Mayones Hokben: Asing di Lidah orang Indonesia, tapi Jadi Idola

Mayones Hokben Asing di Lidah orang Indonesia, tapi Jadi Idola Terminal Mojok

Mayones Hokben Asing di Lidah orang Indonesia, tapi Jadi Idola (Unsplash.com)

Bagi orang Indonesia, pilihan saus yang populer ada dua, yaitu saus sambal dan saus tomat. Dua jenis saus itu biasanya disajikan gratis di meja-meja warung makan hingga restoran cepat saji. Namun, sadarkah kalian kalau ada satu saus yang asing buat orang Indonesia, tapi mulai marak jadi cocolan beberapa makanan ringan hingga makanan berat? Saus itu adalah mayones.

Saus asal Prancis ini rasanya cenderung asam dan agak asing di lidah sebagian orang Indonesia yang terbiasa dengan saus sambal atau saus tomat. Umumnya mayones berwarna putih kental bertekstur lembut.

Tetapi, ada yang berbeda dari mayones Hoka-Hoka Bento alias Hokben. Mayones di restoran cepat saji yang menyajikan makanan ala Jepang ini warnanya bukan putih seperti mayones pada umumnya, melainkan oranye. Teksturnya sih mirip seperti mayones biasa yang ada di pasaran, tapi warna dan rasanya berbeda. Mayones Hokben rasanya nggak terlalu asam dan nggak terlalu hambar. Justru ada sedikit rasa gurih dengan sensasi segar dalam rasa mayonesnya. Beuh, apalagi kalau mayones itu sudah ketemu salad andalannya Hokben yang fenomenal itu. Sudah pasti keduanya nggak ada lawan.

Walau mayones bukan berasal dari Jepang, keberadaannya dalam makanan Jepang sudah biasa kita temui. Sebut saja makanan khas Jepang seperti takoyaki atau okonomiyaki, keduanya menggunakan mayones sebagai bahan pelengkap. Dan Hokben, sebagai salah satu restoran cepat saji yang menyajikan makanan ala Jepang, cukup detail memperhatikan soal saus. Apalagi soal saus mayones yang masih asing dan jarang ditemui orang Indonesia.

Hokben seolah tahu orang Indonesia memang paling bergairah kalau sudah ngomongin saus. Apa pun makanannya, pokoknya harus ada saus! Nah, saus mayones Hokben adalah jawabannya. Ia merupakan wujud dari akulturasi kuliner antara Prancis, Jepang, dan Indonesia. Walau hanya digadoin alias nggak pakai nasi atau lauk, rasa mayonesnya sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Rasanya yang segar gurih itu bikin siapa pun yang pernah menjajalnya ketagihan.

Nggak percaya? Coba ketik keyword “mayones Hokben” di Google, saya jamin bakal muncul puluhan tutorial membuat mayones atau salad Hokben yang kebanyakan dibuat oleh para mama muda. Hal itu membuktikan, saking enaknya mayones Hokben, sampai-sampai mama-mama muda di luar sana mencari solusi hemat agar bisa tetap merasakan mayones Hokben di rumah. Hehehe. Sepertinya Hokben harus menyediakan menu nasi mayones ala Hokben yang terdiri dari nasi hangat dan mayonesnya, deh. Tentu saja agar kenikmatan saus mayones andalan Hokben ini semakin merakyat dan bisa dirasakan banyak orang Indonesia lainnya.

Dari mayones Hokben inilah kita bisa belajar betapa pentingnya detail kecil yang kadang terlewat. Kalau sudah ngomongin soal makanan, kita cenderung ingat dengan unsur utamanya. Misalnya saja saat makan nasi soto. Hal pertama yang difokusin dan selalu dikomentarin pasti dagingnya. “Wah, dagingnya empuk, nih!” atau, “Wah, dagingnya dikit banget, sih!” Jarang sekali ada yang peduli terhadap unsur pelengkap dari makanan itu seperti saus atau sambal. Padahal kehadiran pelengkap seperti saus atau sambal justru menambah kepuasan kita saat menyantap makanan.

Wes. Pokoknya walau kamu asing, aku tetap padamu, mayones Hokben~

Penulis: Anisah Meidayanti
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version