Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Membela Imbauan Jangan Pakai Sandal Jepit ketika Bawa Motor

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
17 Juni 2022
A A
Imbauan jangan pakai sandal jepit (Unsplash.com)

Imbauan jangan pakai sandal jepit (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Lagi dan lagi, polisi jadi buah bibir di jagat dunia maya. Bukan, kali ini bukan karena ulah oknum kepolisian yang melanggar hukum atau bertindak sewenang-wenang. Kali ini karena imbauan jangan pakai sandal jepit saat mengendarai sepeda motor. 

Seperti biasa, pernyataan tersebut menimbulkan kegaduhan. Terutama netizen sumbu pendek yang biasanya cuma baca judul berita doang di media sosial, tapi nggak baca keseluruhan isinya.

ADVERTISEMENT

Tidak seperti biasanya, saya setuju sama imbauan tersebut. Pasalnya, benar apa yang diutarakan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi, imbauan jangan pakai sandal jepit saat berkendara sepeda motor itu untuk mengurangi fatalitas kecelakaan di jalan.

Kalau pakai sepatu, alih-alih sandal jepit, kaki pengendara sepeda motor akan memiliki proteksi lebih saat berkendara. Ya kalah peristiwa pahit terjadi, pengendara sepeda motor kecelakaan, risiko serius pada telapak kaki akan berkurang. Safety can be fun!

Inilah alasannya saya membela imbauan polisi….

Jadi, beberapa tahun yang lalu, saya bekerja di salah satu perusahaan konsultan lingkungan hidup. Saat itu, saya berkunjung ke salah satu perusahaan batubara terbesar di Indonesia. 

Seluruh tamu yang berkunjung, termasuk saya, diwajibkan mengenakan safety boots meskipun saat itu saya hanya berada di kantor, tidak terjun ke lapangan. Biar apa? Biar aman, dong! Biar kaki saya aman dari serpihan batubara maupun limbah B3 yang sewaktu-waktu bisa nggak sengaja saya injak ketika berjalan. Kalau kena kaki langsung bisa cedera serius.

Beberapa tahun setelahnya, saya melanjutkan karier dengan bekerja di salah satu perusahaan manajemen konstruksi di Kota Bandung. Lagi-lagi, saya diwajibkan menggunakan safety boots meskipun jabatan saya saat itu hanya sebagai admin yang kerjaannya di kantor doang. Biar apa? Biar aman! Banyak serpihan paku maupun material bangunan lainnya yang kalau terinjak bisa mengakibatkan cedera serius.

Baca Juga:

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

Safety boots yang saya sebutkan di atas bukan buat gaya-gayaan doang. Beneran untuk keselamatan pekerja. Saking pentingnya keberadaan safety boots, kalau ada karyawan yang kedapatan oleh atasan atau HRD nggak pakai saat bekerja, bisa langsung dipecat! Jangankan itu, tamu yang ngeyel dan kedapatan nggak pakai safety boots saja bakalan diusir!

“Tapi kan saya bukan kerja pada sektor pertambangan atau pada sektor konstruksi kayak kamu?”

Iya, saya tahu, nggak semua orang kerja di sektor yang sama seperti saya. Saya juga pengendara sepeda motor. Dulu, kalau sekadar ke warung dekat rumah, saya juga pakai sandal jepit, kok. Tapi setelah bekerja di sektor pertambangan dan sektor konstruksi, saya selalu pakai sepatu ketika mengendarai sepeda motor meskipun jaraknya dekat. Biar apa? Has! Jawab sendiri!

Saya juga pernah bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung. Saya pernah menyaksikan telapak kaki pengendara sepeda motor yang mengalami cedera parah akibat kecelakaan. Padahal beliau cuma mau ke Alfamart dekat rumah, dan sialnya, malah kecelakaan. Telapak kakinya sobek karena cuma pakai sandal jepit. Kalau pakai sepatu, mungkin sobekannya tidak akan separah itu.

“Celaka mah bukan karena sandal jepit, tapi karena udah takdirnya kayak gitu.”

Iya, saya tahu, takdir Yang Maha Kuasa nggak bisa kita hindari. Tapi apa salahnya kita ikhtiar dengan mengenakan peralatan keamanan ketika mengendarai sepeda motor? Jangan sepatu atau jaket dulu deh, nggak usah jauh-jauh dulu. Disuruh pakai helm saja masih banyak yang susah. Alasannya? Jaraknya dekat aja, kok.

Nih ya, pas SMA, saya pernah mengalami kecelakaan sepeda motor padahal jaraknya dekat banget dari rumah, nggak sampai 150 meter. Akibatnya fatal banget, gigi saya sampai ompong. 

Waktu itu saya nggak pakai helm. Helmnya malah saya gantungin di stang sepeda motor yang saya kendarai. Coba waktu itu saya pakai helm full face yang melindungi dagu saat berkendara, saya jamin saya hanya mengalami lecet-lecet biasa dan nggak sampai harus kehilangan gigi. Yang pakai helm standar MotoGP kayak Mendiang Marco Simoncelli saja bisa meninggal dunia kalau lagi apes, apalagi kalau nggak pakai helm?

“Saya terpaksa pakai sandal jepit soalnya lagi musim hujan!”

Iya saya tahu, Indonesia ini negara tropis yang sering hujan. Tapi saya mah mending sepatu saya yang kotor dan kebasahan daripada telapak kaki saya mengalami cedera serius jika mengalami kecelakaan. Sepatu kotor dan basah mah tinggal dicuci dan dijemur aja. Tapi kalau telapak kaki yang mengalami cedera serius? Repot urusannya!

Lagian, ini kan sifatnya baru imbauan doang. Nggak akan kena tilang juga kalau kita kedapatan mengenakan sandal jepit saat mengendarai sepeda motor. Tapi kalau saya, tetap bakalan pakai helm dan sepatu ketika mengendarai sepeda motor meskipun jaraknya dekat. Biar aman!

Akhir kata, ada baiknya kita ingat betul imbauan pak polisi untuk jangan pakai sandal jepit. Mungkin banyak dari kamu yang nggak suka sama polisi. Namun, kadang ada imbauan dari mereka yang benar adanya. Suka atau nggak suka, jangan pakai sandal jepit ketika berkendara itu banyak manfaatnya.

Penulis: Raden Muhammad Wisnu

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Ciri Pengendara Mobil yang Sebenarnya Masih Pemula.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Juni 2022 oleh

Tags: aturan berkendarapolisisandal jepit
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Pejuang Tes SIM Garis Lurus, Sudah Saatnya Menggugat!

Pejuang Tes SIM Garis Lurus, Sudah Saatnya Menggugat!

1 Januari 2020
aksi

Pak, Kita Mau Aksi Bukan Mau Perang Sama Polisi

25 September 2019
nicholas angel hot fuzz polisi penegak hukum mojok

Seharusnya, Standar Penegak Hukum Itu kayak Nicholas Angel

16 September 2020
meme anarkisme

Bagaimana Meme Mempertontonkan Inkompetensi Polisi dalam Isu Anarkisme

28 April 2020
bermain handphone

Dear, Orang yang Bermain Handphone Saat Berkendara: Kalian Menyebalkan dan Mengabaikan Keselamatan

9 September 2019
Polisi di Kampung Saya Nggak Kayak Inspektur Vijay di Film India terminal mojok.co

Polisi di Kampung Saya Nggak Kayak Inspektur Vijay di Film India

7 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.