Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Manajemen Tai Kucing untuk Meningkatkan Harkat dan Martabat Mereka

Winwibisma Putra Anggara oleh Winwibisma Putra Anggara
26 Januari 2021
A A
Manajemen Tai Kucing untuk Meningkatkan Harkat dan Martabat Mereka terminal mojok.co

Manajemen Tai Kucing untuk Meningkatkan Harkat dan Martabat Mereka terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pojok teras kontrakan lamaku tidak pernah disambangi. Bukan karena angker atau apa. Lantaran di situ banyak tai kucing yang bertebaran, menggunung, dan memfosil karena tidak pernah dibersihkan. Kesel dan jijik banget rasanya. Kadang pengin ngomel ke kucingnya, sana berak di rumah tuanmu!

Bagiku, kucing adalah hewan yang menjijikkan yang kerjaannya mengacak-acak sampah bahkan kadang mencuri makanan. Sebagian orang berpikir demikian. Sebagian yang lainnya berpikir bahwa kucing adalah hewan yang lucu dan menggemaskan. Pecinta kucing bahkan memanjakan kucing mereka dengan berbagai perlakukan istimewa. Namun, baik pecinta kucing maupun non-pecinta kucing, mereka sepakat bahwa tai kucing adalah benda yang menjijikkan.

Bayangkan ketika Anda asyik bercengkrama di halaman rumah, atau sedang asyik jalan-jalan sore tiba-tiba dasar alas kaki Anda menginjak barang yang empuk, lengket, dan tak lama kemudian tercium aroma dajjal yang busuk. Yak, selamat Anda menginjak tai kucing. Aku yakin mood setiap orang akan drop sesaat setelahnya: gagal tetap merasa asyik dengan suasana.

Pecinta kucing mungkin akan misuh sebentar, lalu biasa saja. Namun, untuk non-pecinta kucing, mereka akan mengutuki kucing tanpa henti. Kadang setelah menginjak tai kucing, mereka malah menyebut anjing. Aneh.

Belum lagi jika ditilik dari segi kesehatan, tai kucing menjadi carrier (pembawa) parasit Toxoplasma Gondii. Parasit ini dampaknya tidak main-main, menyebabkan penurunan kekebalan tubuh hingga membawa cacat bawaan pada bayi jika menginfeksi ibu hamil. Fuller Torrey, salah seorang psikiater peneliti tai kucing menyebutkan parasit tersebut bisa bertahan 18 bulan. Bayangkan, parasit berbahaya bertebaran di sekitar lingkungan setahun lebih!

Ya, mau bagaimana lagi, makhluk yang makan pasti akan akan mengeluarkan kotoran. Manusia sendiri mengeluarkan kotoran melalui pipis, tai, dan keringat. Untungnya manusia mempunyai akal dan morfologi yang lengkap, jadi manusia bisa membuat toilet. Nah, kalau kucing? Ya kali kucing jalan-jalan ke toko bangunan beli semen dan pasir terus membangun toilet?

Beberapa waktu lalu saat lagi asyik telpon gombalin cewek di halaman rumah, aku menginjak tai kucing. Buru-buru aku undur diri. Bubar dan gagal dapat cewek saat itu juga. Bayangkan, perkara tai kucing bisa sampai seserius itu!

Masalah tai kucing inilah yang membuat kucing disepelekan dan terpinggirkan. Untuk kucing rumahan tentu tidak perlu dipikirkan mengingat makan dan berak sudah disediakan tempat oleh tuannya. Nah, kalau kucing kampung jalanan? Sudahlah makan dari sampah dan belas kasihan manusia, berak sembarang pula. Masalah inilah yang membuat orang semakin benci dan jijik dengan kucing.

Baca Juga:

Berak di Gunung Adalah Kegiatan Paling Merepotkan bagi Pendaki, Penuh Taktik dan Sangat Memacu Adrenalin

Artikel Balasan: Kita Harus Tetap Memberi Makan Kucing Liar! Mereka Beda dari Hewan Liar di Hutan

Namun, bagaimanapun, kucing jelas tidak bisa disalahkan dalam hal ini. Mereka tidak punya akal pikiran, mereka cuma punya insting. “Di mana ada pasir, tanah atau tempat sepi, di situlah aku berak,” pikir kucing dalam benaknya. Tidak pernah kucing berpikir, “Ini jalanan umum aku nggak boleh berak di sini. Aku harus cari tanah kosong, menggali satu meter, barulah aku berak di situ.” Dikira kucing itu manusia beradab apa?

Untuk itu penting rasanya para pecinta kucing duduk bersama dan berembuk untuk membentuk kurikulum manajemen tai kucing. Bisa dimulai dengan bedah materi tentang kucing dan tai kucing secara ilmiah dan komprehensif. Kemudian barulah merumuskan langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah per-tai-an ini.

Edukasi untuk non-pecinta kucing juga perlu digalakan. Perlu kiranya diberi pengertian dan arahan bagaimana menghadapi “barang laknat” tersebut. Mengutuki barang kotor dan mengganggu adalah hal yang wajar dan manusiawi. Tinggal bagaimana cara menghadapi barang tersebut. Non-pecinta kucing bukan artinya pembenci kucing. Bisa jadi mereka hanya tidak tahu caranya menghadapi masalah kucing terutama tainya.

Ini adalah wacana yang kongkret. Bukan apa-apa, seperti yang kita tahu, saat ini banyak pecinta kucing yang memberi makan kucing jalanan. Pecinta kucing jenis ini ke mana-mana membawa makanan kucing untuk dibagikan ke kucing liar yang mereka temui di jalanan. Mereka mengira orang-orang sekitar tidak mau memberi makan kucing-kucing liar. Padahal orang-orang sekitar berpikir, “Kalau aku ngasih makan, nanti mereka pasti berak sembarangan di lingkungan sekitar. Mager, ah, ngurusin tai kucing.”

Bisa jadi hasil akhir dari pembentukan kurikulum manajemen tai kucing itu membentuk Komunitas Sapu Jagad Tai Kucing atau apalah. Pasukan komunitas ini akan bersenjatakan sapu, serok, dan kantong sampah lengkap dengan APD yang melekat yaitu sarung tangan, masker, dan sanitizer.

Kalaulah tai kucing di-manage dengan baik, pasti harkat dan martabat kucing juga akan naik. Secara otomatis, orang-orang awam non-pecinta kucing juga akan memberi makan kucing secara layak. Sehingga pada akhirnya nanti baik kucing maupun manusia akan hidup berdampingan dengan damai.

Sudah saatnya manajemen tai kucing digalakkan. Memberi makan kucing liar memang hal yang mulia, tapi kurang sedikit lagi untuk mencapai tahap sangat mulia: membersihkan tai kucing yang berak sembarangan. Mulia sekali, bukan?

BACA JUGA Ngakunya Pecinta Kucing, tapi Cuma Cinta Kucing Impor

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2021 oleh

Tags: berakhewan liarTai Kucing
Winwibisma Putra Anggara

Winwibisma Putra Anggara

Panggil saya Alex. Petroleum database engineer. Sedang berkarya dan berdarma di Kota Jambi. Bisa ditemui di Twitter @winwibisma. Blog winwibisma.com.

ArtikelTerkait

Berak di Gunung Adalah Kegiatan Paling Merepotkan bagi Pendaki, Penuh Taktik dan Sangat Memacu Adrenalin

Berak di Gunung Adalah Kegiatan Paling Merepotkan bagi Pendaki, Penuh Taktik dan Sangat Memacu Adrenalin

11 November 2023
Artikel Balasan_ Alasan Kita Harus Tetap Memberi Makan Kucing Liar terminal mojok

Artikel Balasan: Kita Harus Tetap Memberi Makan Kucing Liar! Mereka Beda dari Hewan Liar di Hutan

7 Oktober 2021
Pengalaman Saya Berak di Sungai Setelah Gempa Jogja 2006 terminal mojok.co

Pengalaman Saya Berak di Sungai Setelah Gempa Jogja 2006

30 November 2020
Perbedaan Mendasar Nahan Berak di Bis dan Kapal terminal mojok.co

Perbedaan Mendasar Nahan Berak di Bis dan Kapal

28 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Sisi Gelap Solo: Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti, Katanya Serba Murah tapi Kini Cuma Dongeng

11 Januari 2026
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

12 Januari 2026
Banyu Urip, Kelurahan Paling Menderita di Surabaya (Unsplash)

Banyu Urip Surabaya Kelurahan Paling Menderita, Dibiarkan Kebanjiran Tanpa Menerima Solusi Sejak Dulu

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.