. Artinya, kita diminta untuk memastikan cedera aman (tidak terprovokasi), memastikan tidak ada luka, jika terdapat luka dibersihkan terlebih dahulu, dsb.

Kedua, Optimal loading, yakni memberikan latihan dan beban pada cedera sesuai kemapuan pasien. Semisal keseleo pada pergelangan kaki, maka lakukan gerakan-gerakan pada pergelangan kaki (menekuk-mendorong, dll.) dengan diberikan sedikit tahanan.

Nah, tahapan penting berikutnya adalah Ice. Di sini kita bisa memberikan kompres es (es batu dihancurkan lalu dibungkus plastik) kemudian tempelkan pada area yang cedera atau bisa juga lakukan ice massage (usapkan es batu pada area cedera). Kompres es atau ice massage dilakukan selama 10-15 menit. Kompres es dan ice massage ini berfungsi untuk mengurangi nyeri dan bengkak, meskipun ketika diaplikasika diawal justru meningkatkan rasa nyeri.

Keempat, Compression, yaitu memberikan sedikit penekanan. Kompresi dapat membantu meingkatkan proses vaskularisasi sehingga dapat mengurangi bengkak. Penekanan dapat dilakukan bersamaan dengan pemberia kompres es atau ice massage. Kompresi dapat dilakukan bersamaan dengan kompres es, yaitu dengan cara setelah ice pack/gel pack ditempelkan pada area cedera dibalut dengan bandage atau plastic wrap. Sedangkan ketika ice massage otomatis sudah terdapat kompresi.

Terakhir, elevation, yaitu memposisikan area yang cedera lebih tinggi dari jantung. Hal ini dapat membantu mempercepat mengurangi bengkak.

Hal yang tidak boleh dilakukan saat keseleo

Nah, selain Do POLICE tadi, jangan lupa dengan beberapa hal yang tidak boleh dilakukan atau yang dikenal dengan istilah No HARM, yaitu Hot/heat, Alcohol, Re-injury, dan Massage.

Pertama, Hot/heat berarti jangan memberikan sesuatu yang panas atau menimbulkan rasa panas pada area cedera. Misalnya dilarang memberikan balsem, koyo, dan semacamnya apalagi minyak panas atau air panas. Intinya jangan memberikan sesuatu yang menimbulkan rasa panas karena bisa meningkatkan pembengkakan.

Kedua, No Alcohol. Mengonsumsi alkohol akan meningkatkan pendarahan dan pembengkakan, serta dapat menghambat proses pemulihan. Karena alkohol juga dapat mengurangi kepekaan akan rasa sakit dari cedera, sehingga memperparah cedera yang dialami.

Ketiga, No Re-injury, artinya hindari aktivitas atau kegiatan yang dapat membuat cedera lebih parah.

Nah ini yang paling penting, No Massage alias no pijat-pijat. Pemijatan pada area cedera dapat meningkatkan pendarahan dan pembengkakan. Pemijatan pada area cedera tentunya meningkatkan kerusakan pada jaringan lunak. Sebab, bengkak merupakan tanda adanya peradangan (luka).

Bayangkan anggota tubuh luka kemudian dipijat, ditekan-tekan, apa yang akan terjadi? Jadi, pemijatan pada keseleo sama saja dengan menambah luka di atas luka.

Selain itu, pemijatan pada ligamen yang mengalami sprain alias keseleo akan mengakibatkan ligamen semakin molor dan kendor, sehingga sendi menjadi tidak stabil dan rawan mengalami cedera berulang alias gampang keseleo. Itulah mengapa orang yang mengalami keseleo kemudian dipijat sering kali gampang mengalami keseleo berulang kali.

Harus tuntas agar penyembuhan maksimal

Penanganan keseleo juga harus benar-benar tuntas agar penyembuhan benar-benar maksimal dan pasien bisa beraktivitas sebagaimana semula. Hilangnya rasa nyeri bukan berarti penanganan keseleo sudah selesai.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama latihan peningkatan kekuatan otot untuk kompensasi dari ligamen yang kehilangan daya elastisitasnya. Selain itu, perlu juga dilakukan latihan untuk meningkatkan lingkup gerak sendi dan latihan keseimbangan.

Penulis: Kamarul Arifin
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Keseleo, Musibah “Sepele” yang Amat Menyebalkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version