Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Memperdebatkan Yoshinoya dan HokBen: Mana yang Lebih Unggul?

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
23 September 2020
A A
Memperdebatkan Yoshinoya dan HokBen: Mana yang Lebih Unggul? terminal mojok.co

Memperdebatkan Yoshinoya dan HokBen: Mana yang Lebih Unggul? terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Bicara soal restoran dengan menu ala-ala masakan Jepang, saya pikir HokBen sudah menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya. Sudahlah terjangkau, mereknya telah familier bagi orang Indonesia, variasi menu yang tak membosankan, sampai nasinya yang pulen, enak tiada tara. Saya sampai berpikir, makan nasi HokBen tanpa lauk sama sekalipun akan tetap terasa nikmat.

Sampai akhirnya, tujuh tahun lalu, saya mencoba Yoshinoya untuk kali pertama. Dan saya langsung berpikir, “Wah, saingannya HokBen, nih.”

Pada waktu yang bersamaan, selain langsung jatuh hati, saya pikir Yoshinoya punya menu dan harga yang lebih variatif. Beef bowl-nya itu, lho. Baik yang original, yakiniku, veggie, maupun black pepper, semuanya enak nggak pake tapi. Tidak mengherankan beef bowl kepunyaan Yoshinoya jadi menu utama sekaligus andalan. Apalagi saat disantap dengan segala topping-nya. Mantap banget, sih.

Sulit menentukan beef bowl Yoshinoya mana yang paling enak. Lantaran semuanya memang enak. Potongan dagingnya betul-betul tipis. Soal rasa, nggak perlu diragukan. Serius. Semua menunya enak. Harganya berkisar Rp5.000-Rp60.000-an, tergantung menu yang dipilih. Ada menu ala carte/satuan, paket, promo, dan lain sebagainya. Harganya termasuk terjangkau untuk kelas makanan Jepang.

Lalu, bagaimana jika Yoshinoya dibandingkan dengan HokBen?

Dari variasi menu dan harga, sebetulnya beda tipis. Dari paket bento sampai dengan simple set, menunya seperti diputar satu sama lain. Ada yang ditambahkan ini, ada yang dikurangi itu. Untuk harga paketan, Yoshinoya berkisar antara Rp35.000-Rp53.000-an. Sama halnya seperti Yoshinoya, HokBen juga punya paket hemat yang harganya sekitar Rp16.000-Rp19.000-an. Itu di luar promo lain, ya.

Soal menu goreng-gorengan (fried menu), boleh dibilang HokBen punya banyak variasi. Jumlahnya beda tipis dengan Yoshinoya. Mulai dari ekkado, shrimp roll, tori no teba, chicken katsu, ebi furai… nggak mungkin saya sebut satu per satu. Satu paragraf nanti isinya menu HokBen semua.

Boleh jadi, varian gorengan HokBen lebih banyak dari Yoshinoya. Tapi, dari sisi harga, Yoshinoya lebih ekonomis dan terjangkau.

Baca Juga:

Dear HokBen, Nasi Pulenmu Itu Ditakdirkan buat Dimakan Langsung, Bukan Dijadikan Nasi Goreng

Gokana, Resto Jepang Kembaran HokBen yang Nggak Recommended

Harga menu goreng-gorengan HokBen berkisar Rp25.000-Rp34.000-an. Sedangkan Yoshinoya, mulai dari Rp17.000-Rp34.000-an. Beda tipis, memang. Tapi, perbandingan harga ini jelas akan signifikan jika kumulatif. Apalagi kalau kondisi keuangan sedang kurang mumpuni.

Soal pelayanan, saya rasa juga beda tipis. Meski keduanya sudah pasti memiliki SOP masing-masing, terkadang sifatnya situasional. Apakah sedang ramai pengunjung atau tidak, juga ada faktor lainnya. Jadi, sebagai pelanggan saya lebih memilih untuk memahami hal tersebut, alih-alih menuntut ini dan itu atau menyalahkan. Selama kita masih dilayani dengan baik, nggak masalah, toh?

Bagaimana dengan gambaran tempat makan mereka masing-masing? Mana yang lebih mudah ditemukan?

Memang, baik Yoshinoya dan HokBen kebanyakan gerainya berada di dalam mal. Ada sih yang terpisah, punya gerai atau bangunan sendiri gitu. Tapi, tentu saja tidak sebanyak gerai yang ada di dalam mal. Dan harus diakui, gerai HokBen lebih mudah ditemui dibanding Yoshinoya. 

Soal tempat dan tata letak, jika keduanya dibandingkan, beda-beda tipis aja. Mulai dari meja, kursi, dan tata letak hiasan. Yang membedakan wallpaper-nya doang. Oh, iya, di beberapa gerai HokBen, tersedia juga kafe tambahan yang khusus menjual varian minuman juga es krim. Itu bisa jadi nilai tambah bagi para pengunjung yang ingin merasakan sensasi menu sampingan di luar menu utama. Satu yang pasti, nggak se-Instagramable kafe modern lainnya, ya.

Namun, untuk tempat makan keluarga, jika harus memilih salah satu, saya lebih suka suasana di HokBen. Mungkin karena catnya lebih cerah kali, ya? Sedangkan untuk menu secara keseluruhan, baik dari segi harga dan rasa, saya tetap menjagokan Yoshinoya. 

BACA JUGA Dukungan untuk Keputusan Ria SW Hiatus Lebih Awal dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 September 2020 oleh

Tags: HokBenYoshinoya
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

HokBen Fried Chicken: Ayam Goreng Tepung yang Overrated terminal mojok.co

HokBen Fried Chicken: Ayam Goreng Tepung yang Overrated

6 Januari 2022
Gokana, Resto Jepang Kembaran HokBen yang Nggak Recommended Mojok.co

Gokana, Resto Jepang Kembaran HokBen yang Nggak Recommended

20 Desember 2023
Mempertanyakan Konsep Cepat Saji di HokBen Sumatera Barat

Mempertanyakan Konsep Cepat Saji di HokBen Sumatera Barat

20 Desember 2022
Dear HokBen, Nasi Pulenmu Itu Ditakdirkan buat Dimakan Langsung, Bukan Dijadikan Nasi Goreng

Dear HokBen, Nasi Pulenmu Itu Ditakdirkan buat Dimakan Langsung, Bukan Dijadikan Nasi Goreng

14 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.