Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Masihkah Konter Pulsa Relevan dengan Zaman, atau Tinggal Menunggu Waktu untuk Berpamitan?  

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
31 Oktober 2025
A A
Bisnis Konter Pulsa: Dulu Primadona, Sekarang Merana

Bisnis Konter Pulsa: Dulu Primadona, Sekarang Merana (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada sesuatu yang diam-diam hilang dari jalanan kita saat ini: konter pulsa. Kios dengan etalase yang dipenuhi poster-poster provider berwarna mencolok itu kini mulai jarang terlihat. Padahal, dulu keberadaannya sangat mudah ditemukan. Di satu ruas jalan saja, bisa ada dua, tiga, bahkan empat konter.

Saking banyaknya konter pulsa di era tahun 2000-an, pembeli sampai bisa niteni track record harga pulsa di tiap tempat. Pembeli paham kalau mau beli pulsa provider X mending di konter anu. Sementara kalau mau beli pulsa provider Y, mending di konter satunya lagi. Lumayan harganya beda beberapa rupiah.

Sebagai bidang usaha yang pernah begitu dekat, konter jelas punya jasa besar. Ia bukan sekadar tempat membeli pulsa agar pelanggan tetap terhubung dengan yang jauh, tapi konter telah menjadi saksi dari banyak kisah hidup. Mulai dari kisah mahasiswa yang lega karena bisa bayar semesteran, hingga kisah seorang kepala keluarga yang bisa memenuhi kebutuhan harian. Semuanya, berawal dari sana, dari konter .

Namun, dengan kondisi saat ini, masihkah konter pulsa itu relevan dengan zaman? Atau, tinggal tunggu waktu saja untuk berpamitan?

Nostalgia kejayaan konter pulsa

Di masa kejayaannya, sebuah konter pulsa bisa melayani hingga ratusan transaksi per hari. Pada masa itu, hampir setiap rumah punya anggota keluarga yang nomornya berbeda-beda operator. Ada yang pakai Simpati, ada yang XL, ada yang Tri, dsb. Bahkan ada yang sampai punya tiga nomer sekaligus. Satu buat telpon, satu buat SMS, satu lagi buat internetan. Yap. Dulu, satu-satunya orang yang protes kalau kita punya banyak nomer adalah teman-teman, bukan pemerintah.

Di masa itu pula, tak sedikit konter yang berkembang jadi usaha keluarga. Dari yang awalnya cuma etalase kecil di depan rumah, lama-lama bisa punya cabang di tempat lain. Dari yang tadinya dijaga sendiri, sampai bisa mempekerjakan orang. Konter pulsa juga jadi tempat bagi pelajar ataupun mahasiswa yang ingin cari tambahan penghasilan. Paginya mereka cari ilmu, sore hingga malam mereka cari cuan dengan jaga konter.

Dengan kata lain, bisnis ini memang pernah secuan itu. Dulu.

Badai konter pulsa

Kemudian sekitar tahun 2015-an, bisnis konter pulsa mulai tidak baik-baik saja. Hal tersebut terjadi seiring dengan perubahan gaya konsumsi masyarakat. Dari yang dulu membeli pulsa ke konter, kini orang beralih ke mobile banking dan aplikasi marketplace. Awalnya mungkin hanya segelintir orang. Tapi lama-lama, hampir semua ikut pindah. Alasannya sederhana: lebih cepat, lebih murah, dan ada cashback.

Baca Juga:

Bisnis Konter Pulsa, Bisnis yang Ajaibnya Masih Bisa Bertahan meski Opsi Beli Pulsa Sudah Kelewat Banyak

Bisnis Konter Pulsa: Dulu Primadona, Sekarang Merana

Kalau kalian pernah beli pulsa ke konter, pasti tahu drama-drama kecil yang sering terjadi di tempat ini. Misalnya, ketika pembeli terpaksa harus balik lagi ke konter gara-gara pulsanya tidak kunjung masuk. Pemilik konter bersikeras transaksi berhasil, sementara pembeli ngotot bilang pulsa belum masuk. Terjadilah ngeyel-ngeyelan.

Belum lagi drama salah nomor. Itu yang jaga konter pasti stres banget karena harus ganti rugi. Sementara pembeli? Nggak mau ngerti, pokoknya ganti. Lain cerita kalau kesalahan ada di pembeli. Misalnya, karena pembeli salah menuliskan nomer. Ya berarti bolanya ada di pembeli.

Nah, drama-drama seperti ini tidak terjadi dalam transaksi digital. Jadi, kalau konter pulsa mulai ditinggalkan… ya, wajar.

Cara konter pulsa bertahan

Menghadapi gempuran digitalisasi, tak semua konter pulsa menyerah pasrah. Buktinya, meskipun jarang, masih ada satu dua konter yang beroperasi. Tentu saja mereka punya alasan masing-masing. Bisa jadi karena sayang, atau karena tak punya pilihan. Kelamaan soalnya kalau harus nunggu pembukaan lapangan kerja yang katanya ada 19 juta itu. Jadi, ya, bertahan saja, meski itu berarti mereka harus menelan kenyataan bahwa tak banyak pembeli yang datang.

Cara konter yang masih bertahan ini adalah dengan beradaptasi. Lihat saja, sekarang konter bukan cuma tempat jual pulsa fisik, tapi juga jadi titik layanan digital. Ada yang membuka jasa top up e-wallet, bayar tagihan listrik, PDAM, dll.

Beberapa konter yang visioner bahkan mulai punya akun marketplace sendiri. Mereka menjual pulsa secara online, dan memanfaatkan aplikasi agen digital untuk tetap eksis. Ini jadi semacam bentuk baru konter pulsa untuk bertahan di era yang serba digital.

Masihkah relevan, atau…

Lantas, dengan wajah barunya, apakah berarti konter pulsa masih relevan dengan zaman? Atau, tinggal tunggu waktu untuk pamitan?

Begini. Teorinya, kebutuhan akan pulsa dan paket data tak pernah benar-benar hilang. Internet justru makin dibutuhkan. Jadi sebetulnya, yang jadi titik utama masalahnya adalah bukan pada apa yang dijual, tapi bagaimana ia dijual. Distribusi sekarang sudah berpindah tangan. Sekarang yang pegang kendali bukan lagi konter di pojokan gang, melainkan raksasa digital seperti Tokopedia, Shopee, DANA, dsb. Mereka bisa kasih promo, cashback, dan poin, sesuatu yang jelas sulit dilakukan oleh konter konvensional.

Dengan transformasi yang saat ini konter pulsa lakukan, entah itu membuka layanan digital ataupun buka marketplace, sebetulnya konter sedang menuju ke arah yang lebih relevan dengan zaman. Kalau relevan dengan zaman, artinya masih punya potensi untuk cuan. Mungkin bukan untuk bangkit seperti dulu lagi, ya. Tapi setidaknya bisalah kalau untuk sekadar memperpanjang nafas. Dengan catatan, ya itu tadi. Berani bertransformasi.

Secara hitung-hitungan di kertas, kalau hanya mengandalkan jual beli pulsa reguler jelas abot. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan, ya. Hanya saja, sejarah sudah berkali-kali membuktikan, mulai dari Dinosaurus hingga mesin ketik, bahwa mereka yang tidak mampu beradaptasi pada akhirnya akan kalah dan punah.

Kecuali, tukang parkir.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bisnis Konter Pulsa, Bisnis yang Ajaibnya Masih Bisa Bertahan meski Opsi Beli Pulsa Sudah Kelewat Banyak

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2025 oleh

Tags: bisnis konter pulsacara bayar listrik di konter pulsacara bayar pdam di konter pulsakonter pulsa
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Bisnis Konter Pulsa: Dulu Primadona, Sekarang Merana

Bisnis Konter Pulsa, Bisnis yang Ajaibnya Masih Bisa Bertahan meski Opsi Beli Pulsa Sudah Kelewat Banyak

11 Oktober 2024
Bisnis Konter Pulsa: Dulu Primadona, Sekarang Merana

Bisnis Konter Pulsa: Dulu Primadona, Sekarang Merana

10 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.